Kamis, 25 Juli 2024

Segera…! Presiden Terus Pantau Perbaikan Rumah Sakit dan Sekolah Di NTB, 2 Bulan Harus Selesai

Presiden saat meninjau perbaikan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, NTB, Senin (3/9). (Ist)

MATARAM- Sebelum mengakhiri kunjungan kerja Presiden ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua hari dan kembali menuju Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih dahulu meninjau perbaikan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram yang terletak di Kecamatan Mataram, Kota Mataram, NTB.

Setelah bencana gempa beberapa waktu lalu, seluruh kegiatan di rumah sakit tersebut terpaksa dipindahkan ke tenda darurat di depan gedung RSUD Kota Mataram.

Presiden yang pada saat yang sama juga meninjau kondisi sejumlah tenda darurat penanganan pasien rumah sakit segera meminta jajarannya untuk dapat mempercepat proses perbaikan.

“Tadi saya sudah perintahkan untuk segera diselesaikan. Dari HK (Hutama Karya) tadi menyampaikan, dua bulan akan diselesaikan,” ujar Presiden di lokasi pada Senin, 3 September 2018.

Kepala Negara memandang perbaikan RSUD Kota Mataram dan sejumlah rumah sakit lainnya yang terdampak gempa merupakan hal yang menjadi prioritas karena menyangkut pelayanan terhadap pasien terdampak gempa.

Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau sekolah terdampak gempa di Kota Mataram, NTB, Senin (3/9). (Ist)

“Saya lihat ini rusaknya ringan-sedang tetapi memang ini sangat darurat. Perlu untuk segera diselesaikan sehingga pasien-pasien tidak berada di luar, di tenda-tenda,” tuturnya.

Proses dan target yang sama juga Presiden berikan untuk perbaikan gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Dirinya memastikan dan berjanji untuk terus memantau jalannya perbaikan tersebut hingga dua bulan mendatang.

“Saya akan ke sini dua bulan lagi dan saya sudah janjian dua bulan rampung,” ucapnya.

Tinjau Sekolah

Sebelumnya, selepas memimpin Apel Siaga NTB Bangun Kembali, Presiden Joko Widodo meninjau langsung SMP 6 Mataram, salah satu sekolah yang terdampak gempa, Senin (3/9).

“Ya ini salah satu sekolah, SMP 6, yang ada di Mataram yang juga kita lihat meskipun sudah diaudit oleh PU bisa digunakan, tetapi karena banyak retak-retak, banyak konstruksi yang mengkhawatirkan sehingga anak-anak takut belajar di dalam gedung,” kata Presiden kepada jurnalis seusai peninjauan.

Oleh sebab itu, Presiden langsung memerintahkan agar bangunan sekolah tersebut bisa segera diperbaiki. Rencananya, perbaikan tersebut akan dimulai besok oleh PT Wika Gedung.

“Untuk konstruksinya disuntik, bangunannya yang retak diperbaiki, plafonnya yang runtuh diperbaiki. Sementara ya memang belajar (di luar kelas) seperti ini,” lanjutnya.

Selain SMP 6 Mataram, Kepala Negara juga mengatakan bahwa sekolah-sekolah lain pun akan segera diperbaiki setelah dicek dan diaudit satu per satu.

Adapun beban pembiayaan akan menjadi tanggungan bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sementara terkait nilai anggaran yang dibebankan kepada APBN, Presiden mengatakan masih dalam perhitungan.

“Belum, kita belum menentukan itu karena ngecek dulu, diaudit kerusakannya berat, sedang, atau ringan, semuanya baru dihitung nanti. Tapi yang di sini saya sudah perintahkan untuk dimulai. Ya dari Wika Gedung,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden juga meninjau Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya, masyarakat bebas memilih jenis konstruksi yang digunakan untuk membangun rumahnya, asalkan tahan gempa.

“Boleh pakai RISHA yang pakai tembok, bisa juga pakai bambu, bisa juga pakai kayu, bisa juga rumah panggung. Tetapi harus diawasi, didampingi oleh insinyur-insinyur dari Kementerian PU agar rumah itu betul-betul antigempa, baik dari kayu, bambu, batu-bata, masyarakat yang menentukan,” tandasnya.

Apel Siaga

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Apel Siaga NTB Bangun Kembali di Lapangan Bola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (3/9). Apel tersebut diikuti sekitar 2.250 relawan dari berbagai unsur.

Dalam arahannya, Presiden mengatakan bahwa tahapan tanggap darurat telah berlalu dan sekarang mulai masuk ke tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi kembali NTB. Adapun tahapan pertama yang ingin dikerjakan adalah yang berkaitan dengan fasilitas publik seperti pasar, puskesmas, sekolah, serta masjid dan musala.

“Kemarin saya melihat beberapa sudah mulai dikerjakan yang dikomandani oleh Kementerian PU,” kata Presiden.

Seperti diketahui, kemarin Presiden telah menyerahkan bantuan secara langsung untuk rekonstruksi rumah masyarakat baik yang rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan sebanyak 5.293 rumah.

“Semuanya memang perlu dilihat di lapangan, diverifikasi. Untuk dipastikan bahwa memang bantuan itu harus diberikan memerlukan waktu. Oleh sebab itu kemarin baru 5.293 (rumah),” lanjutnya.

Kepala Negara pun berpesan kepada para relawan agar membantu masyarakat dalam membangun kembali rumahnya. Presiden mengarahkan agar rumah yang dibangun nantinya merupakan rumah yang tahan gempa.

“Karena kita tahu di NTB ini adalah masuk dalam ring of fire, masuk dalam lingkaran cincin api, yang kita tahu tahun 1979 di sini pernah terjadi gempa besar juga,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, dalam pembangunan rumah kembali masyarakat akan didampingi dan dikawal oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dibantu oleh insinyur-insinyur muda dan mahasiswa-mahasiswa teknik. Dengan demikian, menurut Presiden, masyarakat diarahkan untuk membangun rumah yang tahan gempa, yang memakai konstruksi anti gempa.

Untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi NTB ini, Presiden menuturkan dirinya telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018. Dalam Inpres tersebut proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan dipimpin langsung oleh Kementerian PUPR.

“Saya akan pantau terus, akan saya cek terus, agar NTB segera normal kembali, pulih kembali, aktifitas ekonomi dan aktifitas kehidupan sehari-hari bisa berjalan kembali dengan baik,” ujarnya.

Tak lupa, Kepala Negara pun memberikan apresiasinya kepada seluruh jajaran TNI/Polri, seluruh relawan, relawan mandiri, relawan dari BUMN, universitas, dari LSM, dari pemerintah daerah, serta seluruh jajaran PNS yang telah memberikan tenaga dan pikirannya.

“Terima kasih atas partisipasi saudara-saudara semuanya yang bekerja keras dengan solidaritas yang tinggi kepada saudara-saudara kita di NTB,” tandasnya. (Lahmuddin)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru