Sabtu, 25 Mei 2024

Perang Nuklir Dan Dampaknya: Dunia Kiamat?

Oleh: Markus Wauran*

SEJAK perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada bulan Pebruari 2022 yang sampai saat ini masih berlangsung, masyarakat dunia mengkhawatirkan akan terjadi perang yang lebih luas. Karena AS dan NATO ikut terlibat membantu Ukraina, dan disisi lain Cina dan Korea Utara mendukung Rusia yang semuanya dikemukakakn secara terbuka diberbagai media dunia.

Belum selesai perang tersebut, timbul perang antara Hamas dan Israel akibat serangan drone dan rudal Hamas ke wilayah Insrael. Sengketa ini kemudian melebar setelah Iran juga mengirim drone dan rudal ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan Israel atas kedutaan Iran di Syria.

Isreal berjanji akan membalas serangan Iran dan dilakukan pada Jumat, 19 April 2024 dengan membom pangkalan udara Isfahan Iran. Isfahan ini dikenal sebagai pusat program nuklir Iran. Dikuatirkan perang ini akan meluas karena akan melibatkan negara-negara di Tmur Tengah.

Dua wilayah yang jadi pusat peperangan saat ini yaitu Eropah dan Timur Tengah dikhawatirkan akan berkembang ke kawasan Asia-Pasifik. Kenyataan, ada ketegangan antara Cina dan AS soal Taiwan, demikian juga antara Korea Utara dengan Korea Selatan dan Jepang akibat ujicoba senjata nuklir Korea Utara. Ketegangan ketiga wilayah ini dikhawatirkan berkembang  menjadi Perang Dunia-III yang ditandai dengan Perang Nuklir. Jika terjadi Perang Nuklir, apa akibatnya bagi dunia dan lingkungan global?

Bom Atom ke Bom Nuklir

Sesuai catatan sejarah, bom atom pertama (istilah atom kemudian berkembang menjadi nuklir) dijatuhkan di Alamogordo-New Mexico wilayah AS pada tgl 16 Juli 1945 sebagai uji coba bom atom (Trinity) yang merupakan proyek Manhattan, AS.

Proyek Manhattan ini dibuat oleh Presiden Franklin D. Roosevelt setelah menerima peringatan melalui surat yang dikirim oleh Albert Einstein (seorang fisikawan terkenal sampai saat ini dengan teori relativenya).

Isi surat intinya mendorong Presiden Franklin D. Roosevelt untuk menyelamatkan dunia dari ancaman Jerman yang sedang melakukan riset atom secara intensif, dengan berbagai penemuan yang dipublikasikan di jurnal terkemuka Jerman yaitu Die Naturwissenschaften dan Nature pada tahun 1939.

Kemudian bom atom kedua dan ketiga terjadi di Hiroshima dan Nagasaki yang masing-mssing dijatuhkan oleh pesawat AS pada 6 dan 9 Agustus 1945 dalam suasana Perang Dunia-II.

Korban manusia yang meninggal akibat bom atom ini masing-masing sebanyak 140.000 jiwa di Hiroshima dan 80.000 jiwa di Nagasaki.

Menyaksikan kengerian akibat bom atom itu, maka Presiden Dwight Eisenhower, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB 8 Desember 1953, yang berjudul “Atom For Peace”, menyerukan kepada dunia agar penggunaan atom hanya  untuk  tujuan damai. 

Akibat pidato,  maka pada tahun 1968, muncul NPT (Nuclear Weapon Non-Proliferation Treaty) yang ditanda-tangani oleh negara-negara anggota PBB pada 1 Juli 1968 di New York dan mulai berlaku pada 5 Maret 1970.

Sampai saat ini keanggotaan NPT berjumlah 191 negara. NPT ini intinya berisi 3 hal yaitu Pertama, Non-Proliferation, yaitu dilarang memproduksi/menggandakan senjata nuklir termasuk tidak menjual kepada negara yang tidak memiliki senjata nuklir; Kedua, Disarmament yaitu pemusnahan senjata nuklir; Ketiga, Nuclear for peace, yaitu nuklir untuk tujuan damai dan kesejahteraan.

Dalam NPT juga disebut hanya 5 negara yang diakui memiliki senjata nuklir yaitu, AS, Rusia, Inggris, Prancis dan China.

Ujicoba Nuklir

Dari catatan sejarah, tercatat ada 2056 uji coba bom/senjata nuklir di dunia sejak tahun 1945 sampai saai ini. Khusus negara-negara yang diakui oleh NPT memiliki senjata nuklir, rincian percobaan bom/senjata nuklirnya sebagai berikut, AS sebanyak 1.030 kali (1945-1992), Uni Soviet (sekarang Rusia)  715 (1949-1990), Prancis 210 (1960-1996), Inggeris 45 (1952-1990) dan China 45 (1964-1996).

Negara-negara yang belum/tidak menjadi anggota NPT disinyalir memiliki senjata nuklir seperti Korea Utara, Israel, India, Pakistan. Diantara negara-negara ini ada yang secara terbuka melakukakan ujicoba senjata nuklir seperti India, Pakistan dan Korea utara. Iran sebagai anggota NPT disinyalir memiliki senjata nuklir tapi dibantah oleh Pemerintahnya.

Dari ribuan uji coba, setelah uji coba pertama  pada 16 Juli 1945 di selatan Los Alamos, New Mexico, AS di daerah gurun, sebagaimana dikemukakan di atas, maka ada 7 uji coba dengan ledakan terbesar. 

Pertama, Castle Romeo, bertempat di Bikini Atoll Kawasan samudera Pasifik yang dilakukakan oleh AS. Uji coba ini dilakukan pada tahun 1954. Kekuatan bom ini sebesar 11 megaton yang efeknya meluluhlantakkan daerah seluas 5 kilometer persegi. Romeo dikenal sebagai bom nuklir pertama yang diledakkan dilaut lepas, bukan dikawasan karang, atau dekat pantai/daratan.

Kedua, bom Uni Soviet (sekarang bernama Rusia) nomor 123, bertempat di Kawasan Novaya Zemlya, sebuah kepulauan di-samudra Artik (utara Rusia) Uji coba ini berlangsung pada 21 Oktober 1961 dengan kekuatan 12,5 megaton. Bom mini ini disebut mampu menghancurkan Kawasan seluas 5,5 kilometer persegi dan membakar semua yang ada diradius 3.390 kilometer persegi;

Ketiga, Castle Yankee, bom nuklir terkuat kedua milik AS dalam rangkaian ujicoba bom nuklir Castle. Uji coba ini dilakukakan pada 4 Mei 1954, namun tempatnya tidak diketahui. Empat hari pasca ledakan jatuhan zat radioaktif dari bom ini sampai ke ibukota Meksiko. Efek radio aktif ini menghantui AS dan Meksiko selama berhari-hari.

Empat, Castle Bravo. Uji coba ini dilaksanakan pada 28 Februari 1954 di kepulauan Marshall, sebelum uji coba bom Castle Yankee. Uji coba bom Bravo ini terdashyat karya AS dari berbagai uji coba lain yang dilakukannya. Awalnya diperkirakan bom ini berkekuatan 6 megaton, tapi ternyata 15 megaton.

Bravo memicu jamur ledakan dengan ketinggian sekitar 35 kilometer. Akibat ledakan bom Bravo ini, telah menyebabkan keracunan radiasi pada 665 penduduk kepulauan Marshall. Juga meracuni dan membunh nelayan Jepang yang berada 80 mil dari sumber ledakan.

Uji coba 3 bom itu  mengakibatkan penyebaran radioaktif di kawasan laut Pasifik dan dikuatirkan menjalar ke negara-negara dikawasan itu. Maka Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No. 230 Tahun 1954 tanggal 23 November 1954 tentang pembentukan Panitia Negara Untuk Penyelidikan Radioaktiviteit, dengan tugas  melakukan penyelidiksn terhadap kemungkinan adanya jatuhan radio aktif di kawasan Indonesia akibat uji coba senjata/bom nuklir itu.

Kelima, Bom Soviet nomor 173, 174 dan 147. Ketiga bom ini milik Uni Soviet, diledakkan ditempat yang sama yaitu dikawasan Novaya Zemlya mulai 5 Agustus sampai 27 September 1962. Tiga bom ini punya daya ledak dengan kekuatan yang sama.

Meski tidak ditemukan arsip dokumentasi dari tiga eksperimen bom nuklir ini, diketahui daya ledak ketiga bom ini berkekuatan 1.000 kali dari bom Trinity, bom atom pertama uji coba di New Mexico AS, Juli 1954. Ledakan ketiga bom ini diklaim dapat memusnahkan apa saja yang ada diradius 8 kilometer dari pusat ledakan.

Keenam, Bom Soviet Nomor 219. Bom 219 ini juga milik Uni Soviet, adalah eksperimen nomor 2 paling dashyat dalam sejarah yang dilakukan pada 24 Desember 1962. Lokasi ujicobanya di tempat yang sama yaitu Novaya Zemlia. Bom mini berkekuatan 24,5 megaton.

Dampak dari ledakan bom ini dapat mengubah apa saja menjadi debu dalam jarak sekitar 10 km persegi dari pusat ledakan serta dapat mengalami luka bakar minimal tingkat 3;

Ketujuh. Bom Tsar. Bom ini lebih dikenal dengan Tsar Bomba atau Bom Kaisar (Tsar=Kaisar) milik Uni Soviet. Diledakan pada 30 Oktober 1961. Bom Kaisar ini adalah eksperimen bom nuklir dengan ledakan paling dahsyat dalam sejarah manusia. Bom ini punya daya ledak 50-58 megaton atau dua kali lipat dari bom Soviet nomor 219 yang berkekuatan 24,5 megaton. Kekuatan bom ini 3.000 kali lebih kuat dari bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada 6 Agustus 1945. 

Koalisi Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN) menyebut terdapat 9 negara di dunia yang memiliki senjata nuklir terbanyak. Secara keseluruhan, negara-negara itu mempunyai 12.700 hulu ledak nuklir dengan 9.400 di antaranya berada dalam cadangan militer aktif.

Jumlah tersebut menurun secara signifikan dibandingkan pada masa Perang Dingin, yaitu sekitar 70.000 hulu ledak nuklir. Meskipun begitu, persenjataan nuklir diperkirakan akan bertambah dalam dekade mendatang dengan kekuatan lebih tinggi.

9 Negara Memiliki Senjata Nuklir

Adapun 9 negara dengan senjata nuklir terbanyak di dunia adalah sebagai berikut (Tempo.com, 8 Januari 2024):

1. Rusia, mempunyai 5.889 senjata nuklir dan secara konsisten menolak untuk menandatangani Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir TPNW (Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons).

Hulu ledak nuklir Rusia terdapat di rudal, kapal selam, dan pesawat terbang. Pada 2022, negara yang dipimpin Vladimir Putin itu menghabiskan dana sekitar US$ 9,6 miliar atau Rp 148 triliun (kurs Rp15.515) untuk membangun dan memelihara kekuatan nuklirnya;

2. Amerika Serikat, menjadi satu-satunya negara yang memanfaatkan senjata nuklir dalam perang, tepatnya saat meledakkan dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Perang Dunia II.

Negeri Paman Sam itu mempunyai sekitar 5.244 senjata nuklir, dengan rudal balistik antarbenua yang berbasis di Montana, Dakota Utara, dan Wyoming. Pada 2022, AS menggelontorkan dana hingga US$ 43,7 miliar atau setara Rp 678 triliun untuk meningkatkan kekuatan nuklirnya.

3. China, Pada 2022, China mengeluarkan biaya sebesar US$ 11,7 miliar atau setara Rp 181 triliun untuk perawatan senjata nuklirnya. Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping itu menyimpan sekitar 410 senjata nuklir.

Antara tahun 1964 dan 1996, China melakukan 45 kali uji coba nuklir di wilayahnya.

4. Prancis, mengoleksi sekitar 290 senjata nuklir yang dapat diluncurkan dari kapal selam atau rudal yang dijatuhkan dari pesawat. Kapal selamnya berpangkalan di semenanjung Ile Lounge, wilayah Brittany. Pada 2022, Prancis menghabiskan anggaran sekitar US$ 5,6 miliar atau Rp 86 triliun untuk pemeliharan kekuatan nuklirnya.

5. Inggris tercatat, sekitar 225 senjata nuklir yang dimiliki Inggris, dan berniat menambah persediaan nuklirnya sejak 2020 dan menggelontorkan biaya hingga US$ 6,8 miliar atau Rp 105 triliun pada 2022.

6. Pakistan, enggan meratifikasi TPNW sejak 2018 dan mempunyai sekitar 170 senjata nuklir. Mereka juga mengembangkan kemampuannya dengan membangun kekuatan nuklir hingga menghabiskan dana sekitar US$ 1 miliar atau Rp 15 triliun pada 2022.

Pakistan tercatat melakukan dua kali uji coba nuklir pada 1998.

7. India, memiliki sekitar 164 senjata nuklir yang  dapat diluncurkan dari rudal di pesawat terbang. Pada 2022, India mengeluarkan dana sebesar US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp 41 triliun untuk mengembangkan senjata mematikannya.

Negeri Bollywood itu pernah melakukan uji coba nuklir sebanyak 3 kali pada 1974 dan 1998.

8. Israel, dilaporkan mengkoleksi sekitar 90 senjata nuklir yang diyakini dapat diluncurkan dari rudal, kapal selam, dan pesawat terbang. Israel terus membangun kekuatan nuklirnya hingga mengeluarkan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau Rp 18 triliun pada 2022.

9. Korea Utara, menjadi negara yang memiliki senjata nuklir terbanyak di dunia di peringkat ke-9. Sebanyak 30 senjata nuklir di negara yang dipimpin Kim Jong Un itu diyakini dapat diluncurkan dengan rudal. Korea Utara tercatat melakukan 6 kali uji coba nuklir pada 2006-2007 dan menjadi satu-satunya negara yang melaksanakan uji coba pada abad ke-21.

Pada 2022, Korea Utara menghabiskan biaya sebesar US$ 589 juta atau setara Rp 9,1 triliun untuk membangun kekuatan nuklirnya.

Sejumlah ilmuwan melakukan simulasi perihal perang nuklir antara Amerika Serikat dengan Rusia. Perkiraan sementara, peristiwa tersebut bakal mengakibatkan suhu global menurun secara hebat dan membuat 99% manusia mengalami kelaparan. Dikutip dari Time, Professor AI Massachusetts Institute of Technology (MIT) Max Tegmark dan tim melakukan penelitian tentang simulasi perang nuklir realistis secara ilmiah. 

Simulasi ini menggabungkan pemodelan rinci terkait penargetan nuklir, lintasan rudal, ledakan dan gelombang elektromagnetik, serta dampak karbon hitam di seluruh dunia.  

“Setiap ledakan (rudal) menciptakan bola api yang sama panasnya dengan inti matahari, diikuti oleh radiasi radioaktif. Ledakan hebat ini mampu membakar orang serta menyebabkan kebutaan,” ujar Tegmark dikutip dari Time

Lanjut Tegmark, bola api ini juga akan berefek domino bagi daerah sekitar ledakan. Nantinya, kata Tegmark, bola api akan menyebabkan gelombang ledakan yang mampu merusak dan menghancurkan bangunan-bangunan. 

Sayangnya, bola api ini juga akan menyebar lebih luas karena adanya angin akibat pesawat-pesawat jet yang melintas. 

“Badai api melanda banyak kota, dimana angin setinggi badai mengipasi api, menyulut apa pun yang dapat terbakar, melelehkan kaca dan beberapa logam, serta mengubah aspal menjadi cairan panas yang mudah terbakar,” ujar Tegmark. 

Sayangnya, penelitian melihat bahwa misil, bola api, dan radioaktif bukanlah bagian yang terburuk. Tegmark mengatakan pertempuran yang terjadi di kota-kota besar akan membuat lebih banyak benda yang terbakar, sehingga asap karbon hitam yang dihasilkan jadi makin banyak. Karbon hitam ini yang nantinya akan naik ke lapisan stratosfer, jauh di atas awan hujan.

Masalahnya, karbon hitam ini akan menghalangi sinar matahari yang akan masuk ke bumi dan planet ini bisa menjadi sangat dingin. Ilustrasi awan hitam menyelimuti bumi setelah 15 hari perang nuklir.

Tegmark memprediksi di musim panas, lahan pertanian di Kansas Amerika Serikat dapat mencapai 20 derajat celcius. Sementara wilayah lain akan mengalami suhu dingin yang mencapai dua kali lipat dari Kansas. 

Sebuah penelitian dari beberapa profesor di seluruh dunia memprediksi setidaknya ada 5 miliar orang yang akan mati kelaparan. Sekitar 99% di antaranya berada di Amerika, Eropa, Rusia, dan Tiongkok, karena sebagian besar asap karbon berada di sana.  Namun, memang perlu dipahami bahwa semua ini hanya hasil penelitian belaka, sehingga dampak kemanusiaan bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk. 

Tegmark mengaku masih tidak dapat memprediksi berapa banyak orang yang akan selamat dari perang nuklir. Namun, satu yang pasti, tidak akan ada pihak yang diuntungkan dari perang ini.

Ketika perang nuklir pecah, permukaan planet ini akan berubah selamanya. Selama 50 tahun, ketakutan akan hal itu terus membayangi setiap saat. Selama itu dunia hidup dengan kesadaran bahwa kalau satu orang saja teledor menekan ‘tombol’, maka terjadilah kiamat nuklir.(Bisnis.com, 12/02/2024).

Dampak Perang Nuklir

Sejumlah peneliti menjalankan rangkaian uji dan simulasi untuk memahami jalan kehidupan setelah ledakan bom nuklir terjadi.

Seperti dikutip dari listverse, Kamis (31/3/2022), yang diberitakan CNBC-Indonesia, terbitan 17 Juni 2022, kehidupan sesudah perang nuklir akan berubah sepenuhnya, berikut gambarannya:

1. Turun Hujan Hitam Pekat. Beberapa saat setelah ledakan bom atom, akan turun hujan lebat yang terdiri dari bulir-bulir berminyak pekat berwarna kehitaman dan dapat membunuh manusia. Jadi bukan seperti hujan air biasa yang membersihkan debu dan memadamkan api.

Di Hiroshima, hujan hitam mulai turun sekitar 20 menit setelah bom meledak. Hujan itu melingkupi daerah yang membentang 20 kilometer di seputar titik ledakan (ground zero). Hujan itu mencemari dengan radiasi 100 kali lebih kuat daripada kalau orang melangkah ke pusat ledakan. Radiasi dalam cairan hujan itu cukup untuk membuat perubahan dalam darah mereka. Dampak radiasi itu bahkan masih ada hingga sekarang di tempat kejadian.

2. Listrik Mati Akibat Radiasi Elektromagnetik. Ketika ledakan nuklir terjadi, akan mengirimkan gelombang radiasi elektromagnetik yang dapat mematikan sistem kelistrikan atau bahkan jaringan listrik untuk seluruh negara.

Dalam satu uji coba nuklir, gelombang yang dikirim dengan meledakkan satu bom atom dapat meledakkan lampu jalan, perangkat TV, dan telepon di rumah-rumah yang berjarak 1.600 kilometer (1.000 mil) dari pusat ledakan. Jika suatu bom dirancang untuk menyebar denyut elektromagnetik untuk berdampak pada 400 hingga 480 kilometer di suatu negara sebesar Amerika Serikat, maka jaringan daya listrik di seluruh negeri akan lumpuh.

3. Sinar Matahari Terhalang Asap. Jika perang nuklir meledak, awan asap gelap 15 kilometer di atas permukaan bumi akan tumbuh dan bergerak, digeser oleh angin, hingga menutupi seluruh planet. Ini diyakini akan menghalangi langit. Hal itu terjadi untuk tahun-tahun pertama setelah bencana nuklir.

Dalam bencana nuklir penuh, diyakini manusia tidak akan melihat langit yang cerah selama 30 tahun.

4. Cuaca Terlalu Dingin & Tak Bisa Menanam Makanan. Dengan Matahari terhalang dari langit, suhu dunia akan turun. Dalam kasus ekstrim, diperkirakan suhu global bisa turun sebanyak 20 derajat Celcius. Jika Bumi mengalami bencana nuklir total, manusia akan hidup tanpa musim panas. Hewan di seluruh dunia akan mati kelaparan, dan sayuran akan layu dan mati.

Selama lima tahun pertama, embun beku yang mematikan akan mengganggu musim tanam. Namun keadaan akan sedikit tenang setelahnya, dan suhu akan kembali normal setelah sekitar 25 tahun mendatang.

