JAKARTA – Pemerintah telah mentransfer dana tambahan kepada pemerintah daerah di kawasan terdampak bencana di Sumatera. Tercatat ada 3 provinsi dan 52 kabupaten atau kota yang mendapat bantuan.
Menteri Dalam Negeri Tito karnavian menjelaskan total transfer tambahan untuk penanganan bencana ke daerah ada Rp 268 miliar dan sudah ditransfer.
Rinciannya, Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing mendapat Rp 20 miliar. Kemudian, Rp 4 miliar untuk masing-masing dari total 52 kabupaten kota di 3 provinsi tersebut.
“Mengenai anggaran belanja tidak terduga, untuk 52 kabupaten, kota dan 3 provinsi dari bapak presiden sebagai tambahan sebanyak Rp 268 miliar kami cek sudah diterima semua. Oleh tiga provinsi, masing-masing 20 miliar, kabupaten kota Rp 4 miliar di 52 kabupaten/kota,” papar Tito dalam konferensi pers perkembangan bencana, disiarkan virtual di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Bergelora.com, Selasa (23/12/2025).
Dalam data yang dipaparkan Tito, Aceh dan Sumatera Utara menerima masing-masing Rp 56 miliar. Di dua provinsi tersebut masing-masing ada 18 pemerintah kabupaten dan kota yang menerima suntikan dana.
Sementara Sumatera Barat menerima Rp 52 miliar. Dana dibagikan ke 1 pemerintah provinsi dan 16 pemerintah kabupaten dan kota.
Tito mengatakan dana tersebut sudah digunakan pemerintah daerah untuk kepentingan individual bagi para pengungsi bencana. Mulai dari pakaian, alat mandi, keperluan wanita, dan keperluan bayi.
“Sudah digunakan sesuai arahan yang sudah kami sampaikan, di antaranya untuk kepentingan perorangan,” papar Tito.
“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak Presiden, bapak Mensesneg, bapak Seskab yang bekerja sangat cepat dan Menteri Keuangan,” pungkasnya menekankan.
Update BNPB: Korban Tewas 1.112 Orang
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera bertambah menjadi 1.112 jiwa pada Selasa (23/12/2025).
Jumlah korban meninggal dunia itu mencakup tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Pada hari ini jumlah korban meninggal dunia bertambah enam jiwa, menjadi 1.112 jiwa meninggal dunia dari tiga provinsi, artinya bertambah enam jiwa dari jumlah kemarin,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers yang dikutip dari kanal Youtube BNPB.
Adapun rincian data jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera meliputi Aceh sebanyak 483 jiwa, Sumut sebanyak 369 jiwa, dan Sumbar 260 jiwa.
Korban Hilang Bertambah Satu Jiwa
Lanjut Abdul, untuk jumlah korban bencana Sumatera yang hilang bertambah satu jiwa, sehingga totalnya menjadi 176 jiwa. Meliputi Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumut sebanyak 72 jiwa, dan Sumbar sebanyak 72 jiwa.
“Ini masih dilakukan pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan di tiga provinsi,” tandasnya.
Kemudian jumlah korban bencana yang mengungsi per Selasa (23/12/2025) tercatat sebanyak 498.447 jiwa, meliputi Aceh sebanyak 473.288 jiwa, Sumut sebanyak 13.355 jiwa, dan Sumbar sebanyak 11.804 jiwa.
“Ini terus kita dukung kebutuhan makanan dan non-makanannya, sehingga saudara-saudara kita yang masih berada di titik-titik pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah atau sementara tinggal di rumah kerabat, ini masih terus kita dukung kebutuhan makanan dan sandangnya,” tutur Abdul. (Enruco N. Abdielli)

