JAKARTA – Pakar telematika, Roy Suryo, tetap berpendirian bahwa ijazah milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) adalah palsu, meski rekannya yaitu ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar telah bersikap sebaliknya. Rismon kini telah berbalik arah dengan menyatakan ijazah milik Jokowi asli.
Dia mengakui adanya kesalahan terkait hasil penelitiannya selama ini. Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas segala tuduhan yang telah dilontarkannya.
Adapun pernyataan tersebut disampaikan Rismon dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026).
Roy Suryo mengungkapkan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma, turut bersikap sama dengannya yakni menyatakan ijazah Jokowi adalah palsu.
“Insya Allah kami tetap amanah untuk meneruskan semua yang sudah dilakukan selama ini secara ilmiah, bertanggung jawab dan tidak bergeser 0,1 persen pun dari simpulan yang selama ini sudah disampaikan (ijazah Jokowi palsu),” katanya dalam keterangan tertulis dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Dengan sikap ini, Roy Suryo menegaskan pengakuan Rismon bahwa ijazah Jokowi asli tidak perlu dikaitkan dengannya maupun Dokter Tifa.
“Statement RHS (Rismon Hasiholan Sianipar) selama 11 menit 3 detik yang menyatakan bahwa dirinya menyatakan ada ‘kekeliruan dan bisa berbeda’ dalam penelitiannya, bahkan yang sudah dituliskannya dalam bagian buku JWP (Jokowi’s White Paper) adalah memang hanya statement pribadi Saudara RHS sendiri dan tidak perlu disangkut pautkan dengan kami selaku sesama penulis JWP,” ujarnya.
Ia juga tidak ingin dikaitkan dengan permintaan maaf Rismon kepada Jokowi terkait kekeliruan dalam penelitian soal ijazah milik mantan Wali Kota Solo tersebut.
Kendati demikian, Roy Suryo tetap menghormati sikap Rismon meski kini telah tidak sejalan.
“Jadi jika kemudian ada statement selanjutnya di dalamnya yang mana RHS menyatakan ‘minta maaf’ ke Jokowi, maka itu juga merupakan statement pribadi dan bukan tanggung jawab kami, meski secara personal saya tetap menghormati hak pribadi saudara RHS sendiri,” katanya.
Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli
Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Rismon melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Setelah kerap menyatakan ijazah Jokowi palsu, kini Rismon menyebut ijazah milik mantan Wali Kota Solo itu adalah asli.
Adapun hal itu berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya dalam dua bulan terakhir.
Mulanya dia menyebut bahwa hasil penelitiannya yang tertuang pada buku Jokowi’s White Paper bersama dengan Roy Suryo dan Tifa memiliki kesalahan.
Namun, Rismon menegaskan hanya hasil penelitiannya saja yang mengandung kesalahan.
Dia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya tidak bergantung dengan hasil riset yang dilakukan oleh Roy maupun Tifa.
“Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji,” katanya.
“Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran yakni kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya,” imbuhnya.
Dengan kesalahan tersebut, Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas tuduhannya selama ini.
“Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commotion (kegaduhan) dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” katanya.
Rismon menjelaskan bahwa kesalahan penelitiannya terkait dengan watermark dan emboss pada ijazah Jokowi.
Dia menegaskan, berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya, dua komponen tersebut terbukti ada pada ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu.
“Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut.”
“Saya uji dengan gradien analysis dan uji-uji lainnya dan metodologi yang sama dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variabel translasi, rotasi, maupun pencahayaan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi geometri, maka temuan-temuan itu saya temukan dengan teliti dan saya uji ulang selama dua bulan ini,” jelasnya.
Melalui hasil temuan barunya itu, Rismon pun menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.
“(Temuan baru Rismon) membuktikan bahwa permasalahan authenticity atau keaslian dokumen (ijazah Jokowi) itu secara digital forensik menjadi tidak terbukti dan menyanggah temuan saya di buku Jokowi’s White Paper meskipun menggunakan puluhan metodologi-metodologi yang sama,” jelasnya.
Rismon mengungkapkan kesalahan dalam penelitian yang dilakukannya menjadi wujud bahwa dunia akademik yakni selalu ada pembaharuan atau ongoing, progresif, dan bisa “melukai” periset.
Di sisi lain, dia mengatakan temuan barunya itu kini telah disampaikan kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026).
Pada akhir pernyataannya, Rismon menegaskan penelitian terkait ijazah Jokowi yang dilakukannya selama ini tidak mengandung motif politis.
Ia mengatakan apa yang dilakukannya murni karena keingintahuannya sebagai peneliti.
“Apa yang saya lakukan murni ilmiah tanpa motivasi politik, tanpa motivasi apapun. Murni hanya karena rasa ingin tahu saya sebagai peneliti di bidang digital image processing pada awal tahun 2025,” katanya.
