Sabtu, 15 Juni 2024

Jangan Hadapi Bencana Dengan Arogansi

JAKARTA- Para ahli sudah beri masukan Soal banjir Jakarta kali ini. Selain Soal drainase juga kondisi geologi Jakarta yang menyebabkan banjir ini, harus dihadapi dengan persiapan yang serius dan jangan menjadi dagangan politik. Demikian mantan Staff Khusus Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arieef kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (9/2).

“Gubernur DKI kurangi arogansinya. Rangkullah para ahli. Jangan hanya memprioritaskan muncul di televisi hanya untuk mengemukakan gagasan kosong yang kontroversial,” ujarnya. 

Menurutnya selain banjir ini, ada ancaman penurunan tanah.

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah potensi gempa di selat sunda yang akan menggoyang Jakarta serta adanya patahan yang sudah lama tak aktif di darat Jakarta. Untuk menghadapi geliat alam, buang jauh-jauh pencitraan,” ujarnya.

Sementara itu, Jakarta makin dikepung banjir. Tinggi banjir makin meningkat di beberapa wilayah, khususnya di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sementara itu hujan deras masih terus turun. Diperkirakan hingga sore nanti hujan deras masih akan turun. Demikian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (9/2). 

Ia menjelaskan pada pukul 12.00 Wib pintu air Karet terukur 630 cm. Artinya Siaga I. Dengan tinggi air lebih dari 600 cm maka daerah-daerah yang teredam banjir adalah beberapa wilayah di Jakarta Pusat yaitu Stasiun Tanah Abang, Jati Baru dan Petamburan Jakarta Barat yaitu Jati Pinggir,  JPO anatara Roxy, dan Latumenten. Jakarta Utara yaitu Teluk Gong, Perumahan nelayan Kapuk, dan Muara Angke.

Sementara itu menurutnya pintu air di beberapa sungai juga bergerak naik. Pintu air Katulampa naik menjadi 80 cm (Siaga III) pada pukul 12.00 Wib. Pintu Manggarai naik menjadi 800 cm (Siaga III) pukul 11.00 Wib dan 825 cm (Siaga III) pada pukul 12.00 Wib.  Pintu air Pasar Ikan  208 cm (Siaga II) dan pintu air Pluit naik menjadi 30 cm. Dengan kondisi seperti ini banjir diperkirakan berpotensi meluas. Pasokan air dari hulu makin meningkat sementara itu wilayah hilir sudah terendam banjir.

Warga di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung yaitu di Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan harus waspada banjir.  Banjir masih menggenangi air mancur depan Indosat arah Jalan Abdul Muis setinggi 50 cm sehingga tidak bisa dilewati.Banjir di Kelapa Gading dan Sunter juga makin naik.

Masyarakat dihimbau selalu waspada. Banjir Jakarta bukan saja disebabkan oleh luapan sungai. 

“Tapi buruknya drainase perkotaan dan tata ruang yang tak terkendali menyebabkan banjir makin sulit ditangani,” ujarnya. 

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)mencurigai ada sabotase yang menyebabkan Jakarta kebanjiran.(Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru