Minggu, 19 April 2026

Mantap..! Pilkada Jatim 2018, Cak Imin: Bersatu Dukung Gus Ipul, Khofifah Tetap Mensos!

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar (Ist)

JAKARTA- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur bisa menjadi momentum penyatuan umat dan ulama dalam memilih pemimpinnya. Harapan itu dusampaikan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/7).

Menurut Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, Pilkada hanyalah peristiwa politik biasa dalam demokrasi di Tanah Air. Kendati demikian, kata Cak Imin, jika peristiwa demokrasi itu gagal dikelola dengan baik dan benar, maka luka-lukanya akan mewariskan polarisasi sosial mendalam dan bisa bertahan bahkan jauh setelah event politik itu usai. Karena itu, kata Cak Imin, alangkah beratnya tugas yang dipikul di pundak Nahdlatul Ulama di era serba digital dan virtual ini.

“Di satu sisi, umat yang telah menjadi bagian jamaah harus tetap diurus dan dijaga. Namun di sisi lain, umat yang masih berseberangan pun perlu segera dirangkul dan dipanggil pulang,” kata tokoh muda Islam itu.

Cak Imin mengatakan bahwa berdasarkan harapan dan kecemasan itu, maka PKB menyetujui permintaan para kiai sepuh, agar mendukung Gus Ipul, yang beresiko menggeser Ketua DPW PKB, sebagai calon gubernur Jatim dalam pilkada tahun 2018. “Kami mengesampingkan fakta bahwa kami adalah partai terbesar di sana, dan cukup kuat untuk mendukung ketuanya  sendiri. Kami membatalkan berbulan-bulan persiapan mengusung Abdul Halim Iskandar, pimpinan senior yang dibanggakan dan dipercaya para kader, untuk mencalonkan diri,” kata Cak Imin.

Karena, ujar Cak Imin, saat dihadapkan pada tugas menyatukan umat dan menjaga bangsa dari radikalisasi Islam, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar.

“Makanya, kami serius mendorong keluarga besar NU harus bersatu, termasuk B Khofifah Indarparawansa,” kata Cak Imin.

Terkait dengan itu pula, kata Cak Imin, phaknya meminta Khofifah agar tetap melanjutkan karya-karya cemerlangnya di Kementerian Sosial.

“Beliau adalah salah satu kader NU yang paling kami banggakan, yang dengan posisinya saat ini, telah mampu berkontribusi besar bagi umat dan rakyat, bukan hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia,” ujar Cak Imin.

Di sisi lain, kata Cak Imin, tugas berat membutuhkan NU yang kompak, NU yang solid, yang umatnya saling percaya.

“Menguatkan NU berarti mengokohkan NKRI. Bagi PKB, belum kami temukan tugas politik lain yang lebih penting daripada ini,” tegas Cak Imin.

Khofifah Tetap Mensos

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar, memastikan partainya tidak akan mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai kandidat wakil gubernur di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Sementara untuk posisi kandidat calon gubernur, PKB sudah memastikan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden bahwa ini (Jatim) satu-satunya provinsi yang NU (Nahdlatul Ulama)-nya sangat kuat. Hanya Jawa Timur. Kalau bisa Bu Khofifah tidak usah (ikut Pilgub lagi). Diizinkanlah jadi menteri saja,” terang Muhaimin di sela acara halal bil halal di kediamannya, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

“Pilgub Jatim posisi sudah final kita (PKB) dukung Saefullah Yusuf,” kata Muhaimin.

Hilangnya Khofifah dari radar calon kandidat di PKB tak terlepas dari kegagalannya meraih kursi Jatim 1 pada Pilgub lampau. Muhaimin menjelaskan, partai sudah tiga kali mengawal Khofifah untuk mengikuti kompetisi Pilgub Jatim.

“Sudah (pernah diusung), tapi Bu Khofifah di Pilgub Jatim kalah terus ya dua kali. Sudah saatnya ganti kader lainlah. Sama-sama NU sudah cukup. Eh.. tiga kali kita usung (Khofifah),” ujar Muhaimin.

Disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin ini, Presiden Joko Widodo juga mendukung keputusan PKB tak mengusung Khofifah. Kata Cak Imin, Jokowi ingin Khofifah konstrasi memimpin Kementerian Sosial.

“Ya bagus juga sih. Orang dia saatnya konsentrasi di kementerian dia saja,” tutur Cak Imin menirukan kata-kata Jokowi. (Web Warouw)

 

Pilkada Jatim 2018, Cak Imin: Bersatu Dukung Gus Ipul, Khofifah Tetap Mensos!

JAKARTA- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur bisa menjadi momentum penyatuan umat dan ulama dalam memilih pemimpinnya. Harapan itu dusampaikan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/7).

Menurut Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, Pilkada hanyalah peristiwa politik biasa dalam demokrasi di Tanah Air. Kendati demikian, kata Cak Imin, jika peristiwa demokrasi itu gagal dikelola dengan baik dan benar, maka luka-lukanya akan mewariskan polarisasi sosial mendalam dan bisa bertahan bahkan jauh setelah event politik itu usai. Karena itu, kata Cak Imin, alangkah beratnya tugas yang dipikul di pundak Nahdlatul Ulama di era serba digital dan virtual ini.

“Di satu sisi, umat yang telah menjadi bagian jamaah harus tetap diurus dan dijaga. Namun di sisi lain, umat yang masih berseberangan pun perlu segera dirangkul dan dipanggil pulang,” kata tokoh muda Islam itu.

Cak Imin mengatakan bahwa berdasarkan harapan dan kecemasan itu, maka PKB menyetujui permintaan para kiai sepuh, agar mendukung Gus Ipul, yang beresiko menggeser Ketua DPW PKB, sebagai calon gubernur Jatim dalam pilkada tahun 2018. “Kami mengesampingkan fakta bahwa kami adalah partai terbesar di sana, dan cukup kuat untuk mendukung ketuanya  sendiri. Kami membatalkan berbulan-bulan persiapan mengusung Abdul Halim Iskandar, pimpinan senior yang dibanggakan dan dipercaya para kader, untuk mencalonkan diri,” kata Cak Imin.

Karena, ujar Cak Imin, saat dihadapkan pada tugas menyatukan umat dan menjaga bangsa dari radikalisasi Islam, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar.

“Makanya, kami serius mendorong keluarga besar NU harus bersatu, termasuk B Khofifah Indarparawansa,” kata Cak Imin.

Terkait dengan itu pula, kata Cak Imin, phaknya meminta Khofifah agar tetap melanjutkan karya-karya cemerlangnya di Kementerian Sosial.

“Beliau adalah salah satu kader NU yang paling kami banggakan, yang dengan posisinya saat ini, telah mampu berkontribusi besar bagi umat dan rakyat, bukan hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia,” ujar Cak Imin.

Di sisi lain, kata Cak Imin, tugas berat membutuhkan NU yang kompak, NU yang solid, yang umatnya saling percaya.

“Menguatkan NU berarti mengokohkan NKRI. Bagi PKB, belum kami temukan tugas politik lain yang lebih penting daripada ini,” tegas Cak Imin.

Khofifah Tetap Mensos

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar, memastikan partainya tidak akan mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai kandidat wakil gubernur di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Sementara untuk posisi kandidat calon gubernur, PKB sudah memastikan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden bahwa ini (Jatim) satu-satunya provinsi yang NU (Nahdlatul Ulama)-nya sangat kuat. Hanya Jawa Timur. Kalau bisa Bu Khofifah tidak usah (ikut Pilgub lagi). Diizinkanlah jadi menteri saja,” terang Muhaimin di sela acara halal bil halal di kediamannya, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

“Pilgub Jatim posisi sudah final kita (PKB) dukung Saefullah Yusuf,” kata Muhaimin.

Hilangnya Khofifah dari radar calon kandidat di PKB tak terlepas dari kegagalannya meraih kursi Jatim 1 pada Pilgub lampau. Muhaimin menjelaskan, partai sudah tiga kali mengawal Khofifah untuk mengikuti kompetisi Pilgub Jatim.

“Sudah (pernah diusung), tapi Bu Khofifah di Pilgub Jatim kalah terus ya dua kali. Sudah saatnya ganti kader lainlah. Sama-sama NU sudah cukup. Eh.. tiga kali kita usung (Khofifah),” ujar Muhaimin.

Disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin ini, Presiden Joko Widodo juga mendukung keputusan PKB tak mengusung Khofifah. Kata Cak Imin, Jokowi ingin Khofifah konstrasi memimpin Kementerian Sosial.

“Ya bagus juga sih. Orang dia saatnya konsentrasi di kementerian dia saja,” tutur Cak Imin menirukan kata-kata Jokowi.

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles