Minggu, 14 Juli 2024

PENGANGGURAN MELUAS..! IMF: Dampak Artificial Intelligence (AI) 40 Persen Lapangan Kerja di Seluruh Dunia Bisa Hilang

NEW YORK – Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa hampir 40 persen pekerjaan di seluruh dunia dapat terdampak akibat meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence/ AI. Hal ini rentan dialami oleh negara-negara dengan jumlah pendapatan tinggi.

Sementara negara – negara berkembang dan negara berpendapatan rendah, cenderung memiliki dampak yang tidak terlalu besar.

IMF menyebutkan, dampak AI terhadap pasar tenaga kerja global cenderung memperburuk kondisi lapangan kerja dan membuat kesenjangan secara keseluruhan.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mendesak para pembuat kebijakan untuk mengatasi tren yang meresahkan itu, dan secara proaktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah teknologi semakin memicu ketegangan sosial.

“Kita berada di ambang revolusi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan pertumbuhan global, dan meningkatkan pendapatan di seluruh dunia. Namun hal ini juga dapat menggantikan lapangan kerja dan memperdalam kesenjangan,” kata Georgieva, Selasa (16/1/2024).

IMF mencatat, sekitar 60 persen pekerjaan dapat terkena dampak AI di negara-negara berpenghasilan tinggi, dan sekitar setengah dari negara-negara tersebut mungkin mendapat manfaat dari integrasi AI untuk meningkatkan produktivitas.

Sebagai perbandingan, paparan AI diperkirakan mencapai 40 persen di negara-negara berkembang dan 26 persen di negara-negara berpenghasilan rendah.

Temuan ini menunjukkan bahwa negara-negara berkembang dan negara-negara berpendapatan rendah menghadapi lebih sedikit gangguan akibat AI dalam jangka pendek.

IMF mencatat bahwa banyak dari negara-negara ini tidak memiliki infrastruktur pekerja terampil, sehingga perlu untuk memanfaatkan AI. Namun, hal tersebut meningkatkan risiko memperburuk kesenjangan.
Georgieva juga menyatakan, AI dapat berdampak pada pendapatan dan kekayaan di suatu negara.

Lembaga tersebut juga memperingatkan adanya polarisasi dalam kelompok pendapatan.

“Pekerja yang dapat mengakses manfaat AI dapat meningkatkan produktivitas dan gaji mereka, sementara mereka yang tidak dapat mengakses manfaat AI akan semakin tertinggal,” lanjutnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan dari New York, Goldman Sachs sebelumnya telah memperingatkan bahwa AI generatif dapat berdampak pada 300 juta pekerjaan di seluruh dunia.

Berbeda halnya dengan bank Wall Street yang menilai bahwa teknologi tersebut dapat memacu produktivitas dan pertumbuhan tenaga kerja serta meningkatkan produk domestik bruto sebanyak 7 persen. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru