test
Minggu, 26 Mei 2024

PERIH BANGET NIS..! Anies Baswedan Gagal Maju di Pilgub Jakarta 2024, Ditolak PKS, Nasdem – PKB Kompak Cari Figur Baru

JAKARTA – Meski berstatus Mantan Gubernur dan Calon Presiden, nampaknya Anies Baswedan kehilangan magnet menarik dukungan partai di Pilgub Jakarta 2024.

Setelah kekalahan Anies Baswedan dari Prabowo Subianto di Pilpres 2024, mantan menteri pendidikan ini punya kans besar maju kembali di Pilgub Jakarta 2024.

Berstatus Gubernur petahana, Anies dinilai masih menjadi figur kuat yang berpotensi besar memenangkan Pilgub Jakarta 2024.

Dalam berbagai survei terakhir, Anies masih memuncaki daftar elektabilitas tertinggi dari figur lainnya.

Bahkan nama Ridwan Kamil yang didorong Partai Golkar maju di Pilgub Jakarta 2024 masih dianggap sulit mengalahkan Anies Baswedan.

Namun sejauh ini Anies belum menyatakan keinginannya maju kembali sebagai Calon Gubernur Jakarta untuk kedua kalinya.

Koalisi perubahan (PKS, PKB, Nasdem) yang mengusung Anies di Pilpres 2024 secara terbuka mencari figur lain untuk Pilgub Jakarta 2024.

Oleh karenanya, Koalisi Perubahan kemungkinan besar tidak akan mengusung Anies Baswedan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta.

Seperti diketahui nama Anies Baswedan kembali mengemuka sebagai bakal calon gubernur Jakarta jika diputuskan kalah di Pilpres 2024.

Ditolak PKS

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menilai sudah selayaknya kader PKS yang memimpin DKI Jakarta lima tahun ke depan.

Pasalnya perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DKI Jakarta menempati urutan nomor satu pada Pemilu 2024.

Syaikhu pun menegaskan PKS tidak kekurangan stok pemimpin untuk maju di Pilkada Serentak 2024.

“Khusus di Jakarta, Pemilu 2024 mengantarkan PKS menjadi pemenang nomor 1. Maka sudah selayaknya kader PKS tampil memimpin Jakarta. Insya Allah, PKS tidak kekurangan stok pemimpin berkualitas,” kata Syaikhu dalam acara buka bersama Fraksi PKS DPR RI di kediaman Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri, Minggu (7/4/2024).

Terpisah, Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri mengatakan PKS tak akan kembali mengusung Anies Baswedan maju di Pilgub Jakarta 2024.

Alasannya, Anies dinilai levelnya sudah nasional lantaran merupakan calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan dalam kontestasi pilpres 2024.

“Anies levelnya sudah nasional,” kata Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri, saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (8/4/2024).

“Kalau sudah maju capres jangan turun lagi maju gubernur,” imbuhnya.

PKS berencana mengusung kader mereka yakni M Sohibul Iman di Pilgub Jakarta.

Untuk diketahui, Sohibul Iman merupakan mantan Presiden PKS yang kini menjabat Wakil Ketua Majelis Syura PKS.

“PKS rencana akan majukan M Sohibul Iman mantan presiden PKS sebagai cagub DKI (Jakarta),” ujar Mabruri.

Nasdem Usung Sahroni

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh lebih mendukung Bendahara Umum Nasdem Ahmad Sahroni untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024.

Hal itu dikatakan Surya dalam konferensi pers menyikapi hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024 di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024) lalu.

Awak media sempat bertanya soal pilihan Nasdem dengan menyodorkan nama Anies Baswedan dan Ahmad Sahroni.

Namun, Surya lebih memilih Sahroni.

“Kan lihat dulu. Kalau malam ini Sahroni,” kata Surya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Nasdem Hermawi Taslim tak menyebut nama Anies Baswedan dalam bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Koalisi Perubahan.

Koalisi Perubahan merupakan koalisi tiga partai yakni Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Survei Calon Gubernur Jakarta 2024

Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) memaparkan hasil survei tentang evaluasi kinerja dan peta elektoral Pilkada DKI Jakarta 2024.

Hasilnya, pada peta elektoral Pilkada DKI Jakarta 2024, Anies Baswedan hingga Heru Budi Hartono menjadi top of mind pilihan kandidat gubernur DKI Jakarta.

Diketahui survei dilaksanakan pada tanggal 11-18 Mei 2023 di Provinsi DKI Jakarta. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka.

Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah respondennya terdapat 400 responden dengan margin of error +/- 4.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 % .

“Yang terlintas dibenak warga DKI Jakarta yang pertama adalah Anies Baswedan, yang kedua terlintas adalah Heru Budi Hartono, ketiga adalah Ahok top three, disusul Sandi, disusul Ridwan,” kata Ali dalam l paparannya di kawasan Mampang, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2023).

“Jadi inilah nama-nama yang terlintas dibenak warga DKI di pertanyaan terbuka ketika ditanya jika pemilihan calon gubernur DKI Jakarta dilakukan saat ini,” lanjutnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, berdasarkan urutannya, top of mind dalam pertanyaan terbuka ini masih dipimpin Anis Baswedan dengan perolehan suara 11,5 persen.

Di posisi kedua, ada nama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang memperoleh suara 9,3 persen, diurutan ketiga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan 7,8 persen.

Berikutnya, ada nama Sandiaga Uno dengan hasil survei 4,0 persen, disusul Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan hasio survei 3,5 persen.

Lalu ada Ahmad Sahroni 2,8 persen, Gibran Rakabuming Raka 2,8 persen, Agus Harimurti Yudhono (AHY) 1,5 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Berikut rinciannya:

1.Anies Baswedan 11,5 % .

2.Heru Budi Hartono 9,3 %

3.Ahok 7,8 %

4.Sandiaga Uno 4,0 % ,

5.Ridwan Kamil 3,5 %

6.Ahmad Sahroni 2,8 %

7.Gibran Rakabuming Raka 2,8 %

8.Agus Harimurti Yudhono (AHY) 1,5 %

9.Erick Thohir 1,58

Lebih lanjut, Ali menyampaikan hasil survei masih mungkin berubah terlebih apabila nama-nama populer seperti Anies Baswedan dihilangkan karena yang bersangkutan mengikuti kontestasi pilpres. (Enrico N. Andielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru