JAKARTA – Pabrik beras Indo Beras Unggul (IBU) digerebek oleh Satgas Pangan. Diduga perusahaan beras tersebut, telah memalsukan kandungan karbohidrat dalam kemasan beras tersebut.
Menurut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dimana kadar karbohidrat dalam kemasan tidak sesuai dengan isinya.
“Kontennya ditulis premium, padahal isinya non premium,” kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jumat (21/7) seperti yang dilaporkan Sinar Harapan dan dikutip Bergelora.com di Jakarta Sabtu (22/7).
Menurut Kapolri, pabrik tersebut berlokasi di jalan Rengas KM 60,Kecamatan Kedung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam penggrebekan tersebut, Kapolri didampingi oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Ketua KPP, Syakkawi Rauf.
Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini lagi, PT IBU menjual beras subsidi seharga beras premium.
“Mereka menjual beras medium seharga beras premium. Dan beras tersebut subsidi dan dikemas seolah-olah barang premium dengan harga jual tinggi,” tegasnya lagi.
Modus penjualan beras PT IBU dilakukan dengan mengemas beras subsidi jenis IR 64, dengan label cap ayam jago dan maknyuss.
“Padahal dua jenis beras itu adalah beras bagus dan jenis beras IR64, itu adalah beras subsidi pemerintah dengan harga perliter Rp 9.000 rupiah. Dijual ke masyarakat dengan satu bungkus Rp 20.000,” papar Kapolri lagi.
Sebelumnya, Subdit Indag Dittipideksus Bareskrim Polri pada hari Kamis, (20/7) pukul 15.30 WIB telah melakukan penggeledahan di tempat produksi/gudang beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU) alamat Jl Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, dalam kegiatan tersebut berhasil ditemukan antara sebagai berikut :
a. 199,275 ton beras siap edar dalam kemasan 5 kg, 10 kg dan 20 kg merek Ayam Jago.
b. 971,775 ton beras siap edar dalam kemasan 2,5kg, 5 kg, 10 kg dan 25 kg merek Maknyuss.
c. Bahwa PT Indo Beras Unggul (PT IBU) diproduksi dengan menggunakan bahan baku gabah jenis IR-64 yang dibeli dari para petani di wilayah Karawang dan sekitarnya dg harga gabah kering panen seharga sekitar Rp 4.900/kg.
Merk dagang yang dipasarkan oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU) adalah Beras Super Pandan Wangi, Beras Cianjur, Beras Super Rojo Lele, Maknyuss, Beras Pandan Wangi, BerasVitarice, Beras Segon Bangkok, Beras Pulen Wangi, Beras Pandan Wangi, Beras Jatisari, Beras Slyp Super, Beras Lele Dumbo, Beras A1 Platinum,n) Beras Ayam Jago Merah, Beras Ayam Jago Biru, Beras Ayam Jago Kuning dan Ayam Jago Hijau
Ditribusi produksi meliputi Jabodetabek, Pulau Jawa, Luar Pulau Jawa.
PT Indo Beras Unggul (PT IBU) diindikasikan telah melakukan upaya penimbunan. Didalam Gudang ditemukan stok beras yang melebihi dari ijin produksi dalam setiap bulan.
Satgas Mafia Pangan
Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan menjelang Ramadan dan lebaran tahun 2017. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Satgas Pangan tersebut untuk memantau stabilitas harga sembako dan pangan. Satgas Pangan dibentuk atas Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi ingin ada stabilitas kenaikan harga pangan dan sembako.
Satgas Mabes Polri yang dipimpin Irjen Setyo Wasisto sebagai Kadiv Humas saya perintahkan tergabung instansi terkait, KPPU, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementan dan lain-lain akan bergabung. Untuk setiap daerah juga dibentuk Satgas Pangan yang dipimpin para Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda. Mereka akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Dalam Negeri, dan KPPU. (Maya Han/Calvin G. Eben-Haezer)
Palsukan Karbohidrat, Pabrik Beras Di Bekasi Disita
JAKARTA – Pabrik beras Indo Beras Unggul (IBU) digerebek oleh Satgas Pangan. Diduga perusahaan beras tersebut, telah memalsukan kandungan karbohidrat dalam kemasan beras tersebut.
Menurut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dimana kadar karbohidrat dalam kemasan tidak sesuai dengan isinya.
“Kontennya ditulis premium, padahal isinya non premium,” kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jumat (21/7) seperti yang dilaporkan Sinar Harapan dan dikutip Bergelora.com di Jakarta Sabtu (22/7).
Menurut Kapolri, pabrik tersebut berlokasi di jalan Rengas KM 60,Kecamatan Kedung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam penggrebekan tersebut, Kapolri didampingi oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Ketua KPP, Syakkawi Rauf.
Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini lagi, PT IBU menjual beras subsidi seharga beras premium.
“Mereka menjual beras medium seharga beras premium. Dan beras tersebut subsidi dan dikemas seolah-olah barang premium dengan harga jual tinggi,” tegasnya lagi.
Modus penjualan beras PT IBU dilakukan dengan mengemas beras subsidi jenis IR 64, dengan label cap ayam jago dan maknyuss.
“Padahal dua jenis beras itu adalah beras bagus dan jenis beras IR64, itu adalah beras subsidi pemerintah dengan harga perliter Rp 9.000 rupiah. Dijual ke masyarakat dengan satu bungkus Rp 20.000,” papar Kapolri lagi.
Sebelumnya, Subdit Indag Dittipideksus Bareskrim Polri pada hari Kamis, (20/7) pukul 15.30 WIB telah melakukan penggeledahan di tempat produksi/gudang beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU) alamat Jl Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, dalam kegiatan tersebut berhasil ditemukan antara sebagai berikut :
a. 199,275 ton beras siap edar dalam kemasan 5 kg, 10 kg dan 20 kg merek Ayam Jago.
b. 971,775 ton beras siap edar dalam kemasan 2,5kg, 5 kg, 10 kg dan 25 kg merek Maknyuss.
c. Bahwa PT Indo Beras Unggul (PT IBU) diproduksi dengan menggunakan bahan baku gabah jenis IR-64 yang dibeli dari para petani di wilayah Karawang dan sekitarnya dg harga gabah kering panen seharga sekitar Rp 4.900/kg.
Merk dagang yang dipasarkan oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU) adalah Beras Super Pandan Wangi, Beras Cianjur, Beras Super Rojo Lele, Maknyuss, Beras Pandan Wangi, BerasVitarice, Beras Segon Bangkok, Beras Pulen Wangi, Beras Pandan Wangi, Beras Jatisari, Beras Slyp Super, Beras Lele Dumbo, Beras A1 Platinum,n) Beras Ayam Jago Merah, Beras Ayam Jago Biru, Beras Ayam Jago Kuning dan Ayam Jago Hijau
Ditribusi produksi meliputi Jabodetabek, Pulau Jawa, Luar Pulau Jawa.
Penimbunan
PT Indo Beras Unggul (PT IBU) diindikasikan telah melakukan upaya penimbunan. Didalam Gudang ditemukan stok beras yang melebihi dari ijin produksi dalam setiap bulan.
Satgas Mafia Pangan
Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan menjelang Ramadan dan lebaran tahun 2017. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Satgas Pangan tersebut untuk memantau stabilitas harga sembako dan pangan. Satgas Pangan dibentuk atas Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi ingin ada stabilitas kenaikan harga pangan dan sembako.
Satgas Mabes Polri yang dipimpin Irjen Setyo Wasisto sebagai Kadiv Humas saya perintahkan tergabung instansi terkait, KPPU, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementan dan lain-lain akan bergabung. Untuk setiap daerah juga dibentuk Satgas Pangan yang dipimpin para Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda. Mereka akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Dalam Negeri, dan KPPU. (Maya Han/Calvin G. Eben-Haezer)

