JAKARTA – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengerahkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kemenhut sebagai tenaga bantuan dalam rangka penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi.
“Untuk mengatasi Karhutla kita mengerahkan 5.000 ASN Kemenhut,” kata kata Raja Antoni saat meninjau Karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dilansir dalam keterangannya, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Langkah tersebut, kata Raja, dilakukan di tengah kondisi karhutla yang dinamis, sekaligus untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Dari total 5.000 ASN yang akan di-BKO (bawah kendali operasi)-kan, sebanyak 2.200 personel ditempatkan di tiga provinsi di Kalimantan.
Sementara khusus Kalimantan Barat, Kementerian Kehutanan akan mengirimkan 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla.
Raja menyatakan keberadaan dirinya berdasarkan permintaan Prabowo untuk memastikan instruksi terkait penanganan karhutla berjalan dengan baik.
“Khusus untuk di Kalimantan Barat akan ada 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla, akan kita kirim ke sini,” ujar Raja dalam siaran pers Kemenhut.
Raja menjelaskan, penguatan personel dilakukan karena perkembangan hotspot atau titik panas yang sangat dinamis.
Pejabat Eselon I Kemenhut akan Berkantor Di Provinsi Karhutla
Selain mengerahkan ASN, pejabat eselon I Kementerian Kehutanan juga akan berkantor di enam provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
“Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik. Apa yang menjadi instruksi beliau diimplementasikan oleh teman-teman terutama yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” tuturnya.
Sementara itu, Raja memuji kerja sama yang dilakukan pihak terkait dalam memadamkan api karhutla.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama, akhirnya pada hari ini, sekali lagi per malam kemarin, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28 saja ya. Nanti datanya akan kita update, sekali lagi ini sangat dinamis,” imbuh Raja.
Kebakaran Hutan Dimana Saja?
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini meluas di enam provinsi di Indonesia, dengan konsentrasi titik panas tertinggi berada di Pulau Kalimantan.
- Kalimantan: Menjadi wilayah paling parah dengan ribuan titik panas. BNPB mencatat konsentrasi terbanyak ada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat (termasuk Sambas serta Sanggau). Asap dari wilayah ini bahkan berdampak hingga ke Sarawak, Malaysia. Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur juga terpantau memiliki titik api.
- Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua: Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karhutla juga meluas di wilayah-wilayah ini.
- Jawa Timur: Kawasan Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sempat mengalami kebakaran besar yang menghanguskan ratusan hektare lahan dan menyebabkan penutupan wisata.
- Wilayah Lainnya: Titik api skala lebih kecil turut terdeteksi di Aceh Besar, Belitung Timur, Subang, Jepara, Banyumas, Jember, Banggai Kepulauan, Tana Toraja, Halmahera Timur, hingga Sorong.
(Calvin G. Eben-Haezer)

