JAKARTA- Pemerintahan yang akan memimpin Republik Indonesia setelah Pemilu 2019 nanti diminta untuk melanjutkan dan menuntaskan penanganan persoalan-persoalan kesejahteraan yang dihadapi kaum buruh. Untuk itu Kementerian Tenaga Kerja harus lebih ditegaskan lagi sebagai Kementerian Perburuhan yang dipimpin oleh seorang menteri dari gerakan buruh. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN), Djoko Heriyono kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (3/2).
“Saatnya kaum buruh mendapatkan kepastian jalan keluar terhadap semua persoalan yang dihadapi selama ini. Untuk itu Kementerian Tenaga Kerja harus menjadi Kementerian Perburuhan yang dapat menjawab semua persoalan perburuhan dengan secara cepat dan tuntas. Kementerian ini harus dipimpin oleh seorang menteri yang berasal dari gerakan buruh. Sehingga benar-benar tahu semua persoalan buruh dan hambatannya. Memberikan jalan keluar secara tepat untuk kepentingan kaum buruh,” tegasnya.
Djoko Heriyono juga menegaskan bahwa sudah tepat Presiden Joko Widodo memprioritaskan peningkatan kemampuan Kompetinsi Pekerja/Buruh sebagai sumber daya manusia (SDM) untuk membangun Indonesia di tengah globalisasi.
“Untuk itu, kaum buruh sebagai tenaga produktif harus mempersiapkan diri menjadi pelopor yang mendorong cepat kemajuan pembangunan Indonesia disemua lini masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi peralatan sudah masuk akan menggantikan tenaga manusia diberbagai industri mengharuskan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia agar dapat menguasai teknologi yang akan mempercepat kemajuan produksi dan jasa.
“Kaum buruh tidak boleh tertinggal oleh teknologi dan ilmu pengetahuan. Tapi justru harus menguasainya agar mempermudah kerja-kerja dalam produksi dan jasa,” tegasnya.
Untuk itu SPN menurut Djoko Heriyono agenda meningkatan kesejahteraan dan pendidikan bagi kaum buruh harus menjadi prioritas pemerintah khususnya Kementerian Perburuhan, agar target-target pembangunan nasional bisa segera diwujudkan.
“Tidak mungkin SDM bisa ditingkatkan, kalau persoalan mendasar seperti besaran upah minimum dibawah standar kebutuhan hidup layak. Tidak ada kepastian status pekerjaan. Kesehatan buruh semakin tidak terlindungi. Tempat tinggal tidak layak dan hidup pas-pasan,” jelasnya.
Untuk itu Djoko Heriyono menyerukan agar gerakan kaum buruh kembali bersatu menjadi kekuatan yang ikut serta dalam menentukàn perubahan Indonesia menjadi lebih maju dan modern.
“Perjuangan gerakan kaum buruh yang terdekat adalah membangun persatuan agar bisa masuk dalam kekuasaan untuk memastikan kesejahteraan kaum buruh. Bersamaan dengan mendorong cepat kemajuan peradaban Indonesia,”dengan peningkatan kompetensi kerja tegasnya. (Web Warouw)

