Minggu, 19 April 2026

Tepat..! HUT Bhayangkara ke-71, Jokowi Instruksikan Polri Tekan Korupsi & Jangan Arogan

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Upacara Peringatan Ke-71 Hari Bhayangkara Tahun 2017, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (10/7) pagi. (Ist)

JAKARTA- Dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Ke-71 Hari Bhayangkara Tahun 2017, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (10/7) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan, dan arogansi kewenangan.

Instruksi tersebut menjadi salah satu bagian dari lima instruksi yang disampaikan Presiden Jokowi kepada jajaran Polri dalam upacara tersebut. Presiden juga menginstruksikan Polri untuk memantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, yang mandiri, dan yang berkepribadian.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan Polri untuk memodernisasi diri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

Keempat, Presiden juga meminta Polri meningkatkan kesiap-siagaan operasional, melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi polisional proaktif. “Dengan demikian, Polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat,” tutur Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menginstruksikan Polri untuk meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

Kepala Negara menegaskan, dirinya tetap berkomitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat, Polri yang andal, Polri yang profesional supaya tugas Polri untuk menjaga stabilitas Kamtibmas, menegakkan hukum, dan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal.

Upacara Peringatan ke-71 Hari Bhayangkara itu dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Presiden RI ke-V Megawati Soekarno Putri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, para menteri kabinet kerja, para pimpinan lembaga negara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Penghargaan Presiden Jokowi

Kepada Bergelora.com dilaporkan, di hari ulang tahun ke-71 Bhayangkara, Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan terhadap anggota Polri yang berdedikasi tinggi. Penghargaan salah satunya diberikan kepada Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat.

“Ada empat orang perwakilan yang hari ini menerima penghargaan dari Bapak Presiden. Sebenarnya yang terima penghargaan itu ribuan, tetapi diwakilkan salah satunya kepada Kombes Wahyu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (10/8).

Penghargaan yang diterima Kombes Wahyu dari presiden itu berupa bintang Bhayangkara Nararya. Bintang Bhayangkara Nararya merupakan bintang penghargaan tertinggi di Polri.

Bintang Bhayangkara adalah bintang penghargaan yang dinugerahkan oleh Polri sebagai bintang kepahlawanan untuk anggota kepolisan yang telah menunjukkan keberanian, kebijaksanaan dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok.

Bintang Bhayangkara dibagi menjadi tiga kelas yaitu Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Bhayangkara Pratama dan Bintang Bhayangkara Nararya.

“Artinya selama 24 tahun dinas tidak tercela, tidak punya catatan buruk. Bintang Nararya itu merupakan penghargaan tertinggi di kepolisian,” ungkap Argo.

Ada empat polisi yang menerima penghargaan dari presiden di HUT Bhayangkara ini. Selain Komnes Wahyu, ada tiga anggota Polri lainnya yang menerima penghargaan lencana kesetiaan 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun.

 

“Jumlah seluruh Indonesia yang terima penghargaan itu ribuan, tapi yang Nararya itu ditandatangani oleh Presiden,” ujarnya. (Enrico N. Abdielli)

HUT Bhayangkara ke-71, Jokowi Instruksikan Polri Tekan Korupsi & Jangan Arogan

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Upacara Peringatan Ke-71 Hari Bhayangkara Tahun 2017, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (10/7) pagi. (Ist)

JAKARTA- Dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Ke-71 Hari Bhayangkara Tahun 2017, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (10/7) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan, dan arogansi kewenangan.

Instruksi tersebut menjadi salah satu bagian dari lima instruksi yang disampaikan Presiden Jokowi kepada jajaran Polri dalam upacara tersebut. Presiden juga menginstruksikan Polri untuk memantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, yang mandiri, dan yang berkepribadian.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan Polri untuk memodernisasi diri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

Keempat, Presiden juga meminta Polri meningkatkan kesiap-siagaan operasional, melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi polisional proaktif. “Dengan demikian, Polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat,” tutur Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menginstruksikan Polri untuk meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

Kepala Negara menegaskan, dirinya tetap berkomitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat, Polri yang andal, Polri yang profesional supaya tugas Polri untuk menjaga stabilitas Kamtibmas, menegakkan hukum, dan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal.

Upacara Peringatan ke-71 Hari Bhayangkara itu dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Presiden RI ke-V Megawati Soekarno Putri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, para menteri kabinet kerja, para pimpinan lembaga negara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Penghargaan Presiden Jokowi

Kepada Bergelora.com dilaporkan, di hari ulang tahun ke-71 Bhayangkara, Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan terhadap anggota Polri yang berdedikasi tinggi. Penghargaan salah satunya diberikan kepada Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat.

“Ada empat orang perwakilan yang hari ini menerima penghargaan dari Bapak Presiden. Sebenarnya yang terima penghargaan itu ribuan, tetapi diwakilkan salah satunya kepada Kombes Wahyu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (10/8).

Penghargaan yang diterima Kombes Wahyu dari presiden itu berupa bintang Bhayangkara Nararya. Bintang Bhayangkara Nararya merupakan bintang penghargaan tertinggi di Polri.

Bintang Bhayangkara adalah bintang penghargaan yang dinugerahkan oleh Polri sebagai bintang kepahlawanan untuk anggota kepolisan yang telah menunjukkan keberanian, kebijaksanaan dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok.

Bintang Bhayangkara dibagi menjadi tiga kelas yaitu Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Bhayangkara Pratama dan Bintang Bhayangkara Nararya.

“Artinya selama 24 tahun dinas tidak tercela, tidak punya catatan buruk. Bintang Nararya itu merupakan penghargaan tertinggi di kepolisian,” ungkap Argo.

Ada empat polisi yang menerima penghargaan dari presiden di HUT Bhayangkara ini. Selain Komnes Wahyu, ada tiga anggota Polri lainnya yang menerima penghargaan lencana kesetiaan 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun.

“Jumlah seluruh Indonesia yang terima penghargaan itu ribuan, tapi yang Nararya itu ditandatangani oleh Presiden,” ujarnya.

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles