Minggu, 25 Februari 2024

Panglima TNI Wanti-wanti Ancaman Internasional

JAKARTA- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mewanti-wanti ancaman internasional pada Indonesia dimasa depan. Hal ini disampaikan Panglima TNI saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2016, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (16/12/2015). Rapim TNI dengan tema “Meningkatkan Loyalitas, Moralitas dan Integritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat,” dihadiri 182 peserta terdiri dari 4 Pimpinan TNI, 52 pejabat Mabes TNI, 49 pejabat Mabes TNI AD, 39 pejabat TNI AL, 25 pejabat TNI AU serta 13 orang peninjau, akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 16-18 Januari 2016.

“Melalui Rapim TNI Tahun 2016 kali ini kita evaluasi dan diskusikan berbagai hal mengemuka yang terjadi pada tahun 2015, untuk kita perbaiki pada tahun 2016. Muara semua itu adalah untuk mencapai kemajuan TNI yang lebih hebat, profesional, dibanggakan dan dicintai Rakyat,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menginginkan adanya kolaborasi pemikiran kreatif dan cerdas secara top down dan bottom up, untuk memberikan kejelasan bagi kepentingan dan kemajuan TNI ke depan. Tentunya pelaksana dilapangan dengan berbagai karateristik setiap wilayah yang berbeda akan menghadirkan problematika yang juga berbeda.

“Karenanya pada kesempatan Rapim TNI inilah perlu didiskusikan secara cerdas, agar ke depan kita dapat mengeliminasi dengan baik semua kompleksitas permasalahan di wilayah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menyampaikan bahwa, perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat, akan menghadirkan berbagai fenomena baru, yang memiliki relevansi dengan tugas-tugas TNI saat ini dan ke depan. Berubahnya karateristik bentuk ancaman yang dihadapi semua negara di dunia, seperti fenomena cepatnya pertumbuhan penduduk dunia yang sudah melewati kapasitas bumi, kelangkaan energi yang tidak terbarukan, keterbatasan sumber daya alam, kebutuhan pangan dan air, yang menjadikan berbagai negara dunia mengembangkan kebijakan dan strateginya untuk memenuhi kepentingan nasionalnya.

Tentunya potret fenomena tersebut pada aspek realitas menjadi anomali bagi Indonesia yang memiliki sumber daya alam berlimpah. Namun sebaliknya fenomena tersebut akan menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia, sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan sebagai negara yang subur di wilayah ekuator.

Pada sisi lain, juga masih mengemuka masalah-masalah Hak Azasi Manusia (HAM), Demokratisasi, Lingkungan Hidup, Terorisme, Kejahatan lintas negara, Krisis pengungsian dunia. Demikian juga pada lingkup nasional masih dihadapi dengan fenomena separatis bersenjata, berbagai konflik sosial yang bernuansa SARA, serta problematika bangsa yang berlarut. Berbagai fenomena tersebut tentunya tidak dapat dihindari oleh TNI sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI sebagai Alat pertahanan negara, TNI sebagai garda terdepan, dan sebagai benteng terakhir bangsa.

“Berbagai fenomena tersebut perlu segera direspons dan disikapi TNI sebagai inspirasi untuk menumbuhkan berbagai inovasi baru yang lebih kreatif, cerdas dan bijak yang melahirkan berbagai analisis strategis yang tepat dan akurat”, tutur Panglima TNI.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, memasuki bulan Januari 2016, dihadapkan dengan tuntutan dan tantangan tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis, tidak lagi dapat dijalankan dengan mekanisme yang lambat namun efektifitas pencapaian hasil harus dikedepankan. Dengan demikian keberadaan Staf Umum, Balakpus dan para Pangkotamaops TNI harus bergerak cepat untuk mampu merespons dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang sedemikian sulit untuk diprediksi.

“Dalam menjalankan program kerja dan anggaran, jangan terjebak dengan kegiatan yang bersifat rutinitas dan monoton, yang akan membelenggu inisiatif. Tumbuh kembangkan berbagai kreatifitas dan inovasi-inovasi baru yang lebih cerdas dalam mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI”, tegas Panglima TNI.

Dalam rangka meningkatkan dan mengefektifkan pelaksanaan tugas pokok TNI maka rencana strategis TNI yang akan kita jalankan meliputi tiga program pokok yaitu Pertama, meningkatkan kesejahteraan prajurit yang meliputi bidang penghasilan, bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan bidang perumahan. Kedua, memelihara dan merawat Alutsista dan non Alutsista dalam rangka tercapainya kondisi Alutsista yang siap operasional; dan Ketiga, meningkatkan pendidikan dan latihan dalam rangka mewujudkan profesionalisme prajurit untuk mendukung pencapaian tugas pokok TNI.

Mengakhiri amanatnya Panglima TNI menyampaikan atensi dan harapan untuk dapat menggunakan kesempatan ini dengan baik yaitu, jalin komunikasi yang harmonis, dalam penyamaan persepsi dan pelihara terus sinergitas kekuatan guna memantapkan profesionalitas TNI. Kedua, budayakan cara berpikir sederhana namun menyentuh dan berpengaruh nyata, terhadap percepatan pembangunan TNI yang lebih baik dalam menjaga keutuhan NKRI. Ketiga, inventarisasi segala permasalahan satuan masing-masing, yang menjadi kendala bagi pelaksanaan tugas dalam konteks pelaksanaan tugas gabungan, baik tugas OMP maupun OMSP untuk dapat dikomunikasikan dan dicarikan jalan keluarnya, sesuai kemampuan dan batas kemampuan yang kita miliki. Keempat, sampaikan saran perbaikan bagi penyelenggaraan Rapim TNI pada masa yang akan datang, dalam upaya mewujudkan efektivitas pencapaian tugas pokok TNI. (ZKA Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru