Rabu, 14 Januari 2026

JANGAN MENYERAH..! Bendera Putih Berkibar di Aceh, Pemerintah: Dengan Kerendahan Hati, Kami Minta Maaf…

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewakili pemerintah menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh.

Tito mengatakan, kendala yang dihadapi untuk penanganan bencana sangat besar.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam merespons warga Aceh yang mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

“Mengenai pengibaran bendera putih, jadi menurut kami wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami. Kami mendengar, pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik, masukan, dan sikap masyarakat, terutama pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana di Sumatera,” ujar Tito dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf ya bila ada kekurangan yang ada, memang kendala yang dihadapi cukup besar, karena medan yang cukup berat,” sambungnya.

Meski begitu, Tito menegaskan, sebagai pemerintah Indonesia, mereka berkewajiban untuk terus bekerja dalam mengatasi berbagai kendala. Dia juga memastikan pemerintah akan terus memperbaiki kinerja dan secepatnya memenuhi kebutuhan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Uluran tangan dari warga masyarakat telah banyak bantu untuk tahap darurat Sumatera. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah tulus membantu masyarakat Indonesia atas uluran tangan dan gotong royong. Kita terus bersama-sama dalam bingkai soliditas kebangsaan dan kemanusiaan untuk segera memulihkan,” imbuh Tito.

Bendera putih berkibar di sejumlah ruas jalan di Aceh sebagai simbol kondisi darurat yang kian parah.

Di tengah dampak banjir Aceh yang kian parah dan berkepanjangan, warga mengaku kehabisan daya dan memilih menyerah karena keterbatasan bantuan.

“Masyarakat sudah tidak sanggup lagi dan sangat membutuhkan pertolongan,” ujar Bahtiar, warga Alue Nibong, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dikutip dari Begelora.com, Minggu (14/12/2025). Warga menilai penanganan bencana di Sumatera, khususnya Aceh, berjalan lamban.

Hampir tiga pekan sejak banjir melanda, bantuan dinilai belum mencukupi. Bendera putih terlihat terbentang di Aceh Timur, bahkan memanjang di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan hingga Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam kondisi serba terbatas, warga terpaksa saling membantu dengan membangun dapur umum secara mandiri. Namun, stok bahan pangan terus menipis dan ancaman kelaparan mulai dirasakan.

Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera menggelar aksi dan mengibarkan bendera putih, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025). (Ist)

Gus Ipul: Kami Lagi Bekerja Keras

Sebelummya kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang bekerja keras untuk membantu memulihkan kembali tiga provinsi yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. Hal ini diucapkan Gus Ipul adanya kabar adanya warga Aceh yang mengibarkan bendera putih di jalan-jalan yang diibaratkan sebagai tanda darurat.

“Ini kan lagi bekerja keras ya, itu saja itu. (Kami) lagi bekerja keras,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

Gus Ipul juga menanggapi terkait polemik surat permintaan bantuan penanganan bencana Aceh yang ditujukan kepada dua lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (Undp) dan United Nations Children’s Fund (Unicef).

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan pemerintah saat ini mengikuti arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Pedoman kita kan arahan Presiden ya. Kalau ada usulan-usulan bisa nanti lewat Mendagri ya, kalau memang itu dari pemerintah daerah nanti akan disampaikan ke Presiden. Tapi sementara arahan, pedoman kita adalah arahan Presiden,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar bendera putih berkibar di sejumlah titik di jalan-jalan Aceh diibaratkan sebagai tanda darurat.

Bendera putih menjadi simbol warga menyerah menangani banjir di Aceh.

“Masyarakat menyerah dan butuh bantuan. Kami tidak sanggup lagi,” ujar Bahtiar, warga Alue Nibong, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (14/12/2025). (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru