Selasa, 22 Juni 2021

WOW SIAPA NIH…! Gedung Putih Diserang Oleh Senjata Elektromagnetik Tak Terlihat, Melukai Puluhan Orang

JAKARTA– Otoritas pemerintah AS mengumumkan bahwa pada November 2020 lalu, terjadi penyerang tak dikenal menyerang Gedung Putih dan area sekitar Washington dengan menggunakan senjata elektromagnetik tak dikenal, hal yang serupa kejadian ini pernah sebelumnya hanya diterjadi di Rusia.

Menurut informasi sumber yang dipercaya, sebagai akibat dari efek elektromagnetik yang kuat, para diplomat yang berada di wilayah sekitar Gedung Putih dan penduduk sipil mengalami sakit kepala yang parah, menghidap disorientasi layaknya seperti berada di luar angkasa.

Senjata yang sebelumnya serupa digunakan di Kuba dan Suriah.

Selain Rusia, China juga diduga menyerang Gedung Putih, namun karena keanehan senjata elektromagnetik ini, sangat sulit untuk mendeteksi cara kerja penggunaannya, terlebih lagi untuk membuktikan keterlibatan negara mana pun.

“Agen federal AS sedang menyelidiki setidaknya dua kasus yang dicurigai kemungkinan terlibat dalam serangan energi tak terlihat, termasuk satu di dekat Gedung Putih pada November 2020, yang menyebabkan gejala parah pada puluhan orang. Sebuah studi Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional akhir 2020 menemukan bahwa penyakit yang didapat pejabat AS di Kuba, masih dikenal sebagai penyakit Sindrom Havana, mungkin disebabkan oleh radiasi elektromagnetik. Dokumen tersebut juga mengatakan bahwa Uni Soviet mempelajari efek energi frekuensi radio 50 tahun yang lalu – yang berarti bahwa negara, kelompok, atau organisasi mana pun dengan teknologi serupa dapat berada di balik serangan tersebut.

“Ini bukan teknologi yang sulit, ini lebih tentang bagaimana mereka menggunakannya dan efek apa yang bagi mereka yang pernah gunakan [hal ini yang bahkan lebih membingungkan]. Tentu saja, Rusia memiliki teknologi ini, Amerika memiliki teknologi ini, dan China juga, ” kata Jay Galliott kepada ABC, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (11/5)

Informasi sebelumnya diketahui bahwa senjata serupa digunakan di Suriah, di mana hanya Rusia yang dapat memiliki teknologi tersebut, yang menyebabkan kekhawatiran serius di Washington. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

6FansSuka
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru