JAKARTA- Dengan kepakaran yang dimilikinya, Yusril Ihza Mahendra coba-coba mempengaruhi Hakim Mahkamah Agung? Demikian Aam Sapulete. SH., MH, Pendiri Jaringan Nusantara mempertanyakan keterlibatan Yusril Ihza Mahendra dalam kasus Partai Demokrat.
“Mahkamah Agung (MA) harus paham, sebagai pakar, Yusril Ihza Mahendra harusnya kedepankan hati nurani. Faktanya, kenapa yang dibela tukang begal partai?” ujarnya dalam rilis yang diterima Bergelora.com di Jakarta, Senin (27/9)
Menurut aktivis pro demokrasi 80-an asal Yogyakarta ini, jika Yusril Ihza Mahendra peduli pada Demokrasi dan Keadilan, kenapa baru sekarang melakukan Judicial Revew (JR) ke MA?
“Kenapa tidak sejak awal disaat tidak ada konflik? Jelas sekali ada sesuatu hal yang dicari oleh Yusril Ihza Mahendra,” ujarnya.
Mahkamah Agung menurutnya harus paham bahwa Yusril Ihza Mahendra membela peserta KLB Partai Demokrat ilegal hasil KLB abal-abal yang dilaksanakan di Deli Serdang Sumut pada 5 Maret 2021 lalu.
“Yusril Ihza Mahendra jangan berlindung dibalik demokrasi dan keadilan, apakah terpilihnya Yusril Izha Mahendra sebagai ketua umum Partai Bulan Bintang di Muktamar V Partai Bulan Bintang di Bangka Belitung pada 25-27 September 2019 demokratis atau tidak,” tegas. (Web Warouw)

