Sabtu, 24 Februari 2024

Nah! Akhirnya Korupsi Freeport Digugat Di Pengadilan Amerika

JAKARTA Gugatan diajukan terhadap Freeport-McMoRan Inc.FCX di tengah skandal korupsi yang melibatkan anak perusahaan raksasa pertambangan di Indonesia menggarisbawahi upaya peningkatan penegakan anti korupsi di seluruh dunia. Hal ini diberitakan oleh http://blogs.wsj.com/riskandcompliance/2016/01/29/u-s-suit-vs-freeport-over-indonesia-scandal-shows-international-risk/ 29 januari lalu dan dikutip oleh Bergelora.com, di Jakarta, Jumat (5/2)

Indonesia, beberapa waktu lalu telah diguncang skandal korupsi yang menyebabkan pengunduran diri dari Ketua DPR RI, Setya Novanto. Pengunduran diri terjadi setelah dilakukan penyelidikan terhadap dugaan pemerasan saham Freeport-McMoRan dengan imbalan perpanjangan perjanjian operasi. Gugatan diajukan di Pengadilan Distrik AS di Arizona, Selasa (2/2).

Penggugat menuduh perusahaan tambang emas Amerika ini menunjuk mantan pejabat pemerintah yang berpengalaman di bidang pertambangan sebagai Direktur Utama di PT Freeport Indonesia di Papua. Direktur Utama Ma’aruf Sjamsuddin kemudian merekam pembahasan yang kemudian disebut dugaan korupsi dengan mantan Ketua DPR RI.

Gugatan, yang didukung oleh perusahaan penggugat Pomerantz, mengklaim Freeport melanggar Foreign Corrupt Practices Act (FCPA). Ini merupakan dugaan pelanggaran FCPA namun Pomerantz menolak memberikan komentar terhadap gugatannya ini.

“Pernyataan publik Freeport yang merupakan material palsu dan menyesatkan setiap saat,” kata gugatan itu, mengutip jatuhnya nilai saham perusahaan itu sebagai bukti kerusakan yang diderita oleh pemilik saham Freeport.

Saham Freeport telah jatuh sangat rendah oleh harga komoditas yang lemah dari 60 dollar Amerika menjadi 3 dollar Amerika, sementara analis juga telah memfokuskan perhatian mereka pada beban utang, yang diakumulasi melalui beberapa akuisisi.

Perusahaan menolak untuk mengomentari gugatan tetapi mengatakan mereka mempertahankan program anti-korupsi.

“Freeport-McMoRan dan afiliasi di Indonesia, PT Freeport Indonesia memiliki dan mempertahankan program anti-korupsi yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi dan memulihkan resiko FCPA dan untuk mematuhi hukum yang berlaku. Kami juga memiliki kebijakan “keterbukaan” yang dirancang untuk mempromosikan pemenuhan kewajiban “pengungkapan” kami,” kata juru bicara Freeport, Eric Kinneberg.

FCPA diberlakukan bersama oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dan US Department of Justice. SEC menolak mengomentari apakah penyelidikan dari Freeport sedang berlangsung. Departemen Kehakiman mengatakan, “Sebagai kebijakan kami, kita umumnya tidak mengkonfirmasi atau menyangkal apakah suatu hal sedang diselidiki.”

Namun dalam catatan pengadilan di Amerika Serikat, gugatan dan tuntutan hukum pada pemegang saham yang melibatkan klaim FCPA, terutama yang tidak melibatkan penyelidikan publik, sering gagal. (Web Warouw)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru