JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto mendorong tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia yang telah masuk dalam daftar 500 universitas terbaik dunia untuk terus meningkatkan peringkatnya.
Menurut Prabowo, capaian tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, tetapi masih perlu diperbaiki pada tahun-tahun mendatang.
“Di dalam negeri kita tingkatkan kualitas kampus dalam negeri. Ada 7 PTN dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia dan ini harus kita perbaiki lagi,” katq Prabowo dalam Pidato di Sidang Tahunan MPR san Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menyebut Universitas Indonesia (UI) sebagai perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut. UI berada di peringkat ke-191 dalam daftar 200 universitas terbaik dunia.
Selain UI, terdapat Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair) yang juga masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia.
Sementara tiga PTN lainnya adalah IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), serta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
“Tentunya ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang,” ujar Prabowo.
Selain mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi di dalam negeri, pemerintah juga berupaya memperluas akses mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di universitas-universitas terbaik dunia.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Beasiswa Garuda.
Prabowo menyebut jumlah mahasiswa program sarjana (S1) yang dikirim untuk menempuh pendidikan di universitas terbaik dunia melalui program tersebut terus meningkat.
“Jumlah S1 yang kita kirim terbaik dunia dengan Beasiswa Garuda sudah mencapai 416 mahasiswa pada 2025, 515 pada 2026,” jelasnya.
Langkah tersebut, kata Prabowo, menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, baik melalui penguatan perguruan tinggi dalam negeri maupun pemberian kesempatan belajar di universitas terbaik
Bahasa Mandarin, Prancis hingga Rusia Akan Dimulai Sejak 1 SD
Presiden Prabowo Subianto juga menilai memiliki kemampuan berbahasa asing dapat mempermudah mencari kerja. Prabowo mengatakan pelajaran bahasa asing akan mulai diajarkan kepada siswa sejak kelas 1 SD.
“Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing, bahasa asing harus mutlak harus kita kuasai,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah akan mulai pelajaran bahasa asing sejak anak kelas 1 SD. Bahasa yang diajarkan, kata dia, yang paling penting dan banyak dipakai di berbagai negara.
“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD, SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis,” ucap dia.
Prabowo beralasan bahasa asing harus diajarkan sejak dini karena lebih mudah dikuasai. Prabowo menyebut bahasa asing juga akan mempermudah karier anak-anak ke depannya.
“Dari kecil di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar, anak-anak kita harus ada akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah cari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” ujar dia.
Prabowo menilai bahasa yang diajarkan yakni bahasa negara-negara yang kini sudah maju. Termasuk, lanjut dia, bahasa Rusia.
“Kita mengerti sekarang, Tiongkok ekonomi paling dinamis, Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju, Spanyol banyak negara bicara Spanyol, banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara Arab, kita juga harus belajar bahasa Rusia mereka kuat di bidang science dan teknologi,” tutur Prabowo. (Enrico N. Abdielli)

