Senin, 20 April 2026

2 KAPAL PERTAMINA MASIH TERTAHAN..! Tanker Malaysia yang Lewat Selat Hormuz Tiba, Boyong Minyak 1 Juta Barel

JAKARTA – Kapal tanker milik Malaysia, Ocean Thunder, tiba di negaranya dengan membawa satu juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak, setelah melintasi Selat Hormuz. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Pengiriman ini merupakan bagian dari jaringan pasokan kami yang luas serta salah satu upaya berkelanjutan untuk memastikan pasokan bahan bakar negara tetap stabil,” demikian pernyataan resmi Petronas dalam unggahan Facebook pada 18 April dikutip dari The Straits Times, Sabtu (18/4/2026).

Ocean Thunder merupakan kapal pertama dari tujuh armada milik Malaysia yang melakukan pelayaran dari kawasan Teluk, khususnya Selat Hormuz, menuju Malaysia.

Pengiriman minyak mentah ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi negara tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan Petronas, volume 1 juta barel minyak mentah setara dengan sekitar 159 juta liter, dengan estimasi waktu pengolahan di kilang mencapai sekitar enam hari.

Dari proses penyulingan tersebut, dihasilkan berbagai produk energi, antara lain sekitar 62 hingga 64 juta liter solar (diesel), 45 hingga 48 juta liter bensin, serta 22 hingga 24 juta liter bahan bakar jet.

Selain itu, juga dihasilkan lima hingga enam juta liter LPG dan 18 hingga 25 juta liter produk turunan lainnya.

Petronas menegaskan seluruh angka tersebut merupakan estimasi yang dapat berubah, tergantung pada jenis minyak mentah yang diolah serta konfigurasi kilang yang digunakan.

Dua Kapal Tanker Milik PT Pertamina Masih Ditahan

Sementara Itu Kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (20/4) dilaporkan, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Pride dan Gamsunoro masih tertahan di kawasan Teluk Arab menyusul dinamika keamanan di Selat Hormuz .

Meski sempat ada sinyal pembukaan jalur perdagangan laut oleh Iran, kini jalur strategis tersebut dikabarkan kembali ditutup.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan pemerintah terus bergerak cepat untuk memastikan kelancaran dan keamanan aset negara serta kru kapal yang berada di wilayah tersebut.

KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping juga terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Baca juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan, Dubes Iran: Ada Protokol Ketat di Selat Hormuz Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan, situasi di kawasan tersebut sedang dalam pengawasan ketat pemerintah.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz melalui koordinasi dengan KBRI Tehran serta otoritas dan mitra terkait,” ujar Yvonne, Minggu (19/4/2026).

Upaya diplomasi dan koordinasi teknis terus dilakukan agar kedua kapal segera melanjutkan pelayaran dengan aman.

“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait di Iran untuk mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia,” kata Yvonne.

Meskipun komunikasi terus berjalan, proses di lapangan tidaklah sederhana. Ada berbagai prosedur yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan melintas kembali, terutama di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.

“Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan,” ucapnya.

Yvonne menuturkan fokus utama saat ini bukan sekadar kelancaran distribusi logistik melainkan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang bertugas di kapal tersebut.

“Keselamatan awak kapal dan keamanan kapal serta seluruh muatannya menjadi prioritas pemerintah Indonesia,” katanya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles