Minggu, 2 April 2023

22 Juta Orang Mengidap Hepatitis

JAKARTA- Tanggal 28 Juni kemarin adalah Hari Hepatitis
sedunia, atau World Hepatitis Day. Indonesia punya peran penting di
tahun-tahun yang lalu dalam ajang WHO untuk penanggulangan hepatitis di dunia, dan sudah sejak beberapa tahun yang lalu maka selalu
diselenggarakan peringatan Hari Hepatitis Sedunia dengam berbagai
aktifitas untuk meningkatkan penanggulangan Hepatitis di
Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan kepada Bergelora.com di Jakarta Rabu (30/7) bahwa
Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global
karena banyaknya jumlah penderita penyakit itu. Setiap tahun di
dunia diperkirakan 1,4 juta orang meninggal karena hepatitis.
Penyakit ini adalah pembunuh ke 8 di dunia.

“Hepatitis B merupakan peradangan sel-sel hati
karena virus yang bisa mengakibatkan kanker hati. Penularan
penyakit ini bisa terjadi dari ibu ke bayi saat melahirkan atau
melalui hubungan seksual dan transfusi darah,” jelasnya. 

Berdasarkan Riset
Kesehatan Dasar 2007, virus hepatitis B menjangkiti 9,4 persen
penduduk Indonesia atau sekitar 22 juta orang.

Untuk menanggulangi hepatitis B, pemerintah
memberlakukan program vaksinasi gratis hepatitis B untuk bayi baru
dilahirkan sejak tahun 1997. Pencegahan juga dilakukan lewat
penapisan terhadap darah yang hendak ditransfusikan di unit
transfusi darah Palang Merah Indonesia.

Jenis-jenis hepatitis dan
penularannya.

1. Hepatitis A: Hepatitis A adalah peradangan hati
yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk
picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan
asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu. Penularannya biasa
terjadi secara fecal-oral (masuk ke dalam saluran pencernaan
melalui makanan dan minuman yang tercemar tinja penderita
VHA).

2. Hepatitis B: Virus hepatitis B (VHB) merupakan
virus DNA. Virus ini selain menginfeksi manusia bisa juga
menginfeksi simpanse. VHB dapat ditemukan pada cairan tubuh (darah,
air liur, cairan sperma dan vagina) namun tidak semua memiliki
kadar virus yang infeksius. Secara umum bisa terjadi secara
horizontal atau vertikal (penularan pada masa perinatal seperti ibu
pada anaknya yang baru lahir).

3. Hepatitis C: Penyebab penyakit hepatitis C
adalah VHC yang termasuk famili Flaviviridea genus Hepacivirus dan
merupakan virus RNA. Memiliki 6 genotip dan lebih dari 50 subtipe.
Penularannya melalui parenteral seperti penggunaan bersama
alat-alat pribadi penderita (sikat gigi, pisau cukur) juga jarum
suntik yang tidak steril.

4. Hepatitis D: Virus hepatitis D ini merupakan
virus RNA dengan defek, artinya virus ini tidak mampu bereplikasi
secara sempurna tanpa bantuan virus lain, yaitu virus hepatitis B.
Penularannya mengikuti perjalanan penyakit hepatitis B
(parenteral), artinya jika virus hepatitis B akut yang diderita
sembuh, maka VHD juga akan hilang.

5. Hepatitis E: Hepatitis E disebabkan oleh virus
hepatitis E, sebuah virus RNA berberntuk sferis. Virus ini awalnya
disebut sebagai penyebab enterically transmitted non-A non-B
hepatitis (ET-NANB). VHE ditularkan melalui jalur fecal oral. Air
minum yang tercemar tinja merupakan media penularan yang paling
umum.

Di antara jenis-jenis virus ini yang berpotensi
menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah virus hepatitis A dan
E yang disebabkan keracunan makanan. Sementara hepatitis B berperan
penting untuk menjadi sirosis dan juga kanker hati. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,593PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru