BANDAR LAMPUNG- Kantor Gubernur Lampung selama kepemimpinan Ridho Ficardo tidak memiliki fasilitas pelayanan untuk para disabilitas. Sehingga menyulitkan bagi para difabel untuk bisa mengakses kantor Gubernuran.
“Omong kosong dia punya peduli pada rakyat difabel. Di gubernuran saja gak ada, apa lagi ditempat lain. Ini hanya janji manis Ridho dalam Pilkada. Boong itu,” ujar Wulan, seorang difabel menanggapi janji kerja calon Gubernur Ridho Ficardo saat menyaksikan debat kandidat.
Tentang pelayanan satu pintu menurutnya juga hanya diatas kertas, karena banyak kesemrawutan selama ini Kantor Gubernur.
“Pelayanan satu pintu yang mana. Hoax itu,” katanya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, debat Calon Gubernur Lampung Putaran Kedua di Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (28/4) malam berlangsung hangat. Sebelumnya, Nanang Trenggono Ketua KPU Lampung saat membuka acara debat publik di Novotel, mengajak paslon berikan edukasi publik dengan cara-cara baru yang mencerdaskan melalui debat publik.
“Lampung sudah mengalami pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur baik di DPRD maupun secara langsung. Ada konflik, model politik uang juga cara-cara lama dalam meraih suara saatnya di tinggalkan,” katanya.
Berbeda dengan lay out panggung debat pertama, kali ini tata letak panggung lebih dekat dengan penonton.
Moderator Budi Santoso Budiman kelahiran 1967, mantan Kepala Biro LKBN Antara, dosen luar biasa jurnalistik Raden Intan Lampung, Budi Santoso Budiman. Penyerahan soal diwakili Andi Qory dari dewan pakar, yang selanjutnya debat di pandu langsung oleh moderator.
Debat Calon Gubernur Lampung Putaran Kedua, terlihat paslon No urut 1, Ridho-Bachtiar, No 2 Herman HN- Sutono, No 3 Arinal-Nunik, dan yang terahir cagub no 4 Ahmad Jajuli tanpa Mustafa. Seperti yang diketahui, Cagub Mustafa saat ini masih menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia terjerat kasus dugaan melakukan suap terhadap anggota DPRD Lampung Tengah. (Salimah)