Ajukan Restorative Justice
Selain mengakui ijazah Jokowi asli, Rismon sebelumnya juga mengajukan permohonan keadilan restoratif atau restorative justice ke Polda Metro Jaya.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin mengatakan, permohonan tersebut diajukan Rismon sejak pekan lalu.
“Memang betul salah satu tersangka RHS (Rismon Sianipar) bersama dengan pengacaranya hari ini datang ke kami mempertanyakan perkembangan surat yang pernah diajukan yang bersangkutan.”
“Jadi beberapa hari lalu atau seminggu lalu, Saudara RHS dan pengacaranya ini mengajukan permohonan restorative justice kepada penyidik,” katanya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia mengungkapkan Rismon dan pengacaranya telah menyambangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan pengajuan permohonan restorative justice tersebut.
“Dan hari ini (kemarin) Saudara RHS dengan lawyer-nya menanyakan perkembangan permohonan restorative justice yang diajukan dengan kesadarannya,” tuturnya.
Namun, Iman enggan untuk mengungkap lebih lanjut terkait detail permohonan yang diajukan Rismon tersebut.
“Kalau teman-teman mau menanyakan lebih jauh, bisa menanyakannya ke yang bersangkutan. Mereka ini masih ada di Polda Metro,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Rismon dan kuasa hukumnya juga tidak menjelaskan lebih lanjut terkait permohonan restorative justice yang diajukannya.
Dia hanya mengatakan bahwa kedatangannya ke Polda Metro Jaya untuk memberikan temuan baru terkait ijazah Jokowi.
“Dan sekali lagi, ini bukan masalah suka atau tidak suka, benci atau tidak benci, ini adalah tentang kerja ilmiah. Dan seorang peneliti atau pekerja ilmiah itu harus berdasarkan temuannya, bukan karena saya tidak suka sama situ,” tutur dia.
Sebagai informasi, Rismon telah ditetapkan menjadi salah satu tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Dia masuk dalam klaster yang sama dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Mereka pun dijerat dengan Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 35 UU ITE terkait dugaan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.
Sementara klaster lain yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis yang disangkakan Pasal 160 KUHP terkait dugaan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.
Namun dalam perkembangannya, status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis berujung dicabut setelah penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Adapun perkara terhadap Eggi dan Damai selesai melalui mekanisme restorative justice.:
Pemalsuan Surat Kematian Dirinya Sendiri Karena Tak Bisa Kembalikan Beasiswa
Sebelumnya dilaporkan, Ketua relawan Jokowi Mania, Andi Azwan, menyebut bahwa ahli digital forensik, Rismon Sianipar, diduga pernah membuat surat kematian dirinya sendiri karena tidak bisa membayar denda pengembalian beasiswa dari pemerintah Jepang.
Dugaan tersebut menyusul setelah adanya dugaan ijazah palsu S2 dan S3 dari Universitas Yamaguchi Jepang milik Rismon Sianipar yang dilaporkan Andi Azwan dan kawan-kawan ke Polda Metro Jaya.
Andi Azwan menjelaskan bahwa Rismon Sianipar telah menerima beasiswa Monbukagakusho tetapi tidak sampai selesai.
Atas hal itu, kata Andi, Rismon harus membayar denda pengembalian beasiswa tersebut.
Menurut Andi, Rismon membuat surat kematian dirinya sendiri untuk menhindari denda tersebut.
“Kami duga (Rismon Sianipar) memang menerima namanya beasiswa Monbukagakusho tapi tidak selesai atau juga dikatakan DO (drop out). Itu ada konsekuensinya yaitu harus membayar denda karena itu menerima beasiswa dari pemerintah Jepang,” kata Andi Azwan, dikutip Tribunnews dari tayangan kanal YouTube iNews pada Sabtu (7/3/2026).
“Ini masih dugaan. Surat kematian yang dibuat oleh Rismon untuk menghindar pembayaran denda pengembalian,” sambungnya.
Akan tetapi, Andi belum bisa menyebutkan ia mendapat informasi tersebut dari siapa.
Bulan ini, Februari 2026, Andi Azwan cs mengaku akan bertolak ke Jepang untuk mengusut penemuannya tersebut.
“Nanti dalam bulan ini akan berangkat ke Jepang untuk mengambil surat itu,” ujar Andi.
Lebih lanjut, terkait dugaan ijazah palsu S2 dan S3 milik Rismon Sianipar penting untuk ditelusuri karena Rismon pernah menjadi dosen di Universitas Mataram (UNRAM).
Andi mengaku telah melakukan pengecakan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) hingga CiNii, pangkalan data akademik di Jepang, namun nama Rismon tidak terdaftar sebagai lulusan S2 dan S3 dari Universitas Yamaugchi Jepang.
“Dicek pangkalan data di Jepang CiNii, seluruh alumni dari Jepang itu pasti terdaftar di sana sampai tahun itu sampai sekarang itu terdaftar, itu (Rismon Sianipar) tidak diketemukan untuk itu,” ucap pungkasnya.
Sebelumnya, Andi Azwan dan sejumlah pihak dari Peradi Bersatu melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya, Jumat (13/2/2026).
Pelapor, Taufik Bilhaki, menuding ijazah magister (S2) dan doktoral (S3) milik Rismon yang diterbitkan oleh Universitas Yamaguchi adalah palsu.
Kubu Andi Azwan menyebut polisi telah menerima dan siap melanjutkan proses penyelidikan terkait dugaan pemalsuan ijazah oleh Rismon Sianipar ini.
Andi Azwan cs juga telah menyerahkan sejumlah bukti elektronik dan juga keterangan dari Yamaguchi University Jepang.
Penggugat dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini dilaporkan atas beberapa pasal.
Di antaranya dugaan pemalsuan surat dan dokumen berdasarkan KUHP baru serta dugaan penggunaan ijazah palsu berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Profil Andi Azwan
Andi Azwan adalah Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan).
JoMan merupakan organisasi relawan yang mendukung Jokowi sejak masa kampanye hingga pemerintahan era Jokowi berlangsung.
Dikutip dari situs Fraksi Nasdem DPR RI, Andi Azwan lahir di Jakarta pada 6 Juni 1968.
Saat ini, Andi Azwan telah berumur atau berusia 57 tahun.
Andi merupakan lulusan Diploma Kajian Sastra dan Budaya Jepang di Universitas Padjadjaran (Unpad).
Selain itu, ia juga telah merampungkan studi S1 Manajemen Bisnis di University of The City of Manila, dan S2 Master of Business Administration di universitas yang sama.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yaitu Andi Azwan, BBUS., MBA.
Andi Azwan pernah terjun ke dalam dunia politik.
Pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Andi Azwan terlibat dalam tim pemenangan Jokowi–Ahok di bidang sosialisasi dan kampanye.
Setelah itu, ia bergabung dengan Partai NasDem pada 2013.
Saat itu, Andi maju menjadi Caleg Dapil Jateng VIII (Banyumas–Cilacap) dan anggota korwil pemenangan Pilpres 2014 wilayah Jawa Tengah.
Kini, sebagai salah satu figur vokal di JoMan, Andi Azwan dikenal konsisten membela Jokowi yang sedang diterpa kasus ijazah palsu.
Sosok Rismon Sianipar
Rismon Sianipar adalah lulusan Sarjana Teknik dan Magister Teknik di UGM.
Ia juga menyelesaikan pendidikan di Jepang, di Graduate School of Science and Engineering Yamaguchi University Jepang.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yaitu Dr.Eng Rimon Hasiholan Sianipar, S.T., M.T., M.Eng.
Rismon lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 25 April 1977.
Ia merupakan orang pertama yang meneliti dan menyebut bahwa foto wisuda Jokowi yang beredar di media sosial adalah hasil editan.
Selama ini, Rismon Sianipar dikenal sebagai ahli digital forensik.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa ia juga merupakan seorang penulis buku dan programmer.
Bahkan, selama ini Rismon Sianipar mendapat sumber penghasilan dari penjualan buku di Amazon, sebuah perusahaan penyedia internal pasar online.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Rismon melalui kanal YouTube Balige Academy, pada Kamis (3/7/2025).
Sejak dilaporkan ke polisi, Rismon Sianipar kini kerap muncul di layar kaca televisi.
Bahkan, ia juga kerap keliling ke Kota Solo hingga Yogyakarta untuk menggali informasi mengenai ijazah S-1 Jokowi.
Rismon juga sempat terjun langsung ke lokasi kuliah kerja nyata (KKN) Jokowi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sumber dana untuk melakukan itu semua pun menjadi bahan perbincangan.
Rismon mengaku bahwa dirinya merupakan seorang penulis dan programmer.
“Buku saya kan di Amazon banyak, itu hasilnya untuk hidup saya,” kata Rismon.
Rismon juga menjelaskan bahwa ia masih mendapat gaji dari royalti penjualan buku yang ia tulis saat 5 tahun lalu.
“Royalti. Kita dapat 10 sampai 20 persen dari penjualan ditransfer ke kita tanggal 28 akhir bulan ditransfer sama kita,” ujarnya.
“Buku 5-6 tahun lalu masih laku saya masih dapat royalti,” imbuhnya.
Beberapa karya tulis buku milik Rismon Sianipar tercantum di dalam CV dari situs Universitas Mataram (Unram).( Web Warouw)

