JAKARTA – Laga final Piala Dunia edisi ke 23, antara juara bertahan Argentina versus Spanyol bakal berlangsung ketat, seru dan sengit, Senin (20/7) dini hari WIB
Stadion New Jersey, New York menjadi saksi bisu partai penutup turnamen yang dipentaskan empat tahun sekali. Apakah Spanyol sukses membawa pulang Tropy untuk kedua kalinya menyusul capaian pendahulunya di piala Dunia 2010 ataukah Argentina berhasil mempertahankan gelar piala bergengsi yang dipetik pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Yang pasti laga puncak turnamen yang diikuti 48 negara, akan menarik dan seru. Kedua tim bakal bertarung habis-habisan dan kedua arsitek, Lionel Scolany dari Argentina dan Luis de la Fuente meracik strategi yang jitu untuk pertarungan bergengsi ini.
Menariknya laga ini, laga antar benua. Agentina dari Amerika Selatan, sementara Spanyol di benua Eropa. Prestasi keduanya pun tidak kaleng kaleng.
Timnas Argentina adalah kekuatan paling dominan di kawasan Amerika Selatan dengan rekor 16 gelar juara CONMEBOL Copa América. Sedang Spanyol Prestasi terbaik di Piala Eropa (Euro) adalah menjadi Juara, yang berhasil mereka raih sebanyak empat kali (1964, 2008, 2012, dan 2024). Pencapaian ini menjadikan La Furia Roja sebagai negara dengan gelar juara Piala Eropa terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.
La Albiceleste (Si Putih-Biru Langit) yang merujuk pada warna seragam dan bendera Argentina sebagian besar masih mengandalkan materi pemain yang berlaga di pildun 2022 Qatar. Seperti Kapten, Mega Bintang ,Lionel Messi (39 th), penjaga gawang terbaik piala dunia Qatar, Emilliano Martinez, Nicolas Tagliafico, Cristian Romero, Liandro Martinez, Leandro Paredes, Rodrigo de Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandes, Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez. Mereka ini masih menjadi tulang punggung skuad Argentina di piala dunia 2026.
Sementara Spanyol, perpaduan pemain muda dengan senior. Pelatih Luis de la Puente juga masih menyertakan pemain-pemain yang berlaga di Qatar tahun 2022. Diantaranya, Kiper Unai Simon dan David Raya, Laporte, Rodri, Gavi, Pedri, Nico Williamd, Dani Olmo , Ferran Torres.
Perang di Lini Tengah
Partai puncak ini menjanjikan pertarungan taktik tingkat tinggi antara dua filosofi sepak bola yang sangat berbeda namun sama-sama mematikan.
Kedua pelatih baik dari Argentina maupun Spanyol sudah mengantongi strategi yang jitu untuk melumpuhkan masing permainan keduanya. Tinggal diterapkan para pemain di lapangan dengan penuh disiplin.
Penampilan pemain-pemain Spanyol semakin menyala dan ganas di lapangan. Pasukan dikapteni Rodri, semakin percaya diri setelah menumbangkan Prancis di semi final. La Roja yang memiliki karakter permainan penguasaan bola dan kolektivitas tampil ganas, bahu membahu di semua lini, didukung tenaga usia muda.
Pasukan yang dibesut Luis de la Fuente, sejak akhir tahun 2022, menampilkan sepak bola modern yang mengandalkan penguasaan bola, pergerakan dinamis antarlini, dan organisasi pertahanan yang solid. Keberhasilan mereka mendominasi Prancis di semifinal membuktikan kematangan generasi baru La Furia Roja dalam membongkar pertahanan berlapis. Transisi cepat dari menyerang ke bertahan menjadi kunci utama yang membuat mereka sangat sulit ditebak.
Sementara kekuatan Argentina bermain efisien dan memiliki Mental Juara. Lionel Messi dan kawan-kawan sudah membuktikan itu ketika menghadapi Mesir dan Inggeris, disaat ketinggalan gol mereka bangkit dan memenangkannya dipenghujung pertandingan.
Di sisi lain, Argentina sangat mengandalkan efektivitas, pengalaman, dan kepemimpinan Maestro, Lionel Messi. La Pulga menjadi kunci La Abiceleste.
Tim Tango sangat pintar dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi gol dan memiliki determinasi tinggi dalam mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir.
Makanya yang menjadi kunci dalam pertarungan ini adalah perang dilini tengah lini yang begitu vital . Siapa yang berhasil menguasai lini ini, peluang menang lebih terbuka.
Kemungkinan Pelatih Argentina, Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-4-2, manahan lajunya lajunya gempuran Rodri dkk. Juan Alvares, masih menjadi pilihan. Kemudian empat pemain lini tengah, Fernandez, Mac Alister, Paredes dan Simeone atau de Paul bertarung dengan Olmo, Ruiz dan Rodrigo. Pergerakan pemain-pemain Spanyol selalu mobile baik dalam mengalirkan bola maupun melapis pertahanan saat kehilangan bola.
Lini tengah Spanyol harus bisa memenangi penguasaan bola untuk membatasi suplai umpan ke lini serang Argentina.
Untuk sektor pertahanan de la Puente akan menempatkan duet bek tengah tangguh, Laporte dan Pau Cubarsi mengawasi Mega bintang Messi. Dua wing dijaga Cucurella dan Porro di kanan. Keduanya ini bertugas menuntaskan gempuran, Alvares, Fernandes .
Sedang sektor pertahanan Argentina, dikawal Romero, Molina,Tagliaffico dan L Martinez bakal bekerja keras menghadapi tekanan, trio depan, Baena, Oyarzabaldan bintang muda, Lamine Yamal.
Pergerakan monster lapangan, La Pulga, Messi akan menjadi ancaman utama, sehingga sektor pertahanan Spanyol wajib menjaga kedisiplinan dan tidak memberikan ruang tembak di area sepertiga akhir pertahanan.
Argentina mengandalkan perpaduan sempurna antara determinasi taktis, kepemimpinan Lionel Messi, dan efektivitas lini depan. Lebih fleksibel dalam penguasaan bola dibandingkan Spanyol, namun sangat mematikan melalui serangan balik cepat dan efisiensi penyelesaian akhir.
Dalam laga ini, Spanyol kemungkinan besar akan mengambil inisiatif menyerang sejak menit pertama untuk mencetak gol cepat. Sebaliknya, Argentina akan bermain lebih sabar, menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik atau mengandalkan kejeniusan dan kecerdikan Messi melalui skema bola mati maupun umpan kunci.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji Spanyol sebagai tim luar biasa dan menyatakan timnya siap tempur dengan strategi yang sudah dianalisis. Ia juga menyebut laga ini sangat emosional karena akan menghadapi Luis de la Fuente, mantan instrukturnya saat mengambil lisensi kepelatihan di Spanyol.
Scaloni menganggap La Furia Roja pantas melaju ke final setelah tampil impresif di semifinal. Ia menyebut lawan mereka kali ini sebagai tim yang hebat.
Sementara Luis de la Fuente mengaku selalu mengikuti perkembangan karier Scaloni dan merasa bangga melihat anak didiknya mampu membawa Argentina kembali ke final Piala .
Optimistis dengan skuad muda Spanyol, legenda sepak bola Spanyol Vicente del Bosque mewakili kubu timnas mewanti-wanti agar skuad La Roja tidak jemawa.
Ia menjadikan kemampuan comeback dramatis Argentina di menit akhir saat melawan Inggris sebagai peringatan keras. (Eddy Lahengko)

