Selasa, 28 April 2026

4 ORANG DITANGKAP..! Polisi Tambah Personel di Yahukimo Usai Penembakan Pesawat Smart Air

JAKARTA – Polri menambah kekuatan personel di wilayah Yahukimo dan sekitarnya seusai insiden penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, pekan lalu. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan warga serta memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan.

“Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo,” kata Yusuf dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Yusuf menjelaskan bahwa Polres Boven Digoel dengan sekitar 300 personel harus mengamankan wilayah yang luas dan didominasi hutan lebat. TKP Smart Air Ditembak KKB Papua:

Tantangan geografis dan keterbatasan akses disebut menjadi kendala utama dalam proses pengejaran pelaku. Yusuf juga mengungkapkan bahwa aparat telah menangkap empat orang terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air.

“Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman,” ujar Yusuf.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku dalam penembakan tersebut.

Sejumlah pelaku lain disebut membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang.

“Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi,” kata dia.

Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” kata Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan, selain mengejar pelaku, aparat juga memperketat pengamanan bandara serta meningkatkan patroli untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Sebelumnya, pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pilot dan kopilot pesawat tersebut tewas akibat kejadian penembakan, sedangkan 13 orang penumpang selamat. Polisi mengungkapkan, pelaku penembakan merupakan anggota KKB dari Yahukimo.

Polisi Tangkap 4 Pelaku Penembakan

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan aparat gabungan dalam Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap empat orang terduga pelaku penembakan terhadap pesawat perintis Smart Air di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan bahwa penangkapan dilakukan dalam dua hari terakhir.

“Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman,” kata Yusuf dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Menanggapi narasi yang menyebut para pelaku sebagai warga sipil biasa, Yusuf menegaskan bahwa setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta data yang telah diverifikasi.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” ujar Yusuf.

Detail Insiden Penembakan

Penembakan terjadi pada 11 Februari 2026 saat pesawat perintis milik Smart Air mendarat di bandara kecil Korowai.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, pelaku diduga berjumlah sekitar 20 orang. Dua orang telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam pengejaran.

Aparat memperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan dalam aksi tersebut.

Sejumlah pelaku lainnya disebut membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis serta asal-usul senjata api masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Diketahui, insiden itu menewaskan dua pilot. Seluruh penumpang pesawat dipastikan selamat.

Prioritas Perlindungan Warga Sipil

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penegakan hukum.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegas Faizal.

Secara umum, aparat memperkirakan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo dan sekitarnya berjumlah sekitar 200 orang yang tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Keamanan Aktivitas Penerbangan

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengatakan aparat tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga menjamin keamanan aktivitas penerbangan dan perlindungan fasilitas publik.

“Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Selain penembakan, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan aparat kepolisian untuk memburu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua.

Sigit mengeklaim polisi sudah mendapatkan gambaran mengenai identitas pelaku.

“Kami tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” ujar Sigit di SPPG Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Sigit meminta agar peristiwa penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot Smart Air tersebut dituntaskan.  (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles