Senin, 22 Juli 2024

NGERTI GAK NIES…? Jadi Sarang Nyamuk, Dokter Alumni UI Kumpulkan Tanda Tangan Penolakan Sumur Resapan Di Ibukota

JAKARTA- Pembuatan sumur resapan di DKI Jakarta yang digagas Gubernur Anies Baswedan menuai pro dan kontra di masyarakat.

Sumur resapan yang dibagun di badan jalan di DKi Jakarta menghabiskan dana hingga ratusan miliar dianggap tak mampu menanggulangi banjir di Jakarta.

Beberapa dokter senior alumni Universitas Indonesia (UI) juga meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan penundaan pembangunan sumur resapan.

Mereka mengumpulkan tanda tangan petisi melalui change.org sebanyak 5000 tanda tangan agar Pemprov DKI Jakarta Tunda Pembuatan Sumur Resapan.

Petisi yang dimulai pada 28 November 2021, itu menyebut pembuatan sumur resapan akan menjadi tempat sarang nyamuk lebih berkembang di Jakarta.

Hingga 30 November 2021 telah terkumpul 3531 tanda tangan.

“Kami dokter-dokter senior alumni FK UI tidak ingin membahas dari segi keindahan, manfaat pengurangan banjir, dll. Tapi dari segi kesehatan,” tulisnya di change.org.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, sumur resapan itu mengandung air, dan memang itu tujuannya. Air bisa meresap perlahan, bisa lama. Pada foto terlampir terlihat air yang penuh, meski sudah sehari tidak hujan.

Pada tutup dari sumur resapan, ada lubang-lubang, berjumlah 12, dengan diameter sekitar 5 cm, untuk masuknya air. Itu dapat merupakan jalan untuk masuk keluarnya nyamuk.

Lubang mungkin dari atas, mungkin dari samping. Tapi harus ada lubang yang cukup besar, sangat cukup untuk nyamuk masuk.

“Maukah kita diberi peternakan nyamuk di depan rumah kita? Nyamuk dapat merupakan nyamuk biasa, Culex, ataupun Aedes (penyebar demam berdarah dengue) atau jenis lainnya,” tulis Prof. Sudomo.

“Selama dua tahun ini kita hanya bicara soal Covid dan seolah-olah lupa pada pembunuhan karena nyamuk DBD.

“Karena itu, demi kesehatan dan keselamatan rakyat Jakarta, kami para dokter senior alumni FK UI meminta agar program dengan model yang sekarang ini ditunda. Hentikan segera sebelum DBD membunuh banyak anak dan orang dewasa di Jakarta. Pelajari dulu pengaruhnya terhadap kesehatan,” tutupnya.  (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru