Jumat, 17 April 2026

TAMBAH RUANG KELAS JENDERAL..! Prabowo Bertekad Lakukan Penghematan demi Perbaiki 11.000 Sekolah

BOGOR – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, akan melakukan penghematan terus-menerus demi percepatan perbaikan sekolah. Sebab, ia tidak ingin proses renovasi 11.000 sekolah berjalan selama 30 tahun. Prabowo mengungkapkan ini dalam peluncuran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, di SDN 05 Cimahpar, Bogor Utara, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).

“Jadi, kalau kita perbaiki 11.000, mungkin perlu 30 tahun sampai semua sekolah ini bisa diperbaiki,” kata Prabowo, dalam pidatonya.

“Kita tidak boleh menyerah, tidak boleh kita 30 tahun memperbaiki sekolah-sekolah itu. Karena itulah saya bertekad melakukan penghematan terus-menerus,” sambung dia.

Prabowo menginginkan, agar semakin banyak sekolah diperbaiki dalam waktu secepat-cepatnya. Hal tersebut juga tengah dipikirkan oleh Prabowo dan para menteri terkait. Dia juga tidak ingin anggaran yang dikucurkan bocor atau tidak tepat sasaran.

“Inilah yang saya sedang pikirkan terus bersama menteri-menteri saya. Terus-menerus saya memikirkan bagaimana kita cari uang, bagaimana kita mengelola kekayaan kita,” tutur dia.

“Karena terus terang saja, berkali-kali saya sampaikan kekayaan bangsa Indonesia masih terlalu banyak yang bocor dan tidak sampai ke rakyat,” sambung dia.

“Saya memang mengetatkan anggaran. Saya kira kalau dicek cukup besar untuk perbaikan sekolah-sekolah. Tapi tidak cukup. Berapa? Rp 16-17 triliun ya. Hal ini mungkin hanya cukup untuk 11 ribu sekolah kira-kira. Ini tidak cukup,” kata Prabowo

Prabowo menegaskan, kebijakan penghematan anggaran yang saat ini dilakukan akan dilanjutkan. Sebab menurutnya, perbaikan sekolah rusak di Indonesia perlu dilakukan dalam waktu secepat-cepatnya.

Perluas Beasiswa

Sementara itu, Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto menuturkan, pemerintah bakal memperluas pemberian beasiswa hingga ke luar negeri. Beasiswa yang diperluas mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), KIP Kuliah, LPDP, hingga beasiswa riset dan inovasi di dalam dan luar negeri.

“Kebijakan pemerintah memastikan tidak ada pengurangan anggaran untuk berbagai program beasiswa ini,” ucap Brian di Gedung Mendikti Saintek, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2025). Menurut Brian, tanpa tenaga pendidik, cita-cita bangsa tidak akan pernah sampai tujuan. Ia menyadari sepenuhnya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang.

“Perhatian terhadap sektor pendidikan terus diperkuat, bukan hanya dalam retorika, tetapi dalam kebijakan nyata yang relevan dan tepat sasaran,” ucapnya.

Brian mengatakan, sektor pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari masyarakat.

“Sekolah memerlukan sinergi dengan keluarga. Kampus harus terhubung erat dengan dunia usaha dan komunitas,” tuturnya.

Untuk itu, pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam banyak sektor pendidikan untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam membekali lulusan dengan kompetensi masa depan. Kolaborasi antara guru dan orang tua dalam membangun karakter anak sejak dini,” kata dia. (Enrico.N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles