Jumat, 23 Februari 2024

Merampok, Polisi Malaysia Dihukum Gantung Sampai Mati

BINTAN – Anggota Kepolisian Diraja Malaysia ternyata ada juga penjahat, Inspektur Mohammed Taufik Peter Abdullah terbukti bersekongkol sama temannya, merampok sebuah toko emas di Ipoh-Malaysia dengan menembak mati pemilik terlebih dahulu, 7 tahun lalu.

Tetapi akibat kejahatan sadis tahun 2009 itu, Mohammed Taufik Peter Abdullah (49) berpangkat Inspektur, baru dijatuhi hukuman gantung sampai mati oleh pengadilan tingkat Mahkamah Tinggi-Ipoh di Perak-Malaysia, Jumat (25/3).

Menurut imformasi yang didapat Bergelora.com, Minggu (27/3), sebelum menjatuhkan hukuman mati di tiang gantungan itu hakim Datuk Samsuddin Hassan terlebih dahulu menolak pembelaan sang pembela Mohammed Taufik, dalam sidang putusan, Jumat lalu.

Datuk Samsuddin menyatakan tidak ada lagi kebenaran yang patut bagi Inspektur Mohammed Taufik Peter Abdullah, karena sudah terbukti perompakan sadis toko mas yang dilakukan bersama S.Nagendran (telah wafat kemudian), dengan terlebih dahulu menembak mangsa hingga wafat di tempat.

Hakim Mahkamah Tinggi, kata Datuk Samsuddin, menemukan tiga bukti sahih atas persekongkolan antara kedua tertuduh dalam perompakan toko mas. Sedangkan saksi yang dihadirkan pembela meringankan tertuduh, masih saudara mara dekat tertuduh.

Patutlah ditolak keterangannya di Mahkamah, sebab tidak dapat netral dipertimbangkan hakim. Padahl, bukti analisis saksi ahli penuntut berdasarkan selongsong dan anak peluru yang didapatkan dari tubuh mangsa Chen Fun Kee pemilik toko emas, ditembakkan dari pistol Inspektur Mohammed Taufik Peter Abdullah, ucap Datuk Samsuddin pada sidang putusan.

Bukti tambahan ditunjukkan Jaksa Raya penuntut, perhiasan emas hasil rompakan dari toko almarhum Chen Fun Kee, yang ditemukan petugas dari mobil Honda Civic tertuduh ketika berada di bandar raya Meru-Ipoh, Malaysia. Kemudian percakapan para tertuduh yang terungkap Polis Diraja Malaysia dalam Seksyen 32 butir (1) Akta 1950, menunjukkan saling-peran kedua tertuduh.

Jaksa Raya mendakwa Inspektur Mohammed Taufik Peter Abdullah, melakukan perompakan toko emas Max Gold Smith & Perhiasan bersama S.Nagendran di Jl.Sultan Iskandar 105 Ipoh, berkisar pukul 3.30 sampai 5.10 petang pada 16 September 2009 silam.

Sebelum wafat, S. Nagendran diketahui juga membawa sebuah pistol api kepunyaannya. Tetapi mangsa ditembak tewas pakai peluru pistol Mohammed Taufik, kata hakim Datuk Samsuddin pada saat membacakan deskripsien putusan.

Dia pun menyebut, tuntutan ditambahkan berazaskan pasal 3A UU tahun 1971 tentang pengguna Senjata Api. Tertuduh pelaku, wajib dihukum mati jika terbukti melanggar hukum tersebut. Penuntut terhormat dalam persidangan kes tersebut wakil Jaksa Raya Harris Ong Mohammad Jefry Ong, setuju dan menerima putusan hakim Mahkamah Tinggi Ipoh lebih berhormat.

Bedalah pengacara Datuk Naran Sing, masih berpikir menambah pembelaan buat terhukum mati di tiang gantung Inspektur Mohammed Taufik Peter Abdullah. Pada awal persidangan, dia telah didakwa Jaksa Raya Harris Ong mengikut Seksyen 302 Kanun, keseksaan menuntut hukuman mati bagi tertuduh.

Sebanyak 26 saksi, memberi keterangan di dalam persidangan. Akhirnya hakim Mahkamah Tinggi Ipoh-Malaysia menghukum gantung sampai mati perompak toko mas bersenjata, Inspektur Mohammed Taufik Peter Abdullah. (Parlyn Manungkalit)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru