Kamis, 11 Agustus 2022

SEGERA SAJA PAK…! Setelah Nikel, Jokowi Minta Stop Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

JAKARTA – Presiden Jokowi segera menghentikan ekspor bahan mentah timah dan bauksit. Di mana pada 2017, Kepala Negara memutuskan untuk menghentikan ekspor nikel.

“Setelah Nikel distop, walaupun belum rampung di WTO. Kita akan stop tahun ini mungkin timah atau bauksit stop,” tuturnya dalam acara Silaturahmi Nasional PPAD 2022, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Dirinya pun memerintahkan BUMN, swasta untuk bekerjasama mengolah timah dan bauksit di dalam negeri. Jika belum ada teknologi yang mumpuni, bisa dikerjasamakan dengan pihak lain.

“Kalau belum siap ambil partner asing tidak apa-apa, kenapa kita alergi. Tapi pabrik industrinya ada di dalam negeri,” tuturnya.

Menurut Presiden, sudah waktunya Indonesia berbenah dengan menyiapkan hilirisasi dan industrialisasi. Pasalnya, keuntungan hilirisasi lebih besar dibanding hanya ekspor bahan mentah.

“Yang tidak berani dilakukan dalam kurun lama sekali yaitu hilirisai, industrialisasi. Sejak zaman VOC, ekspor bahan mentah memang itu paling enak. Batu bara keruk kirim bahan mentah, nikel keruk kirim bahan mentah. Tembaga Freeport keruk kirim bahan mentah,” ujarnya.

Bertahun-tahun, kata Jokowi, Indonesia menikmati hal tersebut tapi lupa pondasi industrialiasi. Menurutnya, industrialisasi memberikan untung yang jauh lebih besar pada negara.

“Saya beri contoh nikel ekspor bertahun-tahun nilainya 2014 itu USD1,1 miliar kira kira Rp15 triliun per tahun. Begitu kita stop 2017, ekspor di 2021 mencapai Rp300 triliun lebih. Dari Rp15 triliun melompat Rp300 triliun dan itu baru satu komoditi,” ujarnya.

Dibohongi Freeport 40 Tahun

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Presiden Jokowi menceritakan soal smelter Freeport yang lama tidak dibangun-bangun. Apalagi sebelum pemerintah menjadi pemilik mayoritas saham Freeport.

“Dulu Freeport saya perintah untuk bangun smleter saja tidak pernah dengerin. Begitu Freeport 51% milik kita. Tahun lalu smelter saya perintah langsung dibangun karena sudah mayoritas milik kita,” tuturnya.

Smelter ini merupakan salah satu industrialisasi yang dilakukan Indonesia. Dengan ini, banyak manfaat yang bisa didapat negara.

“Nanti kita lihat dari tembaga smeltering ini dapat berapa triliun. Tapi saya meyakini ini bisa 20 kali,” tuturnya.

Malah, lanjut Jokowi, dari dulu tidak bisa diketahui apakah kandungan yang dikirim lebih banyak tembaga atau emas. Hal ini akan diungkap saat smelter Freeport nantinya beroperasi.

“Kadang kita kirim bukan hanya tembaga, bahan mentah yang dikirim di dalamnya ada emasnya juga mana kita tahu. Nanti kalau smetler jadi baru kita tahu. 40 tahun lebih mungkin kita dibohongi, emasnya mungkin lebih banyak dari tembaganya, tapi saya belum bisa sampaikan karena belum produksi di smelter,” tuturnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,439PengikutMengikuti
994PelangganBerlangganan

Terbaru