Rabu, 14 Januari 2026

SEMPAT MENGHILANG 2 HARI..! KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Ade Kuswara Kunang dan Bapaknya Saat OTT di Bekasi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025).

“Benar, salah satunya (Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang),” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dihubungi wartawan, Jumat (19/12/2025) dini hari.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sedang melakukan operasi senyap di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/12/2025) malam.

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogres,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis.

Budi mengatakan, penyidik mengamankan 10 orang dalam operasi senyap tersebut. Meski demikian, dia belum mengungkapkan identitas 10 orang tersebut dan konstruksi perkaranya.

“Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar 10 orang,” ujarnya.

Ayah Bupati Juga Ditangkap

Kepada Bergelora.com di Jakarta juga dilaporkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menangkap ayah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, pada Kamis (18/12/2025).

“Benar. Jadi di antara tujuh orang yang diamankan, salah satunya ayah dari bupati juga diamankan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Budi mengatakan, dalam operasi senyap tersebut, penyidik juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah.

“Tim juga mengamankan dan menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai dalam jumlah ratusan juta. Nanti detilnya kami akan sampaikan saat konferensi pers,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, OTT yang menjerat Bupati Bekasi terkait kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Iya (suap). Ini masih terus didalami di antaranya terkait dengan proyek-proyek di Bekasi,” ucap dia.

Adapun KPK punya waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum terhadap Bupati Bekasi dan enam orang lainnya.

Budi mengatakan, penyidik mengamankan 10 orang dalam operasi senyap tersebut. Meski demikian, dia belum mengungkapkan identitas sepuluh orang tersebut dan konstruksi perkaranya.

“Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang,” ujarnya.

7 Ruang Pemkab Disegel

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel tujuh ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, pada Kamis (18/12/2025) malam. Penyegelan dilakukan setelah KPK menangkap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Kamis.

Tujuh ruang kerja yang disegel oleh penyidik, yaitu ruang kerja Bupati Bekasi, Kepala Dinas Pemuda, Budaya, dan Olahraga beserta sekretarisnya; ruang kerja Kepala Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang beserta sekretarisnya, serta ruang kerja Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi beserta sekretarisnya.

Proses penyegelan tanpa diketahui sejumlah awak media yang berada di Kompleks Pemkab Bekasi.

Wartawan hanya melihat tiga orang bermasker saat melakukan penyegelan di ruang kerja Bupati Bekasi.

Sempat Menghilang 2 Hari

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang sempat menghilang dua hari sebelum akhirnya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (18/12/2025).

Dalam dua hari itu, Ade sempat tidak menghadiri sejumlah agenda bersama kepala daerah se-Jawa Barat di Cianjur, pada Rabu (17/12/2025).

Ade juga tidak menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung pada Kamis (18/12/2025).

Bahkan Ade juga mendadak batal menghadiri Peresmian Wisata Kawung Tilu Kecamatan Cikarang Timur pada hari yang sama.

Keberadaan Ade juga sempat dipertanyakan terlebih ketika ramai desas-desus di kalangan pewarta mengenai OTT KPK pada Kamis. Sampai akhirnya, KPK membenarkan Ade ditangkap dalam operasi tangkap tangan.

Terkait hal itu juga Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, mengatakan, terakhir kontak langsung dengan Ade dua hari lalu.

“Terakhir kontak dua hari lalu, enggak ada masalah apa pun,” kata Asep usai Apel Hari Bela Negara di Plaza Pemkab Bekasi, Jumat (19/12/2025).

Terakhir pada Kamis, Asep mendapatkan disposisi bupati untuk mewakili menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung.

Asep memastikan pemerintahan berjalan normal usai Ade ditangkap. Namun, Asep enggan memberikan pertanyaan lebih lanjut terkait OTT tersebut.

“Jadi karena beritanya baru rilis, jadi saya belum bilang apa-apa. Mudah-mudahan baik-baik saja, jadi karena bertanya belum ada, masih simpang siur,” kata Asep.

“Yang pasti hari ini Bekasi tetap seperti biasa pemerintahan berjalan dengan lancar,” katanya.

Aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga terpantau normal usai penyegelan tujuh ruangan di Pemkab Bekasi.

Tampak sejumlah ASN masih beraktivitas berlalu-lalang ke perkantoran Pemkab Bekasi. Sejumlah petugas keamanan juga berjaga di pintu masuk lobi kantor bupati dan di depan ruangan bupati. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru