Jumat, 17 April 2026

PERTAMINA TAKUT SANKSI AS..! Dubes Rusia Ungkap 3 Hambatan Ekspor Migas ke Indonesia

JAKARTA – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov mengatakan, setidaknya ada tiga pertanyaan utama yang harus dipecahkan bersama jika Indonesia serius ingin mengimpor minyak dan gas (migas) ke Rusia.

Pertanyaan pertama, bagaimana membawa minyak tersebut ke Indonesia? Sergei mengatakan, saat ini banyak perusahaan perkapalan dari barat enggan bekerja sama dengan Rusia karena sanksi konflik yang terjadi di Ukraina.

“Bagaimana cara membawa minyak ke Indonesia? Karena cukup banyak perusahaan Barat, perusahaan pengapalan, juga tidak mau bekerja sama dengan Rusia,” katanya dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Persoalan kedua adalah metode pembayaran yang bisa digunakan antara Indonesia dan Rusia. Sergei mengatakan, untuk membeli minyak, Indonesia harus mentransfer uang ke Rusia. Namun yang menjadi masalah, Rusia tidak tergabung dalam SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication).

Sergei mengatakan, solusi dari persoalan kedua ini mungkin bisa menggunakan pihak negara ketiga dengan jalur transfer yang lebih panjang.

Persoalan terakhir adalah terkait dengan harga. Sergei mengatakan, banyak negara yang menginginkan BBM Rusia dengan “harga teman”.

Namun Sergei menegaskan, dalam bisnis tidak ada kata teman. Dia bahkan menyebut ada kemungkinan harga lebih tinggi karena kondisi geopolitik global saat ini.

“Jadi kami mendapatkan lebih banyak uang daripada harga normal. Tapi inilah ekonomi pasar, inilah situasinya sekarang,” tuturnya.

Adapun terkait kesiapan Rusia menjual minyak ke Indonesia, Sergei memastikan negaranya memberikan lampu hijau.

Presiden Rusia, Vladimir Putin disebut telah memberikan penekanan agar perusahaan minyak Rusia siap memberikan pelayanan bagi negara yang hendak membeli minyak mereka.

Tak terkecuali untuk negara-negara barat seperti Eropa dan negara sahabat lainnya.

“Jika mereka serius, jika mereka ingin memiliki kontrak jangka panjang dan membeli minyak Rusia, bahkan untuk mereka (negara barat) pun kami siap menyediakan. Itu bukan masalah, kami adalah pemasok sumber daya yang sangat bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucapnya.

Pertamina Takut Sanksi Amerika

Sergei juga mengaku heran mengapa Indonesia baru serius melakukan kerja sama minyak dengan Rusia.

Padahal menurut Sergei, banyak perusahaan minyak Rusia datang ke Jakarta untuk menawarkan kerja sama sejak dulu. Namun informasi yang didapat Sergei, perusahaan minyak di Indonesia takut berurusan dengan Rusia.

“Sangat jelas bahwa manajemen Pertamina merasa takut. Takut berurusan dengan Rusia karena mereka punya begitu banyak kontak, mungkin beberapa surat berharga di bank-bank Amerika, mereka takut terkena sanksi, baik sanksi sekunder maupun primer,” ucapnya.

Rusia Siap

Sergei Gennadievich Tolchenov menegaskan, negaranya siap memberikan dukungan terkait keinginan pemerintah Indonesia membeli minyak dan gas Rusia. Penegasan ini diucapkan Sergei kembali melihat konteks pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia Tsivilev beberapa hari terakhir.

“Kami memahami bahwa dalam situasi global saat ini, Indonesia tertarik sekarang, tertarik untuk membeli minyak dan gas Rusia, dan kami siap (bekerja sama),” kata Sergei

Namun Sergei menyebut, kesiapan memasok sumber daya minyak dan gas ini bukan untuk Indonesia saja. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles