Jumat, 14 Juni 2024

Jokowi: Tugas Pertamina Wujudkan Impian Bung Karno

JAKARTA- Presiden Joko Widodo berharap penugasan Dwi Sutjipto sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina bisa mewujudkan cita-cita Bung Karno ketika mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibidang minyak dan gas bumi di Indonesia ini. Impian terbesar Bung Karno saat itu menjadikan Permina (sekarang Pertamina-red) sebagai Perusahaan Minyak Terbesar di Asia bahkan menjadi pemain besar di dunia. Hal ini ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam akun facebook Ir H Joko Widodo, Sabtu (29/11) pagi dikutip Begelora.com.

“Namun impian Bung Karno seperti kita tahu kandas karena perkembangan politik pada saat itu yang tak lepas dari dialektika dan dinamika geopolitik internasional,” ujarnya.

Pertamina menurut Joko Widodo adalah BUMN terbesar di Indonesia, perusahaan yang awalnya didirikan pada masa Pemerintahan Bung Karno pada tahun 1957 dengan nama PT Permina (Perusahaan Minyak Negara).

“Lika-liku sejarah Pertamina sendiri seolah serupa dengan sejarah bangsa ini, ada masa jatuhnya, ada masa bangunnya. Kini Pertamina menjadi perusahaan terbaik dunia ke -122 dari 500 perusahaan besar dunia, tentunya kita ingin lebih dari itu,” ujarnya.

Menurut Presiden, dengan sumber daya manusia Indonesia yang sudah kampiun cerdasnya, dengan mengembangkan inovasi-inovasi baru maka Pertamina harus ngebut untuk menjadi perusahaan minyak terbesar di Asia, setidak-tidaknya di Asia Tenggara.

“Penunjukkan Dwi Sutjipto sebagai Dirut Pertamina melalui Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno, tentunya mengandung harapan besar membawa Pertamina bukan hanya revitalisasi atas manajemen yang runtut, tapi juga bagaimana membawa Pertamina meloncat jauh ke depan menjadi Perusahaan energi terbesar di Asia,” tegasnya.

Memiliki Visi

Sebelumnya pengamat minyak dan gas, Yoga Suprapto menepis keraguan sebagian orang terhadap kemampuan Dwi Sutjipto dalam membenahi Pertamina. Menurutnya ada banyak orang yang mengerti persoalan minyak dan gas bumi terutama di dalam Pertamina sendiri, tetapi yang dibutuhkan untuk memimpin Pertamina saat ini adalah seseorang yang memiliki visioner.

“Untuk dirut Pertamina lebih penting orang yang jujur dan bersih, visioner, berani me lakukan terobosan global, tidak terkooptasi politik dan tidak terbebani masalah masa lalu. Sulit cari yang begini di lapis atas Pertamina sekarang,” ujarnya

Menurutnya, latar belakang pendidikan dan pengalaman Dwi Sutjipto sudah memenuhi syarat untuk memimpin Pertamina, yang terpenting saat ini adalah karakternya.

“Pengetahuan migas itu gampang, satu dua bulan belajar juga bisa. Apalagi latar belakang S1 Dwi Sutjipto insinyur kimia teknik. Untuk rekruitment pimpinan Pertaminan jargonnya masih we hire character, we train knowledge,” ujarnya

Soal kesanggupan Dwi Sutjipto untuk menghadapi mafia migas menurut Yoga bukan tergantung pada Dirut Pertamina atau Menteri ESDM,–tapi tergantung presidennya.

“Itu sama sekali tidak tergantung Dirut Pertamina atau Men ESDM sekalipun, tetapi tergantung Presiden, pimpinan Parpol dan DPR. Karena bisnis migas banyak dimanfaatkan untuk pembiayaan mesin politik,” ujarnya.

Ia mengingatkan, selama pemilu dan pilkada masih dikuasai dan harus disponsori Parpol maka harus ada sumber dananya yang selama ini sudah menjadi rahasia umum.

“Dari BLBI, Century, Hambalang, Haji dan tentunya Migas. Niat Presiden Jokowi sudah benar dan berani. Menaikkan harga BBM, mau mendirikan Kilang BBM, memilih orang-orang migas bersih. Kita lihat saja pasti banyak tentangan dari DPR dan Parpol termasuk PDIP sendiri. Jaman SBY dan Megawati pun, niat memberantas mafia Migas nggak terdengar atau terasa,” ujarnya mantan Presiden Direktur PT Badak NGL Co ini. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru