Minggu, 23 Juni 2024

JEBAKAN BUAT JOKOWI NIH..! MK Kabulkan Gugatan Beri Peluang Gibran Nyawapres

JAKARTA – Putusan Mahkamah Kontitusi (MK) mengabul gugatan mahasiswa UNS, yang akan memberi peluang Gibran Rakabumi mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Pengamat politik Dr. Maruly H. Utama mengatakan ini jebakan yang menggoda buat Presiden Joko Widodo.

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Gugatan ini dimohonkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta (Unsa) bernama Almas Tsaqibbirru.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang pembacaan putusan, Senin (16/10)

Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sedianya berbunyi,

“Persyaratan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden adalah: berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun.”

Atas putusan MK ini, seseorang yang pernah menjabat sebagai kepala daerah atau pejabat negara lainnya yang dipilih melalui pemilu bisa mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden meski berusia di bawah 40 tahun.

“Menyatakan Pasal 169 huruf q Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109) yang menyatakan, “berusia paling rendah 40 tahun” bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah,” ujar hakim Anwar Usman.

Dengan demikian, Pasal 169 huruf q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu selengkapnya berbunyi,

“Berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.” MK menyatakan, putusan ini berlaku mulai Pemilu Presiden 2024.

Adapun dalam gugatannya, pemohon menyinggung sosok Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Pemohon menilai, Gibran merupakan tokoh yang inspiratif.

“Bahwa pemohon juga memiliki pandangan tokoh yang inspiratif dalam pemerintahan di era sekarang yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surakarta di masa periode 2020-2025,” bunyi gugatan yang dibacakan kuasa hukum pemohon secara daring dalam persidangan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2023).

Atas dasar itulah, pemohon berpendapat, sudah sepatutnya Gibran maju dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun, kemungkinan tersebut terhalang oleh syarat usia minimal capres-cawapres, lantaran Gibran kini baru berumur 35 tahun.

“Bahwa pemohon tidak bisa membayangkan terjadinya jika sosok yang dikagumi para generasi muda tersebut tidak mendaftarkan pencalonan presiden sedari awal.

Hal tersebut sangat inkonstitusional karena sosok wali kota Surakarta tersebut mempunyai potensi yang besar dan bisa dengan pesat memajukan Kota Solo secara pertumbuhan ekonomi,” demikian argumen pemohon.

Sebelumnya, MK menolak tiga permohonan uji materi aturan yang sama yang diajukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, dan sejumlah kepala daerah.

Jebakan Buat Jokowi

Pengamat politik Dr. Maruly H. Utama menyebutkan bahwa keputusan MK yang memberikan peluang pada Gibran merupakan jebakan godaan pada Presiden Jokowi, apakah dirinya seorang negarawan atau seorang nepotis.

“Dan Jokowi tidak mudah dijebak seperti ini. Sekarang tinggal menunggu putusan Jokowi apakah mengijinkan Gibran Rakabumi maju menjadi cawapres atau justru melarangnya seperti melarang Kaesang untuk maju di Depok,” ujarnya kepada Bergelora.com

Menurutnya kalau Jokowi mengijinkan maka akan membenarkan bahwa Mahkamah Konstitusi adalah Mahkamah Keluarga (MK) Jokowi, karena Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman adalah ipar Presiden Jokowi.

“Maka semua kerja dan citra positif Jokowi.akan runtuh seketika. Masyarakat akan berpikir bahwa Jokowi membangun kembali rezim KKN warisan Orde Baru,” tegasnya.

Ia yakin Presiden tidak akan mewarisi sistim yang dirusak oleh nepotisme yang bersumber dari dirinya akibat termakan oleh putusan MK itu.

“Jokowi pasti akan membuktikan bahwa dirinya bukan seperti itu. Masakan Indonesia sudah dibangun 10 tahun kemudian dirusak sendiri olehnya,” ujarnya
(Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru