Sabtu, 24 Februari 2024

JANGAN KORBANKAN RAKYAT…! Siti Fadilah Supari Sebut Kembali Diterapkannya PPKM Level 3 Miliki Konsekuensi Cukup Berat

JAKARTA  Pemerintah dikabarkan bakal memberlakukan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia guna mencegah kembali meningkatnya Covid-19 di Indonesia.

Pemberlakuan PPKM Level 3 itu akan dilaksanakan dari 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sementara itu, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari menilai, pelaksanaan PPKM Level 3 memiliki konsekuensi yang cukup berat.

“Kembali (menerapkan PPKM) ke level 3 itu konsekuensinya cukup berat untuk ekonomi rakyat, untuk ekonomi pada umumnya,” kata Siti Fadilah Supari, seperti dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Kamis, 25 November 2021.

“Mungkin kalau untuk elite ekonomi masih lancar. Tapi kalau untuk rakyat yang buka-buka restoran, yang buka-buka toko di mal. Baru warung mau berdiri sudah dibatasi lagi, apakah itu dihitung gitu, itu pertanyaan kita,” ucapnya.

Dikatakan oleh mantan Menkes era SBY tersebut, semestinya pemerintah sudah belajar dari kasus Covid-19 yang telah terjadi sebelumnya.

“Kalau sebetulnya kita takut, kalau itu (kasus Covid-19) meledak lagi, seharusnya pemerintah sudah belajar pada waktu kemarin, ketika meledak pada bulan Juli, apa yang kurang,” ucapnya.

“Misalkan oksigen jangan kurang lagi, perlu rumah sakit, kematian jangan sampai segitu lagi. Ini yang harus dipersiapkan pemerintah,” tutur dia menegaskan.

Hal tersebutlah, kata Siti Fadilah Supari, yang harus disiapkan oleh pemerintah dalam menghadapi Covid-19.

“Bukannya menekan rakyat lagi untuk (PPKM) level 3, dan algi level 3 itu konsekuensinya memang cukup berat karena yang akan recovery itu belum berdiri tegak sudah ditebang lagi,” kata dia.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan sebelumnya, Menkominfo Johhny G. Plate menuturkan, kebijakan diberlakukannya PPKM Level 3 guna menekan potensi gelombang baru Covid-19 di Indonesia.

Pasalnya, gelombang baru Covid-19 menurutnya bakal merugikan masyarakat.

“Seluruh masyarakat diajak memahami keputusan ini sebagai cara paling tepat untuk menyeimbangkan gas dan rem, agar tidak ada gelombang ke-3 Covid-19 akibat libur Nataru serta perekonomian tetap terjaga,” kata Johnny G. Plate, belum lama ini. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru