LEBAK- BKKBN meminta agar tempat tempat pengungsian korban bencana juga menyediakan pelayanan Keluarga Berencana dan stok kebutuhan alat kontrasepsi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Hasto Wardoyo SpOG(K) saat meninjau para pengungsi yang ditampung di Puslatpur TNI, Ciuyah, Lebak, Banten, Jumat (25/1).
“Oleh karena itu, disetiap tempat pengungsi korban bencana perlu juga disediakan tempat khusus untuk bapak ibu suami istri berhubungan. Sekalian untuk memastikan kesehatan suami istri dan pemakaian alat kontrasepsi,” demikian jelasnya.
Ditempat pengungsian menurut Hasto, alat kontrasepsi sangat penting bagi pasangan suami istri. Jangan sampai dalam keadaan darurat, terjadi kehamilan diluar rencana.
“Karena itu akan menjadi beban bagi keluarga karena tidak siap. Oleh karena itu bapak dan ibu sekalian. Jangan sampai suami istri berhubungan tidak memakai alat kontrasepsi,” jelas Kepala BKKBN, yang pernah menjadi Bupati Kulon Progo selama 2 periode.

Hasto Wardoyo pada kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih pada TNI yang telah membantu saat penyelamatan warga korban bencana sampai dengan penyediaan tempat tinggal sementara di barak-barak Puslatpur TNI, Ciuyah, Lebak, Banten. Sampai saat ini masih tersisa 433 jiwa dari 637 jiwa pengungsi korban bencara alam awal tahun 2020 ini.
“Atas semua bantuan prajurit TNI sampai hari ini, warga pengungsi berada dalam keadaan baik dan terpenuhi kebutuhan daruratnya. Pemerintah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas semua perhatian dari TNI terhadap warga pengungsi,” ujarnya dalam sambutan serah terima bantuan beberapa kebutuhan warga dipengungsian.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, kedatangan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Hasto Wardoyo SpOG(K) didampingi Deputi Bidang KS-KP, BKKBN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes; Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, SE; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Drs. Aan Jumhana Mulyana, M.Si, Kepala Biro Umum BKKBN RI, Drs. Putut Riyanto, M.Kes dan Direktur PT Harsen Laboratories, dr. Riyo Kristian Utomo, MH.Kes dan beberapa perwira dari Puslatpur TNI, Ciuyah, Lebak, Banten. (Web Warouw)

