Sabtu, 15 Juni 2024

Intoleransi Berpotensi Menjadi Gerakan Radikal

JAKARTA- Pelemparan bom yangyg dilakukan oleh anggota kelompok jihadis atas Gereja Oikoumene, Kota Samarinda pada Minggu (13/11) membuktikan bahwa pembiaran atas praktik intoleransi terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan telah menjadi medium recovery. Kasus-kasus intoleransi yang merupakan soft terrorism dan berpotensi atau rentan bertransformasi menjadi gerakan radikal. Demikian Ketua Setara Institute, Hendardi kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (15/11).

“Kelompok jihadis melakukan aksi-aksi teror, melakukan radikalisasi publik, dan merekrut aktor-aktor baru yang dengan pandangan keagamaan sempit memilih jalan kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, pemboman di Samarinda adalah momentum bagi pemerintah untuk mempercepat langkah, menyusun kebijakan komprehensif, dalam menangani kasus-kasus intoleransi yang merupakan soft terrorism dan berpotensi atau rentan bertransformasi menjadi gerakan radikal.

“Mereka yang menjadi aktor jihad adalah orang-orang yang telah melampaui pandangan intoleran, melakukan aksi-aksi intoleran, dan untuk mencapai kepuasan aksinya dengan melakukan teror,” jelasnya.

Ia menjelaskan, aksi-aksi intoleransi atas dasar agama dan ras harus diatasi dengan berbagai pendekatan, politik, sosial, dan hukum.

“Sehingga selain mempertegas rule of law di Republik Indonesia, juga perlu mencegah terjadinya kekerasan baru dan disintegrasi bangsa,” katanya. 

Kepada Bergelora.com, dilaporkan Hendardi juga meminta aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan dan kinerjanya dalam mendeteksi setiap potensi terorisme. Demikian juga Kementerian Hukum dan HAM harus memastikan ketersediaan sistem pemasyarakatan atas warga binaan efektif berkontribusi pada terjadinya kekerasan baru.

“Tindakan kejahatan yang dilakukan oleh seorang residivis menunjukkan bahwa sistem pemasyarakatan dan deradikalisasi atas teroris belum berjalan efektif.

Setara Institute juga mengutuk keras pemboman tempat ibadah dan turut berduka dan berbela sungkawa atas jatuhnya korban luka dan meninggal anak kecil bernama Intan Purba. (Web Warouw)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru