Selasa, 23 Juli 2024

JADI LAMBAT DONG..! MASTEL: Starlink Akan Mendisrupsi Kecepatan Internet RI

JAKARTA – Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno menuturkan bahwa hadirnya layanan internet satelit milik Elon Musk (Starlink) telah mendisrupsi kecepatan internet di Indonesia. Apalagi lanjut Sarwoto, starlink berjanji akan memberikan kecepatan layanan internet hingga 150 mbps.

Hal ini pun menjadi pendorong penerapan batas minimal kecepatan internet tetap (fixed broadband) 100 mbps harus segera dilakukan, agar manfaatnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat.

“Starlink hanya mendisrupsi kecepatan. Mereka (starlink) janjinya lebih dari 150 mbps,” kata Sarwoto dalam Tech & Telco Forum 2024, Jumat, (5/7/2024).

Melihat hal itu, dia pun berharap pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak swasta. Hal ini dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Baik dari sisi pelanggan maupun operator atau penyelenggara layanan internet.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, kehadiran Starlink membawa perubahan penting di industri telekomunikasi lantaran bisa menjangkau daerah pedesaan dan terpencil dengan kecepatan tinggi.

Menurut data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), penetrasi internet di Indonesia sebenarnya sudah tinggi, mencapai 79,5% di mana 95% penduduknya menggunakan data seluler untuk akses internet.

Namun, kecepatan internet seringkali menjadi penghambat. Berdasarkan Speedtest Ookla hingga April 2024, kecepatan internet di RI berada di urutan cukup bawah, untuk fiber optic berada di nomor 126 dari 181 negara, sementara mobile data di peringkat 95 dari 144 negara.

Perbandingan kecepatan internet Indonesia saat ini masih setara dengan negara-negara di Afrika seperti Rwanda atau Maroko.

Kecepatan internet di dalam negeri juga belum merata, apalagi untuk daerah 3T. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru