Rabu, 14 Januari 2026

PRABOWO TARGETKAN HUNTARA RAMPUNG SEBULAN..! Connie Rahakundini Ingatkan Presiden Untuk Menjaga Kehidupan di Tengah Bencana

JAKARTA- Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan Presiden Prabowo Subianto  bahwa UUD 1945 menegaskan bahwa hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun, dan bahwa perlindungan serta pemenuhannya adalah tanggung jawab negara, terutama Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.

“Di titik inilah kepemimpinan nasional diuji, bukan sebagai penjaga citra, tetapi sebagai penjaga kehidupan,” ujar ahli militer dan intelejen dalam surat terbuka yang diterima Bergelora.com di Jakarta, Kamis (18/12).

Di bawah ini isi surat terbuka Connie yang ditulisnya dari St. Petersburg, Rusia:

SURAT TERBUKA

Kepada Presiden Republik Indonesia

Bapak Presiden,

Ketika negara masih mempertimbangkan risiko politik, reputasi, dan implikasi masa lalu, rakyat di lapangan sedang kehilangan hak paling dasar: hak untuk hidup. Dalam hukum negara dan hukum internasional, tidak ada satu pun alasan yang membenarkan penundaan penyelamatan manusia, apa pun dan dimanapun penyebab bencananya.

UUD 1945 menegaskan bahwa hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun, dan bahwa perlindungan serta pemenuhannya adalah tanggung jawab negara, terutama Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi. Karena itu, bencana akibat kerusakan lingkungan tidak boleh diperlakukan berbeda dari bencana alam. Bahkan secara moral, ia menuntut respons yang lebih cepat dan lebih tegas.

Menunda status darurat, membatasi bantuan, atau memperlambat akses kemanusiaan demi kehati-hatian politik bukanlah kepemimpinan, melainkan kelalaian yang dilembagakan. Akuntabilitas hukum atas kerusakan lingkungan memang wajib ditegakkan, tetapi harus datang setelah nyawa rakyat diselamatkan, bukan sebaliknya.

Hari ini dunia tidak menilai Indonesia dari pidato atau klaim kemampuan, tetapi dari apa yang nyata terlihat di lapangan dalam 23 hari sejak bencana. Ketika terdapat jarak antara pernyataan negara dan realitas penderitaan rakyat, kepercayaan runtuh bukan karena kritik, melainkan karena ketidaksinkronan kebijakan.

Bapak Presiden,

Sejarah tidak mencatat alasan teknokratis atau kalkulasi politik. Sejarah hanya mencatat apakah negara hadir atau absen ketika rakyatnya paling membutuhkan perlindungan.

Di titik inilah kepemimpinan nasional diuji, bukan sebagai penjaga citra, tetapi sebagai penjaga kehidupan.

St. Petersburg 18 Desember 2025

Atas nama hak hidup, konstitusi, dan martabat NKRI,

Connie Rahakundini Bakrie, Guru Besar dan Ambassador of Science and Education St Petersburg State University, Russia, yang percaya bahwa negara ada demi melindungi rakyat dan lingkungan hidupnya

Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau langsung kondisi para pengungsi terdampak bencana di Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). (Ist)

Prabowo Targetkan Huntara Rampung Sebulan

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun rumah hunian sementara yang layak bagi warga terdampak bencana di Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).

Hal ini disampaikan Prabowo saat meninjau langsung kondisi para pengungsi terdampak bencana di Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada hari yang sama.

Prabowo menyebut, pembangunan hunian sementara (huntara) telah mulai berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

“Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, bisa selesai hunian sementara sebulan, supaya ibu-ibu bapak-bapak semua tidak perlu tinggal di tenda,” ujar Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo juga berjanji, setelah hunian sementara rampung, akan membangun rumah hunian tetap untuk para warga. Ia memastikan hunian tetap itu dibuat dari bahan dengan kualitas bagus.

“Setelah itu kita bangun hunian tetap. Saya lihat cukup bagus kualitasnya, luasnya hunian tetap lumayan besar ya, 70 meter ya, 70 meter persegi,” ucap dia.

Prabowo pun mengapresiasi semua pihak yang sudah bekerja keras membantu warga dalam menghadapi pasca bencana itu.

“Semua bekerja, saya terima kasih kepada TNI, Polri, dan semua pejabat yang bekerja keras. Kita lihat Basarnas, kita lihat banyak sekali yang semuanya turun untuk bahu-membahu kita perbaiki keadaan,” tutur dia.

 

Prabawo: Kita Mampu Mengatasi Semua Bersama

Kepada Bergelora.com dilaporkan Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, keadaan bencana di Sumatera merupakan musibah dan cobaan bagi bangsa Indonesia. Prabowo mengungkapkan hal ini saat meninjau Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).

“Ini keadaan musibah, cobaan bagi kita. Tapi, kita ternyata mampu mengatasinya semua bersama-sama,” ucap Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis. Prabowo menegaskan bahwa para korban terdampak bencana tidak sendiri.

Menurut dia, setiap hari pemerintah berusaha untuk memperbaiki keadaan pascabencana.

“Saudara-saudara tidak sendiri. Kita semua memikirkan tiap hari bagaimana kita bisa memperbaiki keadaan saudara-saudara,” ucap Prabowo.

Kepala Negara mengajak para warga di pengungsian Agam untuk bersabar. Ia berjanji pemerintah akan segera memulihkan daerah tersebut.

“Terima kasih yang sabar. Kita bersama-sama akan mengatasi ini semua,” ucap Prabowo. Tak lupa, Prabowo mengapresiasi setiap elemen yang sudah gotong royong membantu para korban, baik itu TNI, Polri, Basarnas, hingga pemerintah pusat dan daerah.

“Terima kasih juga kepada petugas, pejabat-pejabat pemerintah, gubernur, bupati, pengurus-pengurus semua yang terus di tengah-tengah rakyat bekerja untuk mengatasi keadaan,” tutur dia.

Menurut Prabowo, rumah hunian sementara untuk para korban sedang dibangun. Jika sudah rampung, pemerintah juga akan membangun hunian tetap untuk para korban.

“Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Bisa selesai hunian sementara sebulan supaya ibu-ibu dan bapak-bapak semua tidak perlu tinggal di tenda. Setelah itu, kita bangun hunian tetap,” tegas dia.

 

Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini: https://kmp.im/BencanaSumatera Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini Berikan Opinimu Kirim Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE prabowo subianto gotong royong banjir sumatera bencana sumatera pengungsi Agam selengkapnya Lihat Nasional Selengkapnya Momen Prabowo Makan Nasi Goreng di Dapur Umum Saat Cek Pengungsian di Agam: Lumayan Enak! Anak di Pengungsian Agam Ingin Jadi Tentara, Prabowo ke Menhan: Kasih Dong Petunjuk Cek Kondisi Agam, Prabowo Bersyukur Sudah Membaik, Janji Segera Pulihkan Keadaan Prabowo Terharu Disambut Baik di Agam, padahal Warga Sedang Susah di Pengungsian Tangis Warga Agam yang Pecah di Hadapan Prabowo: Tinggal Sendiri Saya, Pak…   Pilihan Untukmu News Prabowo Bolak-balik Jakarta-Sumatera demi Pulihkan Kondisi Pascabencana BrandzView Skylar Pindah ke ONIC, Siapa Aktor Utama di Balik Kepindahannya? News Tes SIM Terasa “Overkill”, Begini Penjelasan Polisi dan Pengalaman Gen Z News KPK Gelar OTT di Banten, 5 Orang Diamankan News Anxiety & Overthinking? BPJS Sekarang Tanggung Mental Health Juga Loh News Anak di Pengungsian Agam Ingin Jadi Tentara, Prabowo ke Menhan: Kasih Dong Petunjuk BrandzView Kolaborasi dengan Soul Land, Ini Cara Dapatkan Voucher Rp 10.000 untuk Bundle Tang San di Free Fire Travel Ada Hotel di Dalam Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Sekian Biayanya News Jaksa Sebut Eks Mendikbud Muhadjir Effendy Sempat Tolak Chromebook, tetapi Malah Diterima Nadiem News Hidup dari Gunungan Sampah Bantargebang, Andi Raup Rp 30 Juta per Bulan dari Limbah Plastik News Presiden Prabowo Minta Maaf Listrik Belum Nyala Merata di Aceh Tamiang News Prabowo: Alam Harus Kita Jaga, Tidak Boleh Tebang Pohon Sembarangan News Pengungsi di Aceh Tengah Ngadu ke Prabowo: Kami Sangat Butuh Logistik, Pak! News Prabowo ke Pengungsi di Aceh: Kami Tidak Punya Tongkat Nabi Musa, Mohon Sabar Saat Prabowo Cicipi Nasi Goreng Bikinan Prajurit TNI di Dapur Umum Pengungsi 04:17 Saat Prabowo Cicipi Nasi Goreng Bikinan Prajurit TNI di Dapur Umum Pengungsi Video 3 jam lalu 04:09 Momen Prabowo Kembali ke Sumatera Barat untuk Tinjau Kondisi Pasca-banjir Video 9 jam lalu 07:28 Prabowo “Ceramahi” Menteri, Terima Laporan Ada yang Lelet Kerjanya Video 2 hari lalu 35:56 Peringatan Prabowo di Hadapan Kepala Daerah se-Papua Video 2 hari lalu 04:49 Sentil Pejabat yang “Wisata Bencana” di Sumatera, Prabowo: Rakyat Jangan Dijadikan Objek Video 2 hari lalu 04:28 Emosi soal Hutan Sumatera, Prabowo Langsung Potong Ucapan Teddy, Apa Kata Presiden? Video 2 hari lalu 04:33 Prabowo: Ada yang Teriak Bencana Nasional, Situasi Sumatera Terkendali Video 3 hari lalu 03:58 Di Sidang Kabinet, Prabowo Sebut Ada Pihak Tak Suka Indonesia Kuat Video 3 hari lalu 04:32 Kirim 50.000 TNI-Polri ke Sumatera, Prabowo: Kalau Dibilang Negara Tak Hadir, Ya Kita

Pemerintah Siapkan 4 Bantuan Pascabencana Sumatera

Sebelumnya laporkan, Pemerintah memastikan memiliki anggaran yang memadai untuk memulihkan kondisi yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Dalam rapat tingkat menteri (RTM) selama tiga jam yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa kementerian/lembaga saat ini terus bahu membahu menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Dan Bapak Presiden juga menjamin bahwa pemerintah mempunyai anggaran yang memadai untuk menyelesaikan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Pratikno usai RTM, Rabu (17/12/2025).

Dalam rapat tersebut, pemerintah berencana memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak bencana:

Bangun hunian tetap Salah satu poin yang digodok dalam RTM adalah pembangunan ribuan hunian tetap (huntap) yang akan dikoordinir oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengatakan pembangunan hunian permanen itu akan dimulai pada Desember ini, meski ia belum mengungkap tanggal pastinya.

“Sudah ada kesiapan untuk membangun rumah bagi saudara-saudara kita ya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebesar 2.603 unit. Mohon doanya kita mulai bulan ini membangun hunian tetap,” kata Ara. Ara mengatakan, sejauh ini, baru dibicarakan adanya tiga kriteria terkait lokasi untuk hunian tetap yang akan dibangun di lokasi bencana.

“Pertama dari aspek hukum, bagaimana itu klir dari aspek hukumnya. Kedua, dari teknikal, artinya jangan memindahkan atau relokasi rakyat ke tempat yang tidak aman,” ucap dia.