5. Lapisan Ozon Robek. Setahun setelah bom meledak, beberapa proses yang digerakkan oleh atmosfer Bumi yang terkontaminasi akan mulai merobek lapisan ozon. Bahkan dengan perang nuklir kecil yang hanya menggunakan 0,03% dari persenjataan dunia, dapat memperkirakan hingga 50% lapisan ozon akan hancur.

Dunia diprediksi akan dihancurkan oleh sinar UV. Tumbuhan akan mati di seluruh dunia dan makhluk hidup yang bertahan akan berjuang melalui mutasi DNA. Manusia juga diprediksi akan mati akibat kanker kulit.

6. Muncul Badai Besar. Selama dua atau tiga tahun pertama, dunia diperkirakan akan dilanda badai besar. Puing-puing yang dikirim ke stratosfer tidak hanya akan menghalangi Matahari, tetapi juga akan mempengaruhi cuaca. Ini akan mengubah bagaimana awan terbentuk, membuatnya jauh lebih efisien dalam menghasilkan hujan.

Meskipun suhu Bumi akan turun dengan cepat menjadi musim dingin nuklir, lautan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendingin. Wilayah yang masih relatif hangat akan menyebabkan badai besar di sepanjang tepi laut. Badai dan topan akan mendatangkan malapetaka di seluruh pantai dunia, dan akan mengamuk selama bertahun-tahun.

7. Miliaran Orang Kelaparan. Dalam bencana nuklir penuh, orang akan kelaparan karena dibutuhkan sekitar lima tahun sebelum bisa menanam makanan dalam jumlah yang wajar. Dengan suhu rendah, embun beku, dan radiasi UV ganas dari langit, beberapa tanaman akan bertahan cukup lama untuk dipanen. Akibatnya, miliaran orang diprediksi akan mati kelaparan.

Namun, salah satu cara utama agar orang dapat bertahan hidup selama lima tahun pertama, yakni dengan mengonsumsi makanan kemasan dan kalengan. Paket makanan yang tertutup rapat akan tetap aman untuk dimakan setelah kiamat nuklir.

Para ilmuwan menjalankan eksperimen dengan meletakkan bir dan soda botol di dekat ledakan nuklir. Botol-botol itu disiram dengan lapisan radiasi yang berat di bagian luar, tetapi isi di dalamnya masih aman. Mereka juga percaya dari sumur bawah tanah yang dalam mungkin masih aman untuk diminum.

8. Radiasi Kimia Masuk ke Tulang Manusia. Di sisi lain, para penyintas harus berjuang melawan kanker yang menyebar luas. Tak lama setelah bom menghantam, partikel radioaktif akan naik ke langit dan kemudian jatuh ke seluruh Bumi. Ketika mereka mendarat, mereka akan menjadi sangat kecil dan menyebar sehingga manusia tidak akan dapat melihatnya. Ini dapat membunuh manusia.

Salah satu bahan kimianya adalah strontium-90, yang menipu tubuh agar mengira itu kalsium ketika dihirup atau dikonsumsi. Tubuh mengirimkan bahan kimia beracun ini langsung ke sumsum tulang dan gigi, membuat korban terkena kanker tulang.

Dari uraian diatas, maka jika terjadi perang nuklir, tidak ada negara yang menang dan kalah. Dunia dengan segala isinya baik didarat, dilaut, dibawah laut, di udara semuanya akan rusak parah dan tidak bisa diperbaiki lagi. Miliaran manusia akan mati baik saat terjadi perang nuklir dan setelah selesai perang nuklir dimana mereka yang terkena radiasi akan hidup menderita beberapa saat lalu meninggal dunia.

Peran Indonesia

Bertolak dari kenyataan ini, maka peran Indonesia dalam mengemban amanat kostitusi yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial perlu ditingkatkan mulai Kawasan ASEAN, Asia-Pasifik serta dunia pada umumnya. 

Sebagai bangsa yang ber-Ketuhanan, tidak ada pilihan lain, selain penuh ketaatan pada Tuhan kita, sesuai keyakinan masing2. Kita tetap aktif membangun bangsa ini dan terus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kedepan termasuk jika terjadi perang nuklir.

Jakarta, 1 Mei. 2024.

*Penulis Drs. Markus Wauran, Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI (Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru