Rabu, 12 Juni 2024

PERCUMA PELAYANAN DOKTER BURUK..! Begini Jurus Pemerintah Tahan Orang RI Ramai Berobat ke Luar Negeri

JAKARTA – Pemerintah memperkirakan sebanyak Rp 100 triliun uang dari dalam negeri keluar Indonesia untuk pengobatan medis. Direktur Utama Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) Mira Dyah Wahyuni mengungkapkan nilai tersebut banyak berasal dari satu pulau, yakni Sumatera. Hal itu, ujar dia, karena faktor geografis yang lebih dekat dengan Malaysia dan Singapura.

Karena itu lah, imbuh dia, pemerintah memutuskan untuk membangun rumah sakit internasional di Bali. Targetnya ialah uang yang keluar negeri bisa turun secara perlahan.

“Kenapa Sumatera? Karena jarak juga lebih dekat. Target dengan adanya Bali internasional Hospital, jadi pasien dari Sumatera mungkin ngga sebesar itu, jadi kita lebih banyak targetkan dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, tentu berapa angka untuk turun? itu ada stepping stone, ngga langsung bisa Rp 100 triliun, mungkin secara bertahap 10% dulu lalu naik,” katanya kepada pers dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (5/6)

Adapun RS internasional yang bakal beroperasi di Bali itu bakal fokus pada penyakit kanker dan jantung. Namun, pihak RS juga bakal menambah opsi bidang lain.

“Untuk penyakit lain secara bertahap akan dikuatkan juga. Karena seperti syaraf, stroke, ortophedi masih banyak juga pergi ke luar negeri, dan di 2024 saat dibuka Bali internasional hospital, kita kuatkan di jantung dan kanker sehingga yang Rp 100 triliun uang tadi bertahap juga,” kata Mira.

Adanya RS internasional di Bali bukan hanya mengincar pasien dalam negeri agar tidak berobat ke luar negeri, namun juga wisatawan luar negeri agar terbang berobat ke Indonesia.

“Yang diincar bukan hanya wisatawan outbound, orang Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk berobat, tapi kita juga inbound, berharap traveler mancanegara datang ke Bali. Didukung banyak maskapai langsung seperti India, Jepang lalu Australia,” kata Mira.

Cara lain daya tariknya ialah dengan kehadiran memberikan pelayanan melalui dokter dari luar negeri. Selain itu, mahasiswa kedokteran Indonesia yang sudah lulus dari negeri juga bakal ditarik.

“Jadi selain dokter diaspora, dokter asing juga dipermudah untuk mendapat izin praktek, juga ada hal lain obat-obatan yang mungkin belum beredar di Indonesia, tapi biasa digunakan di luar negeri untuk pengobatan, kita bisa provide. Obat-obatan umumnya seperti kanker, obat kanker di RI masih terbatas, kita bisa adakan di Bali ini nanti,” sebut Mira. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru