Senin, 15 Juli 2024

MALAH MAKIN GENCAR..!! Perundingan Gencatan Senjata Buntu, Israel Tidak Mau Penghentian Pertempuran Permanen

JAKARTA – Pejabat senior Israel mengatakan perundingan gencatan senjata dalam perang di Gaza menemui jalan buntu.

“Para mediator tidak dapat menyampaikan gagasan kepada Hamas bahwa tidak akan ada kesepakatan yang lebih baik daripada yang diusulkan oleh Israel,” kata pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya itu kepada Channel 12, Sabtu (22/6/2024).

Pejabat Israel itu justru menyalahkan Hamas atas kebuntuan tersebut.

Ia mengulangi perkataan para pejabat Israel dan AS bahwa keputusan ada di tangan Hamas dan bahwa menghentikan perang ada di tangan mereka.

“Kami telah mencapai situasi di mana tidak ada perkembangan,” ujarnya.

“Israel telah melangkah sejauh yang mereka bisa.”

“Presiden Biden telah menyetujui proposal tersebut.”

“Dewan Keamanan PBB memberikan suara pada proposal agar Israel menghentikan perang.”

“Tidak ada lagi ruang untuk diskusi tambahan, dan mediator tidak lagi memiliki pengaruh terhadap [Yahya] Sinwar [pemimpin Hamas di Gaza], yang berada dalam kesulitan dalam mengambil keputusan,” tambahnya.

Terlepas dari retorika ini, Israel nyatanya belum menerima proposal gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden pada bulan Mei lalu, The New Arab melaporkan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan dengan jelas bahwa Israel tidak mendukung gencatan senjata permanen.

Permintaan Israel tampaknya agar Hamas melepaskan semua sandera saat ini dengan imbalan gencatan senjata sementara.

Sedangkan usulan Biden yaitu pembebasan sandera secara bertahap sebagai imbalannya gencatan senjata sementara yang pada akhirnya akan mengarah pada gencatan senjata permanen.

Namun, kesepakatan ini pun tidak menjamin perdamaian, karena Israel dapat secara sepihak mengakhiri gencatan senjata sementara pada Fase Satu rencana tersebut.

Hamas mengatakan mereka hanya akan mendukung kesepakatan yang mencakup gencatan senjata permanen.

Seminggu sebelum rencana Biden, Hamas menerima kesepakatan Mesir-Qatar yang akan membebaskan setiap tawanan Israel.

Israel menolak rencana ini dan melanjutkan serangan brutalnya terhadap Rafah.

Pada hari Jumat lalu, kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan pihaknya masih tertarik untuk bernegosiasi.

“Hamas terbuka untuk terlibat dengan proposal atau inisiatif apa pun yang menjamin landasan posisi perlawanan Palestina dalam negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza,” katanya.

Haniyeh juga menekankan bahwa Hamas memprioritaskan untuk mengakhiri perang kriminal terhadap rakyat Palestina.

Dalam seminar dialog, Haniyeh sekali lagi menguraikan tuntutan Hamas, yaitu gencatan senjata permanen, rekonstruksi, pertukaran tahanan dan pengiriman bantuan yang cukup.

Sejak Biden mengumumkan proposal perdamaiannya, kekerasan Israel di Gaza meningkat.

Pasukan Israel melakukan beberapa pembantaian, termasuk dua pembantaian pada hari Sabtu yang menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina setelah Israel menyerang dua wilayah pemukiman di Kota Gaza.

Meskipun demikian, Qatar mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya sedang melakukan upaya untuk menjembatani kesenjangan antara Israel dan kelompok Palestina Hamas untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan membebaskan tawanan Israel yang ditahan di sana.

“Ada beberapa pertemuan dengan pimpinan Hamas untuk mencoba menjembatani kesenjangan antara kedua pihak dan mencapai kesepakatan yang akan mengarah pada gencatan senjata dan pembebasan sandera Israel,” kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dalam konferensi pers di Madrid.

Update Perang Israel-Hamas

Kepada Bergelora.com si Jakarta dilaporkan berikut perkembangan terkini perang di Gaza, seperti dikutip dari Aljazeera.

  • Tank-tank Israel mengepung kamp tenda di zona aman al-Mawasi dekat Rafah, beberapa hari setelah serangan Israel menewaskan 25 orang.
  • Dua bayi meninggal karena kekurangan gizi di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
  • Jumlah korban meninggal akibat kelaparan dan kehausan menjadi 31 orang, kata pejabat kesehatan.
  • Israel siap menghadapi tindakan apa pun di Gaza, Lebanon, dan wilayah lainnya, kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, sebelum terbang ke AS untuk melakukan pembicaraan.
  • Investigasi menemukan bahwa sebuah tank Israel menembaki mobil keluarga gadis Palestina berusia enam tahun Hind Rajab dari jarak 13-23 meter.
  • Setidaknya 37.598 orang telah tewas dan 86.032 orang terluka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan yang dipimpin Hamas mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan di Gaza. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru