Senin, 22 Juli 2024

JANGAN TERLAMBAT..! Komjen Dharma Pongrekun Himbau Pihak Berwenang Sita dan Musnahkan Nyamuk Wolbachia di Bandung

JAKARTA- Para pemangku kewenangan dihimbau untuk turut serta memperhatikan dan menjaga keselamatan fitrah rakyat sebagai hukum yang tertinggi. Hal ini disampaikan oleh Komjen Dharma Pongrekun dari Gerakan Sehat untuk Rakyat Indonesia (Gesuri) kepada pers di Jakarta, Jumat (15/12) menanggapi sikap pemerintah yang membiarkan penyebaran nyamuk Wolbachia terus berlangsung di Bandung.

“Jadi sebaiknya pihak yang berwenang menghentikan penyebarannya, bahkan menyita semua telur nyamuk berwolbachia untuk dimusnahkan agar masyarakat Bandung dapat hidup dengan tenang, tentram dan damai dalam kesimbangan ekosistem alam semesta ini,” ujarnya

“Tanpa adanya rekayasa keadaanan apapun. Karena Tuhan sudah mengaturnya dengan sempurna,” tegas mantan wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) ini.

Ia menegaskan agar masyarakat waspada akan dampaknya. Karena sampai detik ini belum ada jaminan keamanan dari efek penyebaran nyamuk berwolbachia tersebut.

“Dan lakukanlah 3M secara rutin dua kali dalam seminggu untuk memastikan lingkungannya aman dari nyamuk apapun itu,” tegasnya.

Bandung Menolak Wolbachia

Sebelumnya, program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam penyebaran nyamuk berwolbachia di Indonesia, salah satunya di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, kembali menuai penolakan. Program tersebut dianggap tidak efektif untuk jangka panjang.

Penolakan itu salah satunya terungkap dalam diskusi ”Membasmi Hoaks dalam
Nyamuk Wolbachia dengan Ilmu” yang diselenggarakan Yayasan Superconnection Inovasi Insani di SMK Nasional, Kota Bandung, Sabtu (9/12/2023) lalu.

Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia Subagja Husein mengatakan, pihaknya menolak metode yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pihaknya pun akan bergerak ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar menghentikan program tersebut di Jabar.

Berdasarkan hasil paparan diskusi, Aria tetap menolak. Menurut dia, meski DBD dapat dihindarkan, tetapi khawatir timbul masalah baru dengan potensi penyakit lain, seperti infeksi pada otak manusia. Hal itu malah semakin memperparah.

”Demam berdarah ini sudah siklus alam. Kita diajarkan oleh para leluhur kita untuk harmoni dengan alam. Bukan berarti merusak alam, bukan juga merusak sistem kehidupan alamnya. Biarkan ada nyamuk aegypti demam berdarah. Kan sudah ada solusi. Dengan 3M plus, itu yang harus kita lakukan. Nanti dengan sendirinya dia akan mati. Karena itu, penggunaan bakteri wolbachia pada nyamuk sudah di luar fitrah,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Kun Wardoyo Abyoto ahli Fisika Quantum yang juga pemerhati kesehatan, menuturkan, program penyebaran nyamuk ini dilakukan terus-menerus dan timbul prokontra di lapangan. Banyak masyarakat yang khawatir terhadap dampak jangka panjang dari program penyebaran nyamuk ini.

”Maka dari itu, kita ingin menyampaikan ke Pak Menteri, banyak hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Karena dari segala aspek yang ada, kita melihat di sini adanya risiko dan juga ketidakpastian,” katanya.

Menurut dia, untuk bisa menyelamatkan kesehatan masyarakat maupun lingkungan serta pertahanan dan keamanan nasional, perlu duduk bersama dalam mencari solusi terbaik.

”Kami sangat prihatin dan juga yang sangat hati-hati dan waspada terhadap penyebaran nyamuk ini. Yang kita inginkan itu adalah tidak terjadinya risiko. Sekarang ini kan yang kita lihat di beberapa negara lain, memiliki masalah. Untuk itu, kita tidak mau seperti negara-negara yang memiliki masalah itu,” ucapnya.

Berhati-hati

Pada kesempatan yang sama, mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadhilah Supari meminta pemerintah agar berhati-hati dalam penyebaran nyamuk wolbachia.

”Jangan sampai warga negara kita hanya dijadikan objek untuk penelitian dan kepentingan asing. Ini jelas-jelas kepentingan asing. Artinya, jangan sampai setelah terjadi dampak negatifnya, tidak ada yang bisa bertanggung jawab. Di banyak negara, setelah disebarkan nyamuk ini, DBD malah meningkat,” ucapnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru