Sabtu, 30 Agustus 2025

WASPADA….! Alumni Unas Untuk Jokowi, Hendrik Dikson Sirait: Ada Penumpang Gelap Dalam Pilpres, Tujuannya Mengubah NKRI !

Deklarasi ratusan alumni Unas lintas fakultas dari angkatan 1970-an hingga 2015 di Studio For Jokowi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3). (Ist)

JAKARTA- Rakyat Indonesia harus tetap waspada karena ada upaya sisa-sisa Orde Baru yang ingin merebut kembali demokrasi yang telah dinikmati oleh rakyat Indonesia saat ini, setelah lepas dari rezim otoriter Soeharto yang tumbang pada Mei 1998. Sisa-sisa Orde Baru tersebut adalah penumpang gelap dalam pemilihan presiden 17 April 2019 akan datang. Hal ini disampaikan oleh Hendrik Dikson Sirait,– salah seorang aktivis mahasiswa yang pernah diculik Tim Mawar yang dibawah komando Prabowo Subiyanto pada tahun 1997-1998 lalu.

“Kini kita melihat ada arus besar dalam barisan pendukung capres lain yang ingin membalikkan Indonesia ke masa lalu yang kelam seperti Orde Baru. Lebih dari itu kita bahkan melihat ada penumpang  gelap dalam barisan itu yang ingin mengubah NKRI sebagai kesepakatan konstitusional kita selama ini,” tandas aktifis Pijar dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta yang akrab dipanggil ‘Iblis’ itu kepada Bergelora.com, Sabtu (16/3),– seusai deklarasi ratusan alumni Unas lintas fakultas dari angkatan 1970-an hingga 2015 di Studio For Jokowi, Menteng, Jakarta Pusat.

Hendrik Dikson Sirait, alumnus Unas yang sempat jadi narapidana politik rezim Orde Baru itu juga menegaskan kembali,–bahwa Jokowi adalah tipe pemimpin yang mampu mendorong tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya kerukunan dan toleransi di tengah kebhinnekaan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

“Jokowi yang selama hampir lima tahun, telah berhasil menyatukan seluruh rakyat dan Indonesia untuk mempertahankan NKRI yang Bhinneka Tunggal Ika dari ancaman intoleransi dan perpecahan,–tentu menjadi sasaran utama para penumpang gelap dalam Pilres. Maka mereka berhadapan dengan kekuatan rakyat yang membela dan memastikan kepemimpinan Jokowi lima tahun lagi kedepan,” tegasnya.

Hendrik menambahkan, visi pembangunan Indonesia sentris Jokowi selama hampir 5 tahun telah mampu menghantarkan Indonesia menjadi negara maju dan kuat sehingga disegani dunia.

“Untuk itu, rakyat dan bangsa Indonesia masih tetap membutuhkan Jokowi untuk menuntaskan tugasnya yang belum selesai, 5 tahun kedepan lagi bersama seluruh rakyat Indonesia, secara demokratis membangun Indonesia, bukan secara otoriter seperti yang dicita-citakan oleh capres yang lainnya!” tegasnya.

Deklarasi ratusan alumni Unas lintas fakultas dari angkatan 1970-an hingga 2015 di Studio For Jokowi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3)

Unas Untuk Kemenangan Jokowi

Dukungan kepada pasangan Joko Widodo – K.H. Ma’ruf Amin terus mengalir dari berbagai kalangan. Ratusan alumni Universitas Nasional (Unas) menyatakan dukungan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 pada pemilihan presiden (Pilpres) 17 April 2019 mendatang.

Mengenakan kaus seragam bertuliskan ‘Gue Alumni Unas, Gue Jokowi-Amin’, ratusan alumni Unas lintas fakultas dari angkatan 1970-an hingga 2015, itu menyatakan dukungannya di depan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN), Maman Imanul Haq, di Studio For Jokowi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Ketua Pelaksana Deklarasi, Deky Agus Subiyanto, mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi telah terbukti mampu memenuhi hak-hak dasar rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan agraria. Selain itu, Jokowi juga terbukti tegas dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Menurutnya, berbagai program pemerintahan Jokowi tersebut sejalan dengan tuntutan reformasi dan prospek tantangan bagi Indonesia di masa mendatang.

“Itulah yang sejak dulu jadi petisi kami dalam perjuangan rakyat melawan dan menumbangkan rezim Orde Baru,” ujarnya.

Senada, Direktur Relawan TKN Maman Imanul Haq mengatakan bahwa lawan Jokowi saat ini adalah semua pihak yang selama sekian waktu lamanya merasa nyaman dalam praktik KKN.

Karenanya, Ia tak heran dengan begitu banyak serangan gencar kepada Jokowi dalam berbagai bentuk termasuk fitnah dan berita bohong (hoaks) yang menyesatkan masyarakat.

“Tapi kita santai saja dalam menanggapi semua serangan itu. Kita tetap yakin dengan perjuangan serius kita untuk memenangkan proses politik ini karena Jokowi tidak punya catatan negatif dalam praktik KKN, apalagi dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu,” kata Maman dalam sambutannya.

Universitas Nasional (Unas) Jakarta, adalah salah satu kampus pelopor melawan Rezim Orde Barunya, dan terlibat penuh dalam sejarah penumbangan rezim otoriter militeris Soeharto. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru