JAKARTA- Ancaman terbesar bagi Persatuan Indonesia hari ini, datang dari dua arah yaitu, Pertama dari kaum intoleran, yang setiap hari menjajakan kebebencian, menghalang-halangi bahkan menyerang orang untuk menjalankan keyakinannya. Hal ini ditegaskan dalam Pidato Politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang berjudul, ‘Musuh Utama Persatuan Indonesia’ di Yogyakarta, Senin (12/2) yang disiarkan langsung diberbagai televisi ke seluruh Indonesia dan dikutip Bergelora.com di Jakarta.
“Kedua adalah para koruptor yang melemahkan gerakan persatuan, membuat kita, kaum Nasionalis-Moderat tidak percaya satu sama lain,” katanya.
Grace Natalie mengingatkan bahwa kalau ada orang menyebut dirinya Nasionalis, tapi di belakang masih mencuri uang rakyat. Maka mereka lebih pantas disebut sebut nasionalis Gadungan.
“Nasional Gadungan adalah orang-orang yang mengaku nasionalis tapi ikut meloloskan perda-perda agama yang diskriminatif,” tegasnya.
Grace membeberkan siapa saja yang dapat disebut nasionalis gadungan dan menjadi musuh PSI dan seluruh rakyat Indonesia.
“Nasionalis Gadungan adalah kekuatan politik tengah yang bungkam, diam seribu bahasa ketika Ibu Meliana dipersekusi. Nasionalis gadungan tidak bersuara ketika rumah-rumah ibadah ditutup. Nasionalis Gadungan adalah partai-partai yang mengaku nasionalis tapi rutin mengirim kader-kader mereka ke KPK karena mengkorupsi uang rakyat,” tegasnya
Ia menegaskan bahwa PSI tidak akan pernah mentorerir politik dari para nasionalis gadungan. Ia juga memastikan PSI tidak akan pernah menjadi nasionalis gadungan.
Ia mentengarai, belakangan ini banyak kampanye negatif yang ditujukan kepada PSI dengan mengatakan bahwa memilih PSI sama saja buang-buang suara — jika partai ini tidak lolos ke parlemen.
“Sebagai jawaban saya ingin balik bertanya, apakah kita puas dengan partai politik yang ada sekarang? Apakah partai politik yang ada sekarang telah bekerja keras menjamin kebebasan beribadah? Apakah mereka turun tangan membela, ketika ada orang yang dipersekusi karena keyakinannya?” ujarnya.
Atas dasar itulah, PSI memastikan bahwa mempertahankan “Politik Status Quo” justru sebuah bentuk penghambur-hamburan suara.
“Berbagai survei terakhir memperlihatkan bahwa elektabilitas PSI terus bergerak naik. Para Caleg, kader, dan simpatisan kami terus bergerak di darat. Mengetuk dari pintu ke pintu, meyakinkan bahwa Indonesia perlu sebuah perbaikan politik,” ujarnya.
Menurutnya, kaum Nasionalis-Moderat perlu suntikan darah segar. Sebuah fraksi baru di parlemen, untuk menemani kelompok Nasionalis-Moderat yang sudah ada, agar lebih berani dan tegas dalam menegakkan persatuan.
“Terakhir Grace menyitir kutipan puisi yang disukai Sutan Sjahrir,– Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan.
“Ini kata-kata yang mengajak orang untuk berani mengambil sebuah langkah baru. Meninggalkan zona nyaman, yang sebetulnya merupakan sebuah jebakan jalan buntu. Tak akan ada yang sia-sia. Satu suara anda akan sangat berharga: menentukan arah masa depan kita semua,” tegasnya. (Web Warouw)

