Sabtu, 15 Juni 2024

KAPASITASNYA TIDAK PAS..! Habiburokhman: Bamsoet Jangan Jadikan Rekonsiliasi untuk Cari Panggung

JAKARTA – Waketum Partai Gerindra Habiburokhman mengkritik Waketum Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet yang berbicara gagasan rekonsiliasi kubu 01, 02, dan 03. Dia meminta Bamsoet jangan menjadikan rekonsiliasi tersebut sebagai komoditas politik pribadi.

“Bambang Soesatyo baiknya jangan jadikan rekonsiliasi sebagai komoditas politik pribadi untuk sekedar cari panggung,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Habiburokhman mempertanyakan kapasitas Bamsoet menginisiasi hal tersebut. Dia menyebut Bamsoet juga tak bisa mengatasnamakan diri sebagai lembaga MPR.

“Kapasitas beliau tidak pas untuk menginisiasi rekonsiliasi. Sebagai Ketua MPR, beliau tidak bisa begitu saja mengatasnamakan lembaga, sebagai pribadi beliau tidak bisa mewakili Partai Golkar karena bukan ketua umum,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR ini pun memastikan rekonsiliasi mantan paslon Pilpres 2024 juga sudah berjalan. Dan arahnya, kata dia, terkait persatuan nasional.

“Rekonsiliasi eks kontestan Pilpres 2024, yakni kubu paslon 1, 2, dan 3, sudah dan sedang berjalan dengan amat baik. Para pimpinan ketiga elemen sudah menjalin komunikasi yang mengarah ke penguatan kembali persatuan nasional. Biarlah rekonsiliasi berjalan natural agar bisa lebih bermakna,” ujar dia.

Soal Rekonsiliasi

Kepada Bergelora.com di Jakaeta dilaporkan, Bamsoet sebelumnya menyatakan akan membuat acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03. Acara tersebut direncanakan bakal digagas bersama dengan politikus Maruarar Sirait.

Hal itu disampaikan dalam acara ‘Tribute to Bang Akbar Tandjung’ di gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Minggu (19/5). Mulanya Bamsoet menyapa para undangan yang hadir.

“Maruarar Sirait ini adalah tokoh PDI Perjuangan yang sekarang sedang mengukir sejarah menjadi tokoh Gerindra. Gagasan ini gagasan yang luar biasa,” kata Bamsoet dalam sambutannya.

Bamsoet kemudian menyinggung salah satu gagasan yang ingin dibawa Maruarar dan dirinya untuk menciptakan acara rekonsiliasi. Ia ingin ada suasana yang damai setelah Pilpres 2024 berlangsung.

“Kami bersama Mas Ara juga sedang menyiapkan sebuah gagasan rekonsiliasi nasional. Bagaimana kita mempertemukan dalam suatu forum diskusi yang hangat, bicara tentang bangsa dan negara antara 01, 02, dan 03 dalam waktu dekat ini,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menyebut tantangan bagi pemerintahan ke depan tak mudah. Untuk itu, katanya, setiap pihak mesti mendorong adanya kerja sama dan kerukunan.

“Tantangan ke depan bangsa ini sangat berat, sehingga perlu kekompakan, kegotongroyongan dan saling memahami, saling mendukung satu sama lain antara presiden terpilih Prabowo Subianto dan presiden hari ini, Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya menjadi satu membangun bangsa dan negara ke depan,” imbuhnya. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru