JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyelesaikan masalah pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Kalimantan.
“Kami harus akui di beberapa wilayah khususnya di Kalimantan masih ada pemadaman beberapa titik. Karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” kata Bahlil usai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan dikutip Bergelora.com di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Bahlil mengungkapkan, pemadaman listrik di Kalimantan dilatarbekalangi karena masalah pemeliharaan.
Ia mengaku mendapat informasi itu dari PT PLN (Persero) sehingga semestinya tidak ada persoalan energi yang memengaruhi pemadaman.
“Jadi ada pemeliharaan yang terjadi, bahkan ada beberapa, konon cerita, dari PLN bahwa terkait dengan jaringan induk juga,” ujar Bahlil menjelaskan.
Oleh karenanya, ia akan berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan listrik secepatnya.
“Tapi kami akan selesaikan dalam waktu dekat,” kata ketua umum Partai Golkar itu.
Pemadaman Listrik di Kalimantan
Sebagai informasi, wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami pemadaman listrik bergilir.
Pemadaman di sejumlah wilayah ini memicu aksi demonstrasi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada 28 dan 29 Juli 2026.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng Iwan Soelistijono menjelaskan, pemadaman terjadi lantaran adanya penurunan kemampuan pasokan daya pada sistem interkoneksi di Kalimantan.
Ada tiga unit pembangkit listrik yang mengalami gangguan, yakni generator PLTU Asam-Asam pada 23 Juli 2026, kebocoran pipa boiler pada salah satu unit pembangkit IPP PLTU di Gunung Mas, dan gangguan sistem pelumasan turbin pada PLTU IPP PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong.
Kondisi itu berdampak terhadap terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalsel dan Kalteng.
“Berdasarkan progress pemulihan saat ini, salah satu unit pembangkit PLTU di Tabalong, yang punya daya pasok 100.00 Watt, sudah beroperasi kembali yang memasok sistem interkoneksi di Kalimantan, pada tanggal 28 Juli lebih cepat dua hari dari yang direncanakan,” kata Iwan dalam konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Kendati demikian, PLN berupaya mempercepat masalah.
Sejauh ini, kata Iwan, durasi pemadaman listrik berkurang dari yang sebelumnya rata-rata enam jam telah berkurang menjadi tiga jam. PLN menargetkan pemadaman listrik berakhir pada awal Agustus 2026.
Pemulihan salah satu unit pembangkit PLTU SLK di Gunung Mas, yang mengalami gangguan daya tampung 100 MW, ditargetkan selesai pada 5 Agustus 2026.
“Dengan progress yang ada saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada Minggu pertama Agustus 2026,” ujar Iwan. (Web Warouw)

