Selasa, 30 Juni 2026

Tragis, Jerman dan Belanda Tereleminasi, Titah Presiden Paraguay Libur Nasional 

JAKARTA – Tragis betul nasib dua tim unggulan di piala dunia 2026, Jerman dan Belanda sudah harus tereliminasi dibabak sistem gugur 32 besar ,Selasa (30/6) pagi dan dinihari.

Tragisnya keduanya tersungkur lewat drama menegangkan melalui tendangan adu penalty, setelah selama 120 menit bermain imbang masing masing 1-1.

Juara dunia empat kali (1954, 1974, 1990, 2014), Jerman ditaklukan Paraguay 3-4 (1-1), sementara Belanda disingkirkan semi finalis Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko 2-3 (1-1).

Dibabak selanjutnya 16 besar, Maroko yang menempati urutan keempat Pildun 2022 sudah ditantang Kanada, Minggu(1/7) yang mengalahkan Afrika Selatan 1-0 (0-0), Senin dinihari (29/6).

Dan Paraguay dibabak berikutnya yang dipentaskan Minggu pagi (5/7) menghadapi pemenang antara Prancis vs Swedia, Rabu pagi (1/7).

Partai lanjutan 32 besar ditarungkan Rabu 1 Juli, antara Pantai Gading vs Norwegia, Prancis vs Swedia, Meksiko menghadapi Ekuador dan Inggeris melawan RD Kongo ( Rabu malam hari).

Kemenangan yang diraih Paraguay atas Jerman, merupakan catatan sejarah yang begitu fenomenal. Emosional dan kegembiraan para pemain dan pendukung di Boston Stadium Foxborough, AS dan masyarakat di Paraguay langsung dilampiaskan seakan mengalahkan Jerman, tim yang diarsiteki Pelatih Asal Argentina, Gustavo Alfaro sudah menjadi juara dunia.

Tidak tanggung-tanggung pula bahwa kemenangan yang bersejarah ini disambut antusias di Seluruh Paraguay.

Presiden Paraguay, Santiago Pefia langsung menandatangani dekret yang menetapkan Hari Libur Nasional sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tim yang dijuluki La Albirroja 

Pemerintah menyebut kemenangan itu bukan hanya prestasi olahraga, tapi juga simbol persatuan,kebanggaan dan semangat bangsa Paraguay.

Dibawah kepemimpinan Pelatih Gustavo Alfaro, Paraguay berhasil menorehkan catatan impresif. Selain menjadi catatan sejarah besar mengalahkan Jerman di 32 besar pildun 2026, La Albirroja mengalahkan Brasil dan Argentina di babak kualifikasi.

Gemilang

Sementara itu, bagi Maroko yang dijuluki Singa Atlas, jika pertandingan disudahi lewat drama adu penalty, tim yang dikapteni, Hakimi, ini boleh dikatakan suhunya. Pasalnya dibawah mistar gawang, dikawal kiper tangguh, jeli dalam membaca gerakan bola pengeksekusi tendangan dari titik putih. Dia adalah Yassine Boubou atau disapa Bono.

Kiper yang terlahir di Kanada, 4 April 1991 ini memiliki tinggi badan 1,95 M. Postur tubuh yang ideal bagi seorang penjaga gawang. Saat ini dia merumput di klub Al Hilal.

Sebagai benteng pertahanan utama dan pengalaman yang pernah dipetiknya merumput diberbagai klub Eropah,seperti Sevilla FC, Girona, Atletico Madrid,dll, membuat penampilannya gemilang dan tenang dalam mengawal gawang. Spanyol menjadi korban kepiawaiannya dan ketangguhannya dibabak perdelapan final piala dunia 2022 di Qatar dan kini giliran Belanda dipulangkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Eddy Lahengko)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles