Sabtu, 25 Mei 2024

Waduh! Panglima TNI : UU Terorisme Justru Memberikan Rasa Aman Pada Teroris

JAKARTA- Saat ini diperlukan pedoman konstitusional sebagai dasar melangkah untuk dapat bertindak secara preventif untuk menghadapi terorisme. Hal ini disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menanggapi penuntasan pemberantasan terorisme saat memberikan ceramah Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan pada Diklatnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Angkatan IV di Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/10).

“Undang-Undang teroris yang ada menyebabkan teroris merasa aman di Indonesia. Karena tindakan teroris berbuat dulu baru kena pidana. Padahal resolusi Dewan Keamanan PBB mengatakan bahwa teroris tidak sama dengan aksi kriminal karena mengancam suatu negara dan keamanan individu keamanan nasional, perdamain dunia dan ekonomi sehingga dapat dikatakan kejahatan negara,” jelas 

Panglima TNI menjelaskan bahwa tanpa disadari saat ini berbagai macam metode dan pola proxy war berpotensi tumbuh subur seiring bergesernya kepentingan energi pada negara-negara penghasil sumber daya hayati.

“Bayangkan 9,8 milyar akan mencari makan di sekitar equator,  ini sangat berbahaya,  perang masa kini berlatar belakang energi  dimana konflik arab spring akan bergeser kesini, akibat merebutkan lahan equator  dimana daerah ini kaya akan energi, pangan dan air,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa perubahan tatanan budaya ekonomi dalam masyarakat menjadi pemicu awal terjadinya kompetisi global dimana masing masing negara berkompetisi secara ketat dan cenderung tidak sehat.

“Inilah ancaman Indonesia saat ini dimana perubahan drastis gaya hidup dan modernisasi  mulai terjadi sekarang, hal ini menyebabkan resesi ekonomi dan depresi ekonomi  dan terjadi krisis ekonomi di dunia dimana hal ini akan meningkatkan tingkat kejahatan,” imbuh Panglima TNI.

Persatuan Pemuda

Panglima TNI menjelaskan, dulu dimasa kolonialisme Belanda, berbagai wilayah di Nusantara berjuang 250 tahun namun tidak berhasil. Tetapi saat 28 Oktober 1928, pemuda bersatu, satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa Indonesia, dan bersatu semua dengan energi sosial, Indonesia berhasil dan menang pada 17 Agustus 1945. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Dalam ceramahnya yang mengangkat tema tentang memahami ancaman, menyadari jati diri dan solusi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang Panglima TNI mengatakan bahwa salah satu solusi kongkrit dari berbagai potensi permasalahan global adalah persatuan para pemuda Indonesia. 

“Pemuda harus menjadi pemersatu benteng terdepan NKRI dan mewujudkan Indonesia menjadi negara agraris, negara maritim dan negara industri serta melalui cara gotong royong,” tutur Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan bahwa optimisme positif harus terus dibangun dengan disertai ide-ide kreatif pemudanya dalam mengelola sumber daya energi bangsa Indonesia.

“Kita masih optimis karena kita masih punya modal NKRI, kita punya geografi darat, laut untuk dijadikan modal, kita harus menjadi negara agraris yang memanfaatkan energi daratan dan laut kita manfaatkan permukaan, dalamnya, dasarnya dan pantainya untuk menjadi negara maritime,” ucap Panglima TNI.

Panglima TNI kembali menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada pengusaha muda Indonesia sehingga lebih mengedepankan semangat bergotong royong sebagai cara mensejahterakan masyarakat disekitarnya.

“Ini kita perlu gemakan lagi revolusi mental peran pemuda khususnya pengusaha muda, kita hidupkan kembali kehidupan bergotong royong, ini semua untuk kesejateraan  rakyat Indonesia, yang memiliki ketahanan yang kuat, pasti budayanya kuat”, Pungkas Panglima TNI. (Kolonel Inf Bedali Harefa)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru