Kamis, 23 April 2026

Tepat..! Ahmad M Ali: Viktor Laiskodat Ungkap Fakta Politik Bukan Provokasi

Ahmad M. Ali, anggota Komisi III DPR RI dari Partai NasDem dalam kunjungan jaring aspirasi (reses) di Kabupaten Tolitoli, Jumat (4/8). (Ist)

TOLI-TOLI- Beredarnya Pidato kontroversial Viktor Laiskodat, Ketua Fraksi NasDem DPR RI mendapat tanggapan dingin dari anggota Komisi III DPR RI Ahmad M Ali. Hal itu disampaikan di sela-sela kunjungan jaring aspirasi (reses) di Kabupaten Tolitoli, Jumat (4/8). Menurut Ahmad M Ali, pidato yang disampaikan Viktor Laiskodat merupakan fakta politik yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia dan bukan provokasi.

“Saya sudah menyimak isi pidato Pak Viktor secara utuh dan tidak ada provokasi di situ sebagaimana yang dituduhkan. Itu ekspresi keprihatinan Pak Viktor yang menjelaskan fakta politik hari ini, sebuah konfigurasi yang dijelaskan atas dasar-dasar empiris. Anda pasti mengenal sekali pesan yang digambarkan beliau sebagai peringatan untuk kehati-kehatian memilih haluan politik,” ujar Ahmad M Ali.

Bagi Ahmad M Ali, pengandaian-pengandaian yang disebutkan Viktor adalah bentuk penegasan komitmen pada Pancasila. Sebuah cara untuk menggambarkan komitmen pada NKRI.

Kata Ali, Indonesia yang majemuk, adalah sebuah fakta. Situasi kemajemukan itu kata dia, terancam oleh maraknya ekstremisme. Sehingga, Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu pembubaran ormas radikal yang anti Pancasila.

“Tidak ada yang perlu dijadikan polemik dari pidato Pak Viktor. Kecuali bagi mereka yang berbeda visi kebangsaannya dengan Pancasila. Kita perlu tegaskan bahwa NKRI adalah harga mati, dan itu komitmen politik yang ingin ditunjukan Pak Viktor,” ujarnya.

Ali mengatakan, tidak ada bentuk pelanggaran kode etik yang serius mengenai pidato tersebut maupun terhadap nilai-nilai Partai NasDem.

“Pak Viktor tidak salah apapun. Partai NasDem tidak akan memberikan sanksi,” ujarnya.

Rangkaian Reses

Sebelumnya, Ahmad M Ali, Anggota Komisi III DPR-RI kembali melakukan reses pada masa sidang ke V tahun 2016-2017 di Sulawesi Tengah.

Ahmad M. Ali, anggota Komisi III DPR RI dari Partai NasDem dalam kunjungan jaring aspirasi (reses) di Kabupaten Tolitoli, Jumat (4/8). (Ist)

“Reses adalah bagian dari pertanggungjawaban kerja sebagai wakil rakyat juga sebagai ukuran komitmen politik,” jelasnya saat melaksanakan reses di Lapangan Labanda, Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala (2/8).

Camat Dampelas, H. Subagyio, dalam sambutannya melaporkan kondisi kecamatan Dampelas, 13 desa dengan garis Pantai mencapai 40 kilometer, dan 10 desa diantaranya berada dibibir Pantai.

“Masyarakat 10 desa terancam abrasi pantai. Walaupun setiap tahun ada bantuan dari Provinsi dan Kabupaten. Semoga ada program untuk pengembangan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain itu kata dia, Dampelas menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten Donggala. Dia berharap, ke depan ada perhatian pusat terhadap keberadaan spot-spot wisata di daerah tersebut.

“Danau Talaga adalah salah satu spot objek wisata. Kita berharap ke depan dapat dikembangkan,” ujarnya.

Kunjungan Ahmad M Ali di pantai barat Donggala tersebut disambut dengan rangkaian upacara adat. Warga menyambut Anggota Komisi III DPR RI itu dengan tandu sebagai tanda penerimaan adat Sioyong.

Pembangunan Kawasan Pesisir

Pembangunan kawasan pesisir menjadi isu sentral yang terungkap dalam reses yang di selenggarakan Ahmad M Ali.

“Kita memang perlu bersinergi untuk kerja-kerja dan pembangunan. Sepanjang apa yang diusulkan masyarakat memenuhi syarat,” ujar Ahmad M Ali.

Ahmad M. Ali, anggota Komisi III DPR RI dari Partai NasDem dalam kunjungan jaring aspirasi (reses) di Kabupaten Tolitoli, Jumat (4/8). (Ist)

Abdul Fatah, Ketua BPD Desa Sioyong, menyampaikan warga di desanya memerlukan pembangunan pasar tradisional. Kata dia, kondisi pasar yang ada sekarang sudah tidak memenuhi, sudah terlalu sempit untuk kegiatan perdagangan.

“Abrasi Pantai juga masalah mendesak di sini. Ada sekitar 10 desa,” ujarnya.

Sementara itu, Yunus S, Desa Tambayang, meminta agar tanggul diperhatikan di desanya. Selain kondisi abrasi yang makin parah, sekolah dan bangunan rumah ibadah sudah terancam.

Disela-sela kunjungan reses mapesantren Tahfizul Qur’ansa sidang, Ahmad M Ali menghadiri peletakan batu pertama pembangunan asrama pesantren Tahfizul Qur’an Al-khairaat Desa Tamarenja, Donggala.

Kegiatan peletakan batu pertama dihadiri Habib Ali Bin Muhammad Aljufri Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Saleh Bin Muhammad Aljufri, Camat Sindue Tobata dan Kepala Desa Tamarenja.

Habib Saleh menyampaikan pesantren ini dibangun untuk umat. Nantinya kata dia, warga yang mendaftarkan anaknya tidak akan dipungut biaya. Sedangkan Habib Ali Ketua Umum PB Alkhairaat menyambut baik kehadiran Ahmad M Ali dalam peletakan batu pertama pembangunan pesantren. Pembangunan pesantren ini diawali dari sebidang tanah yang diwakafkan oleh seorang warga setempat. (Lia Somba)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles