Selasa, 23 Juli 2024

KEJAM BANGET NIH..! Siswa SMP Mati Disiksa Polisi Padang, Kompolnas ke TKP Dini Hari

PADANG – Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional Benny Mamoto mendatangi tempat kejadian perkara meninggalnya pelajar AM (13) di jembatan Sungai Batang Kuranji, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/6/2024) pukul 03.00 WIB dinihari.

Benny didampingi Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyaksikan olah tempat kejadian perkara yang digelar pihak kepolisian.

“Kami dari Kompolnas selaku pengawas eksternal bersama dari Kementerian PPA.”

“Kami datang ke TKP pada jam kejadian untuk mendapatkan gambaran situasi di TKP, sehingga kami mewawancara dengan saksi kami sudah punya modal,” kata Benny kepada wartawan usai olah TKP, Kamis (27/6/2024) dini hari.

Menurut Benny, pihaknya akan memperdalam hasil wawancara itu dan membutuhkan waktu untuk menindaklanjutinya.

Dari hasil olah TKP, menurut Benny, setidaknya pihaknya tahu di mana titik korban dengan saksi A terjatuh jaraknya berapa.

“Ketika berbicara kedengaran atau tidak. Tadi tergambar bahwa apa yang dibicarakan (melompat) korban ke A itu kedengaran, karena tidak terlalu jauh,” sebut Benny.

‘Kemudian cahaya, penerangan, kemudian situasi jarak antara jalan dengan lobang bisa tergambar di situ.”

“Beberapa kemudian apakah dia (AM) terpeleset jatuh ketika mau lompat ke sebelah (jembatan). Atau memang sengaja melarikan diri ke sungai, tapi tidak mengira sungai itu tidak ada airnya, atau kering. Sehingga jatuhnya ke batu,” lanjut Benny.

Menurut Benny, pihaknya bersama-sama dengan Polda Sumbar, membuka seterang-terangnya peristiwa yang terjadi untuk menjawab kesimpangsiuran yang beredar.

Ketika isu beredar tidak berangkat dari fakta yang tidak bisa dibuktikan, ini akan membuat bingung publik.

“Makanya kami ingin berangkat dari fakta dulu, barulah mana-mana ada kesesuaian atau tidak,” kata Benny.

Kepada Bergelora.com.di Jakarta dilaporkan dati Padang, Minggu (9/6/2024) polisi menemukan jenazah remaja laki-laki tanpa identitas sekitar pukul 12.00 WIB.

Jenazah tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang, kemudian dijemput pihak keluarga yang sebelumnya kehilangan salah seorang anggota keluarganya.

Sebelum ditemukan tewas, AM berada di Jembatan Kuranji, di mana saat itu diduga sedang terjadi aksi tawuran sehingga polisi datang ke lokasi kejadian.

Polisi sempat mengamankan sejumlah orang yang diduga akan melakukan tawuran, namun kemudian dilepas, dan hanya satu yang diperiksa intensif karena membawa senjata tajam.

Suharyono menyebutkan korban AM diduga terjun dari atas jembatan sebelum ditemukan tewas. Kendati demikian, Suharyono mengatakan, demi memastikan penyebab kematian pihaknya masih menunggu hasil otopsi jenazah.

Sementara, berdasarkan hasil investigasi LBH Padang ditemukan dugaan penganiayaan di tubuh AM berupa luka-luka lembam.

Anak Saya Disiksa Bukan Terjun dari Jembatan !

Sebelumnya dilaporkan, Anggun (32), ibu siswa SMP AM (13) yang tewas di Sungai Batang Kuranji, Padang, Sumatera Barat tidak terima anaknya disebut meninggal karena terjun dari jembatan. Anggun meyakini anaknya meninggal karena mendapat penyiksaan sebelum tewas.

Anggun (kanan) ibu pelajar SMP di Padang yang tewas di sungai Batang Kuranji Padang, Sumatera Barat. (Ist)

“Saya yakin anak saya tidak terjun dari jembatan, tapi terlebih dulu disiksa sebelum meninggal,” kata Anggun kepada, Rabu (26/6/2024) di Padang.

Menurut Anggun, keyakinannya itu juga berdasarkan adanya keterangan dari teman AM yang sama-sama diamankan di Polsek Kuranji, Minggu (9/6/2024).

Anggun menyebutkan temannya melihat AM ikut diamankan bersama teman-temannya oleh polisi ke Polsek Kuranji.

“Bahkan temannya itu mendengar anak saya meminta ampun kepada polisi yang memukulinya,” jelas Anggun.

Namun, kata Anggun, teman AM itu tidak diperbolehkan melihat ke belakang karena mendapat ancaman.

Anggun menyebutkan telah mencoba meminta rekaman CCTV yang ada di Polsek Kuranji. Baca berita tanpa iklan.

“Tidak dikasih dengan alasan tidak ada rekaman yang menghadap ke depan,” jelas Anggun.

Selain itu, kata Anggun, yang menguatkan dugaan AM disiksa adalah adanya bekas penyiksaan di tubuh AM.

“Di tubuh anak saya ada bekas tendangan dan pukulan. Itu membuat saya yakin anak saya bukan terjun dari jembatan,” kata Anggun.

Anggun berharap tabir kematian anaknya segera dapat diungkap dan dirinya mendapat keadilan dari kematian AM. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru