JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya pernah mengalami kekalahan empat kali dalam pilpres. Namun, Prabowo mengaku tidak pernah mengganggu pemimpin yang mendapat mandat dari rakyat.
Hal tersebut Prabowo utarakan saat bertemu 2.600 rektor, dekan, dan dosen dalam acara bertajuk ‘Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia’ di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
“Jadi, bernegara saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara. Saya kira, ini kata-kata pembukaan saya, saya selalu berusaha dengan persuasi, saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis,” ujar Prabowo dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (27/6)
“Saya maju ke rakyat 5 kali minta mandat, 4 kali tidak diberi mandat. 4 kali saya kalah, tapi saya tak mengganggu pemimpin yang dapat mandat,” sambung dia.
Prabowo pun berterima kasih kepada para akademisi yang tidak menertawakan dirinya kalah pilpres. Sebab, selama ini, dirinya mengaku selalu ditertawakan rakyat ketika mengungkit kekalahannya.
“Terima kasih, karena biasanya kalau saya bilang 4 kali kalah, audiens ketawa. Ini orang Indonesia itu, kalah itu sedih sebetulnya,” ucap Prabowo.
Prabowo mengatakan, Indonesia sebenarnya sudah sepakat untuk hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa. Sedangkan wujud dari kedaulatan rakyat adalah demokrasi, di mana pemimpinnya ditunjuk dari pemilihan.
“Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?” ujar dia.
“Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini. Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan lemah. Bukankah itu?” imbuh Prabowo. (Web Warouw)