Kriteria ketiga yakni lokasi perumahan juga harus mengerti filosofis, bukan hanya sekadar dibangun semata tanpa memikirkan aspek keselamatan dan kenyamanan penghuninya.

“Karena kita mengerti filosofis perumahan, rumah itu bukan hanya gedungnya dibangun tapi kehidupannya berpindah, jadi pikirkan lokasi tempat anak-anaknya bersekolah, tempat bekerja, ekosistem harus jadi pertimbangan,” ucap dia.

Ara memastikan tidak akan menggunakan APBN, penggunaan dana pembangunan hunian tetap diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dan kantong pribadi sang menteri.

“Uangnya non-APBN. Dari Yayasan Buddha Tzu Chi 2.500, dari saya pribadi 103,” tutur dia.

Kemudian Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengusulkan memberikan bantuan sosial (bansos) jaminan hidup bagi korban yang diberikan setiap hari selama tiga bulan.

“Setelah nanti ada huntara atau huntap, ada (bansos) jadup, jaminan hidup selama 3 bulan, di mana setiap keluarga, setiap individu mendapatkan dukungan Rp 10.000 per harinya,” ujar Gus Ipul.

Namun, usulan penggunaan bansos jadup tersebut baru pertama ini disampaikan oleh Gus Ipul dan belum bersifat final.

Karena itu ia meminta arahan dari Pratikno terkait apakah nominal bansos jadup perlu ditingkatkan. Sebab, nominal itu merujuk pada indeks perhitungan tahun 2020 dan saat ini sedang dikaji ulang agar lebih relevan dengan kondisi ekonomi terkini.

“Nah tadi kami lapor kepada Pak Menko, apakah indeks Rp 10.000 ini masih memenuhi standar hari ini atau perlu ditingkatkan. Tentu nanti kami mohon arahan lebih lanjut,” jelasnya.

Santunan tiap keluarga Selain bansos jadup, Kemensos juga bakal memberikan Rp 3 juta untuk keperluan perabotan rumah jika sudah terbangun hunian sementara atau hunian tetap.

“Setelah mendapatkan jadup, ketika mereka di huntara atau huntap, nanti juga akan mendapatkan bantuan untuk melengkapi isi rumah, seperti alat-alat dapur, maupun juga itu mungkin kursi, meja, dan lain sebagainya sebesar Rp 3 juta,” kata dia.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan dukungan awal untuk pemulihan ekonomi warga terdampak. Bantuan diserahkan untuk tiap keluarga sebesar Rp 5 juta.

“Kita juga memberikan dukungan pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi di tahap pertama, yaitu indeksnya sebesar Rp 5 juta,” imbuh Gus Ipul.

Kemensos juga telah menyalurkan santunan bagi korban meninggal dunia korban meninggal dunia Rp 15 juta yang akan diserahkan kepada ahli waris.

Lalu, santunan Rp 5 juta kepada korban luka berat. Air siap minum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengirimkan alat Arsinum, akronim dari “air siap minum”, ke wilayah terdampak banjir Sumatera, untuk mengubah air lumpur menjadi air minum. Teknologi ini diklaim mampu mengolah air banjir dan air berlumpur menjadi air layak minum dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami sudah mengirimkan Arsinum, air siap minum, yang itu bisa mengolah air banjir, air lumpur untuk menjadi air siap minum untuk per hari 10.000 liter,” kata Kepala BRIN Arif Satria.

“Dan kita siapkan lagi untuk 20.000 liter, kemudian siap mengolah air bersih untuk sampai 100.000 liter. Moga-moga ini sangat bermanfaat untuk pemulihan banjir,” lanjutnya.

Teknologi Arsinum yang dikirimkan BRIN dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi kesehatan dan sanitasi sebagai salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana banjir. BRIN juga berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan kementerian lainnya untuk menyusun kebutuhan tematik berbasis citra satelit yang dinilai penting dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana ke depan. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru