test
Minggu, 26 Mei 2024

KEREN BANGET NIH..! China Minta Operator Seluler Siapkan Pengganti Chip Bikinan Asing, Prosesor Intel dan AMD Ikut Dilarang

JAKARTA- China melancarkan aksi serangan balasan terhadap AS, yaitu dengan meminta operator seluler untuk menyiapkan pengganti chip jaringan bikinan asing.
Operator tersebut adalah China Mobile dan China Telecom, termasuk semua operator yang dimiliki oleh pemerintah. Mereka diminta oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China untuk mengecek jaringannya yang masih menggunakan chip buatan asing.

Para operator tersebut diminta menyiapkan rencana untuk mengganti chip yang tak dibuat di China, demikian dikutip dari Engadget, Kamis (18/4/2024).

China sudah bisa melakukan penggantian chip buatan asing ke lokal karena perkembangan kualitas chip bikinan lokal mereka sudah meningkat drastis, baik dari kualitas maupun performa.

Terutama karena beberapa perusahaan China, misalnya Huawei, terkena sanksi dari AS dan tak bisa lagi menggunakan chip yang dibuat dengan teknologi asal AS. Alhasil mereka harus mendesain dan memproduksi chip sendiri.

Pemerintah China pun tengah menyiapkan dana hingga USD 40 miliar untuk mendanai industri semikonduktor lokalnya.

Larang Intel dan AMD

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan sebelumnya diberitakan, China juga sudah melarang penggunaan teknologi AS di perangkat milik pemerintah, tepatnya prosesor Intel dan AMD. Mereka juga sudah berupaya mengganti sistem operasi Microsoft Windows dengan OS bikinan lokal.

Mereka juga sudah merilis daftar prosesor dan OS bikinan China yang boleh dipakai. Di antaranya adalah chip buatan Huawei dan Phytium. Sementara sistem operasi yang dibolehkan adalah yang berbasis Linux.

Padahal bagi perusahaan seperti Intel dan AMD, China adalah pasar mereka yang paling besar. Intel misalnya, 27% dari total penjualannya (sekitar USD 54 miliar) berasal dari China. Sementara AMD 15% total penjualannya juga berasal dari China (sekitar USD 23 miliar).

Pedoman pengadaan pemerintah China juga berupaya menggantikan sistem operasi Microsoft Windows dan software database buatan asing dengan alternatif buatan dalam negeri.

Kebijakan ini berlaku untuk badan pemerintahan dan organisasi partai di atas tingkat kota yang diminta untuk mempertimbangkan prosesor dan sistem operasi yang aman dan andal saat melakukan pengadaan.

Kebijakan ini diumumkan oleh Kementerian Keuangan China dan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China pada 26 Desember.

Di hari yang sama, Pusat Evaluasi Keamanan Teknologi Informasi China merilis daftar prosesor dan sistem operasi buatan China yang aman dan andal.

Ada 18 prosesor yang disetujui oleh pemerintah China, yang di antaranya merupakan chip buatan Huawei dan Phytium. Prosesor buatan China ini dibuat menggunakan arsitektur seperti x86 dan Arm, serta sistem operasinya berasal dari Linux, seperti dikutip dari Financial Times, Senin (25/3/2024).

Kebijakan pengadaan baru ini merupakan strategi nasional untuk swasembada teknologi di sektor militer, pemerintah, dan negara. Dengan strategi yang dikenal dengan nama ‘xinchuang’ ini, China ingin melepaskan diri dari teknologi asing dan beralih ke teknologi lokal pada tahun 2027.

Raksasa teknologi AS seperti Intel, AMD, dan Microsoft akan menjadi perusahaan yang terkena dampak paling besar. China merupakan pasar terbesar Intel tahun lalu yang menyumbangkan 27% dari total penjualan sebesar USD 54 miliar.

Negeri Tirai Bambu juga berkontribusi memberikan 15% dari total penjualan AMD sebesar USD 23 miliar. Microsoft tidak mengungkap penjualan di China, tapi Presiden Microsoft Brad Smith tahun lalu mengatakan China menyumbangkan 1,5% dari total pendapatan.

Intel dan AMD bisa saja mendaftar ke pemerintah China agar dimasukkan ke dalam daftar prosesor yang disetujui. Tapi prosesnya tidak akan cepat dan mudah.

Chip buatan asing yang ingin dievaluasi harus memberikan dokumentasi riset dan pengembangan serta kode produk secara penuh. Pemerintah China juga menerapkan beberap kriteria seperti tingkat desain, serta produksi dan pengembangan yang dilakukan di China. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru