JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pendanaan jumbo dari Asian Infrastructure Investment Bank (AllB) senilai US$ 17 miliar atau Rp 303,04 triliun (kurs Rp 17.826) bukan utang, tapi investasi. Dana tersebut rencananya digunakan untuk proyek-proyek yang menguntungkan.
“AIIB itu kan ngasih US$ 17 miliar bukan utang, itu proyek financing sebetulnya. Jadi, sebenarnya kalau saya bilang nih seperti orang investasi ke sini, kita mulai investasi untuk proyek yang produktif, tapi bunganya lebih rendah daripada investor biasa, dan barangnya jadi milik kita,” kata Purbaya dalam media briefing di kantornya, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Purbaya menerangkan dana tersebut bisa diambil hingga 2029. Namun, jika pemerintah telah membidik proyek yang membutuhkan dana, Purbaya bilang dananya bisa langsung dicairkan.
“(Bukan cuma proyek infrastruktur), proyek-proyek lain yang menguntungkan. Mereka udah bilang ada jalan tol di Sumatera. Nanti kita cari proyek mana yang kita butuh uang,” jelas Purbaya.
Menurut Purbaya, dana jumbo ini bisa menjadi alternatif pembiayaan dalam pembangunan. Apabila Danantara membutuhkan sokongan likuiditas untuk investasi, dana dari AIIB ini bisa menjadi salah satu solusinya.
“Itu lebih bagus Nanti kalau misalnya Danantara yang gak punya uang, bisa lewat saya, saya invest lewat situ. Jadi pembangunan kita dibiayain seperti investor masuk, tapi punya kita akhirnya. Kalau investor asing masuk, mereka pinjam uang sana kan. Dia bayar bunga dan barangnya punya investor itu. Jadi untung, bukan rugi,”
Buka Kantor Cabang di Indonesia
AIIB berencana membuka kantor cabang di Indonesia untuk melayani wilayah Asia Tenggara (ASEAN). Purbaya pun berjanji akan menyediakan lahan beserta bangunannya dengan memanfaatkan aset-aset negara yang saat ini belum terpakai (idle) untuk dijadikan markas AIIB di Jakarta. Targetnya, kantor cabang lembaga tersebut bisa beroperasi pada Juni tahun depan.
“Kita janji ke mereka akan sediakan tanah dan bangunan untuk mereka untuk mereka pakai. Saya juga punya aset-aset yang nggak ke pakai. Gak apa-apa biar mereka punya kantor cabang disini sehingga ASEAN dilayani dari Jakarta. Maunya saya begitu,” imbuh ia.
Seperti diketahui, salah satu oleh-oleh Purbaya dari China yakni mengamankan komitmen pendanaan senilai US$ 17 miliar atau setara Rp 301,41 triliun (kurs Rp 17.730) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Pendanaan itu untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025-2029.
Komitmen tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan bilateral antara Purbaya dan jajaran dengan pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok. Dukungan pendanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional dan mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.
“Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$ 17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari Multi-Year Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB. Meskipun sebagian program telah dirancang sebelumnya, komitmen pendanaan dari lembaga multilateral tersebut mendukung agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun mendatang. (Web Warouw)

